Aksi Zakiah Aini Serang Mabes Polri- Inilah Konsep Jihad dalam Islam?

0
53
Zakiah Aini

Zakiah Aini – Serangan ke Mabes Polri yang terjadi pada hari Rabu sore, tanggal 31 Maret 2021diduga sebagai aksi terencana. Tindakan ini dilakukan Zakiah Aini, seorang perempuan berusia 25 tahun dengan melesatkan tembakan ke arah petugas. Aksi Lone Wolf/ teroris yang bergerak sendiri ini menyebabkan Zakiah Aini tewas ditembak petugas kepolisian.

Sobat Cahaya Islam, banyak manusia yang menyalahi konsep jihad dalam Islam. Tidak sedikit tindakan terorisme yang terjadi berdalih menjadikan bentuk jihad fii sabilillah. Padahal tindakn tersebut sangat jelas bertentangan dengan apa yang diajarkan dalam Islam. Jihad dalam Islam adalah penyempurna segenap ibadah guna mewujudkan cinta kasih seorang hamba terhadap Allah SWT. Hal ini dilakukan dengan penuh kerelaan dalam melakukan perjuangan.

Namun, yang mesti dijadikan catatan, makna perjuangan dalam hal ini tentunya dengan memerhatikan perdamaian serta memandang nilai kemanusiaan secara terhormat. Lain halnya dengan tindakan terorisme yang menggunakan kekerasa dan jauh dari nilai-nilai kemanusiaan.

Apakah Tindakan Zakiah Aini Sesuai dengan Konsep Jihad dalam Islam?

Sobat Cahaya Islam, hendaknya memahami konsep jihad dalam Islam secara jelas, guna terhindar dalam memahaminya. Makna jihad dalam Islam merupakan sebuah upaya yang sungguh-sungguh dalam memenuhi segala perintah Allah SWT, dengan memerhatikan nilai-nilai kemanusiaan serta cara yang baik guna mewujudkan kemaslahatan setiap umat.

Lain halnya dengan tindakan terorisme yang menggunakan segala cara, bahkan kekerasan untuk menggapai apa yang ingin dicapainya. Lalu, bagaimana konsep jihad dalam Islam? Berikut informasinya yang bisa disimak secara rinci.

1.   Menjungjung Nilai-Nilai Kemanusiaan

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, bentuk jihad yang dilakukan sesuai konsep Islam yakni tetap memerhatikan nilai kemanusiaan. Hal ini sebagai slaah satu langkah untuk mewujudkan perdamaian dan kemaslahatan setiap lapisan umat. Namun, aksi terorisme kerap merugikan berbagai pihak, serta tidak lepas dari kekerasan yang dilakukan.

Berbagai aksi terorisme  yang dilakukan kerap menimbulkan korban. Padahal,  di dalam Islam, membunuh orang yang tidak bersalah adalah perbuatan yang tercela. Mengacu pada Firman Allah SWT:

مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ أَنَّهُۥ مَن قَتَلَ نَفْسًۢا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِى ٱلْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ ٱلنَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَآ أَحْيَا ٱلنَّاسَ جَمِيعًا ۚ وَلَقَدْ جَآءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِٱلْبَيِّنَٰتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِّنْهُم بَعْدَ ذَٰلِكَ فِى ٱلْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ 

 Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi. (Qs. Al-Maidah: 32)“

2.   Tidak Perlu Berperang

Sobat Cahaya Islam, jihad tidak harus melalui peperangan. Adapun peperangan pada zaman Rasulullah SAW bukanlah aksi terorisme. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan pada masa Rasulullah SAW, perang menjadi salah satu media yang digunakan untuk menyampaikan sesuatu.

Lain halnya di masa sekarang, menyampaikan sesuatu bisa dilakukan tanpa harus berperang fisik. Selain itu, perang yang dilakukan pada masa Rasulullah SAW dilakukan dengan memerhatikan nilai-nilai kemanusiaan.

Zakiah Aini

Nah, Sobat Cahaya Islam itulah ulasan singkat terkait konsep jihad dalam Islam. Lalu, tindakan Zakiah Aini sama sekali jauh dari konsep jihad dalam Islam. Maka dari itu, mari sama-sama tingkatkan ilmu untuk memperkuat iman dengan ilmu yang didasari dengan dasar hukum keislaman yang benar.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY