Ali Akbar diduga Jalankan Sosmed Dewa Kipas, Bagaimana Hukum Berkoar-koar dalam Sosmed?

0
35
Ali Akbar

Ali Akbar – Belakangan ini dunia olahraga ramai membicarakan Dewa Kipas dan GM Irene. Sejak kemenangan Dewa Kipas dalam aplikasi Chess.com melawan Youtuber GothamChess beberapa waktu lalu, nama Dewa Kipas menjadi trending di kolom pencarian. Namun, publik menduga hal ini dipelopori dari Ali Akbar yang notabenenya adalah anak Dewa Kipas.

Pemilik nama asli Dadang Subur ini telah memenangkan pertandingan catur melawan Youtuber asal Amerika dengan banyak konten tentang permainan catur. Pertandingan Dewa Kipas alias Dadang Subur dengan GothamChess alias Levy Rozman terjadi pada 2 Maret sekitar pukul 11 malam.

Akun Dewa_Kipas pada aplikasi Chess.com kemudian direport dan hilang. Melalui postingan dari Ali Akbar selaku anak Pak Dadang, ia menyampaikan rasa kekesalannya terkait hilangnya akun milik bapaknya, Dewa_Kipas. Akun Pak Dadang diduga direport oleh fans GothamChess karena mereka menduga Pak Dadang melakukan permainan yang curang.

Selain menyampaikan rasa kesal atas hilangnya akun Dewa_Kipas melalui akun Facebook pribadinya, Ali Akbar juga mengunggah tentang tawaran interview yang ia terima dari beberapa stasiun penyiaran. Alih-alih untuk mendapatkan uang, pungkasnya dalam sebuah tangkapan layar yang dibagikan ke Facebook “Cuan, cuan, cuan”.

Menanggapi kabar ini, tentu warganet menjadi tak berpihak pada Dewa Kipas terlebih saat ia diundang untuk bermain bersama GM Irene Sukandar melalui channel youtube Deddy Corbuzier pada Senin (22/3). Pak Dadang kalah 0-3 dari GM Irene. Sontak anggapan publik tentang curangnya Pak Dadang di aplikasi Chess.com semakin kuat.

Dugaan Netizen tentang Ali Akbar dibalik Akun Pak Dadang, Bagaimana Pendapat Islam tentang Hal Ini?

Nama Dadang Subur, Dewa Kipas, GM Irene sempat trending beberapa kali di Twitter. Selain itu, ada nama Ali Akbar, anak Pak Dadang yang diduga dalang dari viralnya Pak Dadang dan terjadi adu catur antara Dewa Kipas dan GM Irene.

Saat dikonfirmasi, Ali Akbar mengelak dengan mengatakan bahwa ia hanya bercanda dan sekadar ingin mengetahui pengaturan akun milik Bapaknya di aplikasi Chess.com. Publik menduga ini semua hanya akal-akalan dari Ali untuk meraup keuntungan dengan memanfaatkan ketenaran sang ayah.

1.     Etika Bersosial Media

Dalam tatanan kehidupan, selain etika berperilaku di masyarakat kita juga erat dengan kehidupan di dunia maya. Sehingga, segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan pribadi sebaiknya tidak dibicarakan di ruang publik karena akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Dalam Al-Quran juga dijelaskan tentang sikap kita ketika menerima sebuah berita, entah itu dari mulut ke mulut atau dari sosial media:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu” (QS. Al-Hujurat Ayat 6)

Ali Akbar

2.     Hukum Membuat Sensasi

Kasus Dewa Kipas membuat kita menerima banyak pelajaran. Mulai dari kemenangan GM Irene, pernyataan Ali Akbar dan sang ayah yang tidak sama, tuduhan-tuduhan netizen yang entah benar atau salah, juga banyak lagi lainnya. Namun, dari elakan Ali Akbar perihal sensai yang ia buat nampaknya publik memercayai akan hal itu.

Tentu saja, dalam Islam menarik perhatian publik untuk keuntungan pribadi hukumnya kurang baik untuk dilakukan. Dalam pertarungan GM Irene dan Dewa Kipas yang menang dan kalah sama-sama mendapat uang. Publik menduga Ali sengaja memviralkan sang ayah agar dapat bertanding dan memenangkan uang.

Ali Akbar

Sobat Cahaya Islam, terlepas dari benar tidaknya Ali Akbar dibalik akun sang ayah, kita sebaiknya tidak meniru hal yang diduga telah direncanakan oleh Ali Akbar dengan mengatasnamakan sang ayah. Wallahu a’lam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY