Beriman kepada Malaikat Jibril Diwujudkan dengan Perilaku Terpuji

0
438
beriman kepada malaikat Jibril diwujudkan dengan perilaku

Beriman kepada malaikat Jibril diwujudkan dengan perilaku – Umat muslim diwajibkan untuk beriman kepada malaikat Jibril. Malaikat jibril merupakan salah satu malaikat yang namanya disebut di dalam Al-Qur’an.

Malaikat Jibril tentunya memiliki keistimewaan di mata Allah, hingga dipercaya sebagai pembawa wahyu. Beriman kepada malaikat Jibril diwujudkan dengan perilaku mengamalkan nilai baik setiap harinya. 

Bentuk-Bentuk Perilaku Beriman kepada Malaikat Jibril

Sobat Cahaya Islam tentu tidak perlu bingung untuk menerapkan sikap beriman kepada malaikat Allah. Upaya Beriman kepada malaikat Jibril diwujudkan dengan perilaku terpuji yang setiap harinya bisa sobat lakukan dengan mudah. Selain bernilai kebaikan, upaya tersebut juga mendatangkan pahala. Berikut contoh-contoh perilaku terpuji yang dapat sobat lakukan.

1.      Memuliakan Kitab Suci Al-Qur’an

Al-Qur’an merupakan salah satu wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Al-Qur’an menjadi pedoman yang harus dijaga dan dipatuhi oleh seluruh umat muslim di muka bumi. Mengimani Malaikat Jibril dapat dilakukan dengan senantiasa menjaga dan memuliakan Al-Qur’an setiap harinya. Hal tersebut selaras dengan ayat berikut.

وَاِنَّهٗ لَتَنْزِيْلُ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ  ۗ  نَزَلَ بِهِ الرُّوْحُ الْاَمِيْنُ ۙ ۗ –

Artinya: “Dan Sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam dengan perantaraan Ar-Ruh Al-Amin (Malaikat Jibril).” (QS. As Syura: 192-193)

Sobat Cahaya Islam perlu memahami bahwa Al-Qur’n adalah sebaik-baiknya wahyu Allah yang diturunkan melalui malaikat Jibril. Hal tersebut menjadikan Al-Qur’an adalah kitab yang paling mulia. Oleh karena itu, hendaknya sebagai umat muslim senantiasa memuliakan dengan cara membaca, memahami dan menerapkan intisari Al-Qur’an.

2.      Senantiasa Mempelajari Agama Islam

Salah satu upaya beriman kepada malaikat Jibril diwujudkan dengan perilaku menekuni agama Islam. Tak hanya itu dalam mempelajari agama Islam juga harus dikorelasikan dengan iman dan ihsan. Ketiga hal tersebut merupakan kunci yang krusial dalam prinsip beragama. Hal tersebut sesuai dengan kutipan berikut.

فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Artinya: ”Dia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian.” [HR Muslim, no.8]

Penggalan hadits di atas ialah bagian dari hadits Jibril yangmenjelaskan terkait triologi Islam yang dianggap sebagai pondasi agama Islam. Malaikat Jibril senantiasa mengajarkan bahwa ketiga pondasi keagamaan seseorang yang harus dipegang teguh untuk menjadi seorang hamba yang taat.

3.      Menghargai Sesama

beriman kepada malaikat Jibril diwujudkan dengan perilaku

Mengimani malaikat Jibril juga dapat dilakukan dengan menerapkan perilaku simpati dan empati terhadap sesama. Selaku umat beragama, Sobat hendaknya memiliki rasa toleransi, dan menghargai akan orang lain. Hal tersebut juga ditekankan dalam kutipan hadits berikut.

“Jibril Alaihissalam yang aku cintai menyuruhku agar selalu bersikap lunak (toleran dan mengalah) kepada orang lain.” (HR. Ar-rabii)

Hadits tersebut menunjukkan bahwa malaikat Jibril menyampaikan kepada Nabi Muhammad SAW untuk senantiasa berakhlak baik. Tidak hanya berakhlak baik di hadapan Allah SWT, namun juga berakhlak baik di hadapan sesama hamba-Nya. Umat Muslim dianjurkan untuk saling menghargai, menyayangi sesama dan senantiasa terbuka akan adanya perbedaan.

4.      Berserah Diri pada Allah SWT

Sebagai umat muslim yang beriman, Sobat hendaknya senantiasa berserah diri pada Allah SWT. Segala Sesuatu yang bukan kapasitas manusia, pantas untuk kembali sesuai dengan kehendak Allah SWT. Sikap tersebut merupakan sebuah bentuk pengamalan dari perilaku beriman kepada malaikat Jibril. Hal tersebut ditekankan pada kutipan ayat berikut.

قُلْ نَزَّلَهٗ رُوْحُ الْقُدُسِ مِنْ رَّبِّكَ بِالْحَقِّ لِيُثَبِّتَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَهُدًى وَّبُشْرٰى لِلْمُسْلِمِيْنَ

Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Ruhulkudus (Jibril) menurunkannya (Al-Qur’an) dari Tuhanmu dengan hak untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang muslim (yang berserah diri kepada Allah).” (QS An Nahl: 102)

Ayat tersebut memaparkan bahwa malaikat Jibril bertugas menurunkan wahyu bertujuan agar umat muslim mendapat petunjuk dalam menjalani kehidupan. Dalam hal ini hendaknya umat muslim juga senantiasa menjaga iman kepada Allah dan malaikat. Penerapan bentuk keimanan tersebut dapat dilakukan dengan berserah diri dan percaya akan ketetapan yang Allah berikan.

Dengan demikian, simpulan dari pemaparan di atas ialah upaya beriman kepada malaikat Jibril diwujudkan dengan perilaku terpuji yang dapat direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut dapat dimulai dari kebaikan-kebaikan kecil untuk diri sendiri dan orang lain. Selain mendatangkan kebaikan, penerapan bentuk keimanan ini juga akan bernilai pahala yang besar. 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY