Kenali Dugong dan Jaga Kelestariannya Untuk Masa Depan

0
115
Dugong

Dugong – Selain membahas seputar artis, politik maupun budaya media juga akan melansirkan berita terkait kondisi flora dan fauna di Indonesia seperti populasi dugong yang akan punah. Sebagian besar ummat mungkin tidak mengetahui eksistensi dugpng lantaran jumlahnya tidak sebanyak populasi kerbau, sapi maupun hewan lainnya.

Sobat Cahaya Islam, hewan merupakan salah satu makhluk hidup yang harus dijaga kelestariannya termasuk dugong. Sebab, selain menjaga kehidupan manusia hewan pun juga harus dipastikan kelaaykan hidupnya. Ummat akan berdosa bila hidup bergelimangan dengan harta namun hewan tak bisa hidup dengan layak.

Apa itu Dugong?

Dugong

Menurut LIPI, dugong merupakan sejenis mamalia laut di Indonesia atau biasa disebut sebagai ikan duyung. Di perairan bagian pesisir mamalia ini merupakan jenis satwa bertipe Sirenia dan tempat tinggalnya tidak terbatas tepatnya di area Lamun. Namun, semakin bertambahnya tahun dan kehidupan semakin modern, justru populasinya malah semakin menurun.

Lamun sendiri merupakan jenis tumbuhan yang berkembang di bagian dasar perairan yang dangkal dan menjadi area habitatnya. Fakta lain yang perlu diketahui bahwa mamalia laut ini sanggup menghabiskan 50 kg rumput laut untuk setiap hari. Duyung ini memiliki kecepatan sekitar 10 km bahkan sampai 22 km per jamnya.

Wah hebat! Namun dibalik kecepatan yang dimiliki ternyata hewan ini seringkali menjadi mangsa bagi para predator seperti ikan hiu, maupun hewan laut buas lainnya. Pun, juga ternyata sama dengan kelelawar yang juga beroperasi di malam hari alias nokturnal. Sehingga waktu siangnya digunakan untuk tidur.

Bagaimana Mekanisme Penjagaan Umat untuk Melestarikan Hewan?

Dugong

Salah satu hal yang bisa dilakukan ummat untuk pelestarian duyung adalah dengan memberikan fasilitas berupa habitat alami yang luas sehingga dapat digunakan untuk sekalian melestarikan keturunannya. Selain itu, diperlukan adanya wadah kelembagaan pelestarian hewan dan undang – undang kenegaraan sehingga dapat melindungi eksistensi hewan tersebut.

Di era serba keuntungan atau materi sekarang, menjadi hal yang wajar bila hewan langka menjadi buronan. Sebab harganya bisa lebih tinggi. Fenomena seperti ini sudah banyak dilakukan bahkan terkesan seakan – akan merupakan hal yang wajar. Mengambil kulit, anggota bagian tubuh maupun lainnya.

Selain itu, undang – undang sekarang harus memastikan bahwa pencurian hewan langka harus diberikan sanksi yang menjerakan. Jika tidak, umat tak akan pernah merasa jera sebab sanksi yang diberikan sangat sepele. Pun juga diperlukan penyadaran di lingkungan suku bagian terdalam agar ikut melestarikan hewan langka tersebut supaya tidak punah.

Hal ini sesuai dengan apa yang Allah SWT firmankan dalam surat Al An’am ayat 6 :

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأرْضِ وَلا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلا أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ

Artinya : Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.

Apa Dampak Negatif Jika Hewan Punah?

Terdapat beberapa dampak negatif yang diakibatkan dari kepunahan hewan. Salah satunya yakni terganggunya keseimbangan alam. Jika terjadi demikian, maka ekosistem di laut pun juga bermasalah. Tentu, hal ini akan menyebabkan rantai makanan menjadi tidak ideal.

Nah Sobat Cahaya Islam, itulah ulasan mengenai Dugong, mamalia yang akan punah bila tidak dijaga pelestariannya. Sehingga ummat perlu memastikan agar hewan langka yang sejenis dapat tetap hidup dan bisa dijadikan sebagai wasilah edukasi bagi generasi masa depan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY