Bupati Bandung Barat Terjerat Tindak Pidana Korupsi, Inilah Klasifikasi Korupsi dalam Hukum Islam!

0
37
Bupati Bandung Barat

Bupati Bandung Barat– Aa Umbara Sutisna dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi. Tindakan korupsi yang dilakukan berkaitan dengan pengadaan barang sebagai tanggap darurat di masa Pandemi COVID-19 . Masalah korupsi menjadi salah satu masalah Indonesia yang tak kunjung usai. Praktik korupsi masih aktif ditemukakan dalam berbagai lini kehidupan bangsa Indonesia.

Sobat Cahaya Islam, tindakan korupsi tidak hanya merugikan diri sendiri, tapi juga orang lain. Di dalam Islam pun dijelaskan secara rinci konsep korupsi yang hendaknya dihindari. Islam merupakan agama yang luar biasa, setiap aspek kehidupan diatur sedemikian rupa, guna mencapai kehidupan yang maslahat. Namun, sangat disayangkan masih banyak kaum muslimin yang ingkar terhadap aturan yang berlaku.

Klasifikasi Korupsi dalam Hukum Islam, Termasuk Jenis Mana, Kasus Bupati Bandung Barat?

Sebagai salah satu tindakan menyimpang, korupsi hendaknya dipangkas hingga akar-akarnya. Korupsi merupakan sebuah tindakan menyimpang dalam menyalahgunakan kekuasaan guna kepentingan pribadi, keluarga atau pun orang lain dengan melanggar aturan yang berlaku. Islam memiliki konsep tersendiri terkait korupsi. Berikut ini klasifikasi korupsi dalam Islam:

1.   Khiyanah  

Secara etimologi, Khiyanah diartikan sebagai perubahan pada diri seseorang yang menjadi jahat. Pengertian lainnya yakni sikap yang tidak memenuhi terhadap amanah yang dipercayakan. Ungkapan Khiyanah, ditujukan kepada setiap  orang yang melanggar atau pun mengambil hak-hak orang lain  secara sepihak.

Untuk bentuk Khiyanah, korupsi yang bisa dilakukan, seperti tindakan pengkhiatan terhadap hal-hal yang dirahasiakan Negara. Jenis lainnya berupa pengkhiatan terhadap harta yang kerap dikenal dengan istilah Ghulul. Bentuk korupsi yang satu ini banyak ditemukan, semisal penyalahgunaan jabatan dengan mengabaikan peraturan yang berlaku.

Bupati Bandung Barat

2.   Al-Ghasy

Secara bahasa, Al-Ghasy diartikan sebagai penipuan. Sebagai agama yang jujur dan amanah, Islam tentunya amat membenci tindakan penipuan. Di dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa penipuan adalah salah satu karakter utama dari kemunafikan, terdapat siksa yang pedih untuk para pelaku penipuan.

Tindak pidana korupsi tentu tidak lepas dari berabagi macam bentuk penipuan. Hal ini bisa dilakukan dalam bentuk penyajian data, buku, daftar yang dimanipulasi, dan dalam bentuk lainnya. Maka dari itu, Islam menjadikan Al-Ghasy ke dalam klasifikasi korupsi.

3.   Al-Risywah

Jika diartikan secara harfiyah, Al-Risywah berarti batu bulat yang jika dibungkamkan pada mulut seseorang  akan membuatnya tidak mampu berbicara. Suap bisa diartikan sebagai tindakan untuk membungkam seseorang agar tidak mengatakan sepatah kata pun terkait kebenaran sesuatu. Di antara bentuk suap yang banyak ditemukan yakni berupa hadiah.

Di dalam Islam, setiap tugas menjadi amanah yang harus dijalankan secara ikhlas tanpa harus menunggu imbalan apa pun. Bentuk suap ini jelas termasuk dalam klasifikasi korupsi, karena menyalahgunakan kekuasaan guna menutupi kebenaran dengan hadiah sebagai pembungkam. 

4.   Al- Hirabah

Selanjutnya, terdapat bentuk Al-Hirabah yakni pencurian dalam skala besar. Dampak yang ditimbulkan lebih besar, karena tindaknnya pun dilakukan secara berlebihan. Tindakan ini disertai dengan pembunuhan dan pengambilan harta. Sebuah tindakan ekstrem guna mencapai apa yang ditujunya.

Pada dasarnya, korupsi identik pada pencurian (sirqah). Namun, mengingat kerugiannya yang amat besar dan luas, dekat pula dengan Hirabah. Dampak yang timbul mencakup kesejahteraan ekonomi, keamanan, yang tidak stabil.

Allah swt berfirman:

وَٱلسَّارِقُ وَٱلسَّارِقَةُ فَٱقْطَعُوٓا۟ أَيْدِيَهُمَا جَزَآءًۢ بِمَا كَسَبَا نَكَٰلًا مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Qs. Al-Maidah: 38)

5.   Al- Ghasab

Klasifikasi lainnya yakni Al-Ghasab yang memiliki arti penggunaan hak orang lain tanpa izin. Dikatakan Ghasab jika dilakukan  secara terang-terangan, dan dinamakan pencurian ketika dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Dalam melakukannya, terdapat tindakan memperkaya diri untuk menggunakan hak rakyatnya dengan langkah yang menyimpang aturan.

Bupati Bandung Barat

Nah, Sobatban Cahaya Islam itulah ulasan singkat terkait klasifikasi korupsi dalam Islam. Berdasar ulasan di atas, termasuk kategori mana tindakan korupsi yang dilakukan Bupati Bandung Barat? Apa pun bentuk korupsi yang dilakukan, semoga senantiasa dihadapi dengan penuh penyesalan. Allah SWT Maha Penerima taubat dari setiap hamba-Nya yang sungguh-sungguh ingin bertaubat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY