5 Hadits Tentang Berkata Baik yang Wajib Sobat Ketahui!

0
101
5 hadits tentang berkata baik

5 Hadits tentang Berkata Baik – Beberapa orang suka mengeluarkan perkataan kurang baik. Sifat tersebut semakin banyak dimiliki oleh manusia seiring dengan perkembangan sosial media dan internet.

Namun, tahukah Sobat Cahaya Islam, bahwasanya dalam berinteraksi dengan sesama memiliki adab yang harus diikuti. Hal tersebut dijelaskan dalam 5 hadits tentang berkata baik terhadap sesama manusia.

5 Hadits Tentang Berkata Baik, Shahih Bukan Dhaif

Dalam Islam, terdapat beberapa hadits maupun ayat Alquran yang menjelaskan mengenai berkata baik. Namun, dalam artikel kali ini, hanya memaparkan 5 hadits tentang berkata baik yang bisa Sobat Cahaya Islam jadikan pegangan. Kelima hadist tersebut merupakan hadits shahih yang sanadnya mutawattir hingga ke Rasulullah.

1.      Adab Berbicara

5 hadits tentang berkata baik

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari (6018, 6136 dan 6475) dan Imam Muslim (47) dijelaskan bahwasanya, seseorang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya berkata baik, tapi jikalau tidak bisa berkata baik sebaiknya diam. Berikut bunyi hadist riwayat Bukhari dan Muslim:

عَنْ اَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الأَخِرِ فِلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ, وَ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الأَخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارُهُ, وَ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الأَخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفُهُ (رواه البخارى و مسلم)

Artinya: “Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah saw. bersabda, ‘Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya’.” (HR. Bukhari, 6018, 6019 6475 dan Muslim, 47]).

2.      Perintah Menjaga Lisan

Hadits lain yang menyeru kepada umat Muslim untuk selalu menjaga lisannya ialah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari (6474). Dalam kitabnya, dijelaskan bahwasanya, seseorang diperintahkan untuk menjaga lisannya dari perkataan jelek, yang mana nantinya perkataan itu akan dicatat oleh malaikat sebagai amal jelek. Berikut bunyi hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari.

مَنْ يَضْمَنْ لِى مَا بَيْنَ لَحْيَيْهِ وَ مَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ

Artinya: “Siapa yang menjamin (menjaga) di antara dua janggut (lisannya) dan di antara dua kakinya (kemaluannya), maka aku akan menjaminkan baginya surga.” (HR. Bukhari, 6474)

Dari hadits di atas juga dapat disimpulkan bahwasanya, sebagai insan yang mulia, kita diperintahkan untuk menjaga lisan dan kemaluan dari maksiat. Sebab, kedua hal tersebut merupakan tempat terjadinya berbagai maksiat. Jika Sobat Cahaya Muslim bisa menjaga keduanya, maka akan selamat dari kejelekan yang besar.

3.      Tidak Menyakiti Sesama Muslim dengan Cacian

Salah satu dari 5 hadits tentang berkata baik ialah yang diriwayatkan oleh Bukhari (6044) dan Muslim (64). Dalam hadis keduanya, dijelaskan bahwa seorang Muslim sebaiknya tidak mencaci sesamanya. Sebab, mencaci sesama Muslim merupakan kefasikan, dengan kata lain kita diharuskan untuk menjaga lisan dan selalu berkata baik. Berikut haditsnya.

سِبِابُ المُسْلِمٍ فُسُوْقٌ وَ قِتَالُهُ كُفْرٌ

Artinya: “Mencaci seorang Muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran.

4.      Larangan Ghibah

5 hadits tentang berkata baik

Salah satu contoh berkata buruk ialah melakukan ghibah dengan orang lain. Membicarakan saudara sendiri merupakan hal yang jelek dan termasuk dalam orang-orang yang tidak bisa menjaga lisannya.

Larangan melakukan ghibah ini pun dijelaskan dalam kitab Shahih Muslim (2589) yang berbunyi:

عن ابى هريرة ان رسول الله صلى الله عليه و سلم قال: أَتَدْرُوْنَ ما الغِيَةُ و رسوله اعلمُ قال: ذِكْرُكَ اخاكَ بما يكره قِيْلَ اَفَرَاَيْتَ ان كان في اخي ما اقُوْلُ قال: ان كان فيه ما تقول فقداغتَبْتَهُ وان لم يكن فيه فَقَدْ بَهَتُهُ

Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. pernah bertanya kepada para sahabat, ‘tahukah kalian apa itu ghibah?’ Para sahabat menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.’ Beliau berkata, ‘Ghibah ialah engkau menceritakan hal-hal tentang saudaramu yang tidak dia suka’ Ada yang menyahut, ‘Bagaimana apabila yang dibicarakan itu benar-benar ada padanya?’ Beliau menjawab, ‘Bila demikian itu berarti kamu telah melakukan ghibah terhadapnya, sedangkan bila apa yang kamu katakan itu tidak ada padanya, berarti kamu telah berdusta atas dirinya’.

5.      Orang Muslim Terbaik

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari (10) dijelaskan bahwasanya, orang Muslim terbaik ialah orang-orang yang mampu selamat dari gangguan lisan dan tangannya. Maksudnya bagaimana? Sebaiknya, Sobat Cahaya Islam menjaga lisan untuk tidak mengeluarkan perkataan buruk serta menjaga tangan untuk tidak melakukan perbuatan jelek. Berikut haditsnya.

الميلم من سلم امسلمون من لسانه و يده

Artinya: “Seoran Muslim adalah seseorang yang orang Muslim lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya.

Dari ke-5 hadits tentang berkata baik yang sudah disebutkan di atas, sebaiknya Sobat Cahaya Islam mulai mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut bertujuan supaya Sobat Cahaya Islam bisa meraih ridha sang Ilahi dan mencapai jannah-Nya kelak.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY