Bolehkah Seorang Muslim Merayakan Valentine’s Day? Yuk Simak Penjelasan Berikut!

0
96

Valentine’s Day – Bulan Februari biasanya diramaikan dengan hari raya Valentine. Sebuah perayaan yang bermuara dari bangsa Romawi Kuno. Namun, tidak sedikit di antara muslim-muslimah yang merajakan hari Valentine ini. Lantas, bolehkah umat muslim merayakan Valentine’s Day? Sobat Cahaya Islam, mari simak informasi berikut!

Sekilas Tentang Valentine’s Day

Banyak versi yang beredar terkait asal mula perayaan Valentine’s Day. Namun, secara umum, setiap versi dapat ditarik benang merah bahwa hari Valentine berasal dari bangsa Romawi Kuno. Hari Valentine ini dirayakan setiap bulan Februari, terutama tanggal 14. Hal ini bermula pada sebuah perayaan Lupercilia. Sebuah perayaan yang diramaikan dengan rangkaian kegiatan sebagai upacara pensucian pada zaman Romawi Kuno.

Selanjutnya, seiring berjalannya waktu, Kristen Katolik menjadi agama di negeri Roma. Lantas, para tokoh pun mengadopsi acara tersebut disertai dengan nuansa kristiani. Sebagai upaya melekatkan ajaran Kristen, sejka tahun 496 M, upacara Romawi tersebut menjadi Hari Perayaan Gereja yang bernama Saint Valentine’s Day. Selain itu, bertepatan dengan matinya Santo Valentino.

Perayaan Valentine disebut-sebut sebagai hari penghormatan untuk salah satu tokoh nasrani. Tokoh tersebut dipercaya sebagai pembela cinta serta pejuang yang tangguh. Seiring perkembangan zaman, Valentine’s Day disamarkan dengan istilah “Hari Kasih sayang”.

Sobat Cahaya Islam, jika mengulik sejarahnya tentu amat ironis bagi kaum muslim yang ikut merayakan perayaan non muslim. Selain dipenuhi dengan hal-hal yang dilarang oleh Allah swt, upacara yang dilakukan pun penuh dengan kesyirikan yang mengagung-agungkan tokoh Nasrani.

Pandangan Islam Terhadap Valentine’s Day

Perayaan hari Valentine sudah menjadi tradisi yang membudaya. Sebuah perayaan yang diwarnai dengan ragam kegiatan yang bertentangan dengan ajaran Islam. Sobat Cahaya Islam, terkait perayaan hari Valentine ini jelas keluar dari berbagai syariat yang diajarkan Islam. Terdapat dampak buruk yang bisa ditimbulkan bagi kaum muslimin yang ikut merayakan dalam upacara yang mengagungkan tokoh Nasrani.

1.   Meniru Orang Kafir

Islam melarang untuk berperilaku tasyabbuh yakni meniru orang kafir. Terkait larangan ini tentunya berdasar pada dalil baik naqli dan aqli. Oleh karena itu, sebagai muslim yang baik hendaknya tidak ikut-ikutan menggelar acara Valentine’s Day guna terhindar dari sikap tasyabbuh.

Sabda Rasulullah saw:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ [hal. 1/269] .”

2.   Terjerumus dalam Kesyirikan dan Maksiat

Kata Valentine merupakan bahasa Latin yang memiliki makna “Yang Maha Perkasa/ Kuat/ Kuasa”. Makna ini ditujukan kepada Tuhan orang Romawi (Nimrod & Lupercius). Dengan merayakan hari Valentine ini tentu merupakan bentuk kesyirikan.

3.   Mendekati Zina

Dampak buruk lainnya yakni Valentine mendekatkan seseorang pada perbuatan zina. Seiring perkembangan zaman, perayaan pun terus bergeser.

Bermula digunakan sebagai symbol perayaan mitologi sesat, hari agama dan kini menjadi ajang pergaulan bebas. Hal ini terbukti dengan banyaknya pasangan kekasih yang berkencan, mengadakan pesta, hingga praktik zina. Na’udzubillah!

4.   Menanamkan Perilaku Boros

Perayaan Valentine akan menanamkan sifat boros pada diri seseorang. Ketika tiba Valentine’s Day, tidak sedikit orang, terutama kaum remaja membeli kado baik berupa cokelat, bunga dan hadiah lainnya. Hal ini merupakan salah satu bentuk pemborosan. Padahal harta yang ada lebih baik digunakan untuk hal yang bermanfaat.

Nah, Sobat Cahaya Islam itulah ulasan singkat terkait pandangan Islam terhadap Valentine’s Day. Semoga Allah swt senantiasa memberikan keteguhan iman sehingga terhindar dari hal-hal yang menyesatkan. Aamiin!

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY