Herman Lantang Meninggal Dunia, Ini Doa yang Disampaikan

0
48
Herman Lantang

Herman Lantang – Pendiri Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) UI, Herman Lantang meninggal dunia pada hari Senin, 22 Maret 2021 dini hari. Herman meninggal genap di usia 80 tahun di RSUD Tangerang Selatan, Banten.

Herman merupakan mahasiswa Antropologi di Fakultas Sastra UI dan diketahui bersahabat dengan Soe Hok Gie. Ia pernah menjadi inspirator gerakan demo long march untuk menggulingkan pemerintah Soekarno dan gerakan Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura).

Kegemaran Herman terhadap alam muncul ketika ayahnya yang berprofesi sebagai tentara, mengajaknya ke hutan di tanah kelahirannya, Tomohon Sulawesi Utara. Usai menyelesaikan masa sekolah menengah pertamanya, ia pun bertolak ke Jakarta karena orangtuanya dipindahtugaskan.

Di Jakarta Herman melanjutkan pendidikannya di SMA 1 (Budi Utomo) tahun 1957. Kemudian pada tahun 1960 diterima di Fakultas Sastra UI Jurusan Antropologi.

Bagi Herman pendakian istimewanya  saat 17 Desember 1969. Saat itu ia merayakan ulang tahun Gie yang ke-27, dan disanalah Gie juga meninggal dunia, tepat dipangkuannya.

Herman Lantang Tutup Usia, Berikut Doa yang Wajib Dibacakan

Ketika seorang umat muslim meninggal dunia, maka kita wajib mendoakannya. Untaian doa yang dibacakan maka akan memberikan kebaikan tersendiri baginya.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila seseorang telah meninggal dunia, seluruh amalnya akan terputus kecuali 3 hal, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya.” – (HR Muslim).

Dalam surat Al-Baqarah ayat 156 terdapat doa ketika mengalami musibah atau mendengar kabar kematian seseorang. Seorang muslim tentunya harus bisa sabar dan tabah dalam mengalami ujian dari-Nya dan mengucapkan:

إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Innalillahi wa innailaihi raajiuun.

Artinya: “Sesungguhnya semua ini hanyalah milik Allah, dan hanya kepadanya kami kembali.”

Dalam islam, wajib hukumnya mendoakan orang yang telah meninggal sesuai dengan jenis kelamin mereka.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلَهُ وَأَعْقِبْنِي مِنْهُ عُقْبَى حَسَنَةً

Allahummaghfirli wa la hu wa’qibni min hu ‘uqbaa hasanah

Artinya: “Ya Allah, ampunilah diriku dan dia serta berikan kepadaku darinya pengganti yang lebih baik.”

Doa di atas diperuntukan kepada laki-laki yang telah meninggal. Jika perempuan yang meninggal maka pada bagian “wa la hu” dan “min hu” diganti menjadi “wa la ha” dan “min ha”.

Amalan yang Mengalir Setelah Kematian

Setiap yang bernyawa akan mengalami kematian. Ketika kematiann sudah datang dan jasad sudah dikubur maka tiada teman selain amal. Berikut ini amalan yang tetap mengalir setelah kematian.

1. Orang yang Membangun Masjid

Orang yang membangun masjid dipastikan amalnya akan terus mengalir sampai ia meninggal dunia. Meski sudah mati ia akan terus menerus mendapatkan pahala.

2. Orang yang Mengalirkan Sungai

Seseorang yang mengalirkan sungai pun akan mendapatkan pahala yang tak terhingga, bahkan setelah ia mati. Sebab amalnya bermanfaat bagi orang banyak.

3. Orang yang Menanam Tanaman

Siapa sangka, ternyata menanam tanaman bisa menjadi amal yang tidak pernah terputus. Karena tanaman yang ditanam bisa dimanfaatkan oleh manusia atau pun burung.

4. Orang yang Mengajarkan Ilmu Agama

Orang yang mengajarkan ilmu agama amalannya tidak akan pernah terputus sampai ia mati. Sebab ilmunya akan terus menerus mengalir kepada orang yang mempelajarinya.

5. Orang yang Didaoakan Anak Saleh

Anak saleh yang mendoakan orang tuanya dan beristigfar untuknya setelah wafat. Dan apabila orang tua mengajarkan anak ilmu Al Quran, maka akan mendapatkan pahala, selagi anak tersebut terus mengamalkan ilmunya.

Demikianlah amalan yang mengalir setelah kematian, semoga kita termasuk dalam golongan-golongan tersebut.  Semoga kematian Herman Lantang meninggalkan amalan-amalan yang menerangkan kuburannya, Aaamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY