Tata Cara Mandi Wajib Bulan Ramadhan

0
483
mandi wajib bulan Ramadhan

cahayaislam.id – Mandi wajib atau mandi junub merupakan satu kewajiban bagi seorang Muslim yang tengah menyandang hadas besar, seperti haid, nifas, hingga keluarnya mani. Lalu bagaimana dengan mandi wajib bulan Ramadhan?

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.” (QS. Al-Ma’idah Ayat 6)

Di bulan suci ini, ada beberapa Muslim yang dengan sengaja tidak melakukan mandi wajib hingga tiba waktu subuh. Mereka memilih mandi setelah adzan subuh dengan beberapa alasan yang menyertainya, seperti terlalu dingin atau sebab-sebab lain. Padahal hendak menjalankan puasa.

Lantas bolehkah seperti demikian? Apakah puasanya akan tetap sah meskipun belum mengerjakan mandi wajib hingga adzan subuh?

Menurut para Ulama, bagi orang yang telah junub di malam hari saat bulan Ramadhan, maka diperbolehkan mandi wajib baginya setelah adzan subuh. Yang demikian puasanya pun tetap dinilai sah.

Rasulullah Mandi Junub Saat Akan Puasa

Akan tetapi, yang lebih utama tetaplah mandi wajib sebelum waktu subuh agar kita bisa memulai puasa dengan keadaan telah suci dari hadas besar. Bukan serta merta tanpa landasan, kebolehan ini juga berdasarkan pada perbuatan yang pernah dilakukan oleh Nabi SAW.

Di mana Beliau pernah menunda mengerjakan mandi junub hingga tiba waktu subuh, lalu Beliau tetap berpuasa hari itu.

Nah, Sobat Cahaya Islam, setelah mengetahui hukum mandi wajib yang dilakukan setelah adzan subuh, maka ada beberapa tata cara yang harus pula diperhatikan. Demikian ulasannya.

Tata Cara Mandi Wajib Bulan Ramadhan

Untuk melakukan mandi wajib yang benar, berikut ini caranya sebagaimana diambil dari HR Bukhari dan Muslim. Seperti apa?

1.      Niat Mandi Wajib

Yang pertama adalah niat untuk mengangkat hadas besar,

“Aku berniat untuk mengangkat hadas besar kerana Allah Taala”.

Yang kedua, niat untuk mandi wajib setelah melakukan hubungan intim atau junub,

“Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari minal janabati fardhan lillahi ta’ala.”

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah aku berniat mandi untuk membersihkan hadas besar dari jinabah, fardu karena Allah Ta’ala.”

Yang ketiga, mandi wajib setelah bersih dari haid dan nifas,

“Nawaitu ghusla liraf’il hadatsil akbar minan nifasi fardhan lillahi ta’ala.”

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari nifas, fardu karena Allah Ta’ala.”

2.      Membasuh Badan

Setelah membaca niat, maka dilanjutkan dengan membasuh seluruh anggota badan dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Sebagaiman Rasulullah SAW mencontohkan urutan pada umatnya yakni mengawalinya dengan membasuh tangan sebanyak tiga kali, kemudian membersihkan pada area kemaluan.

Setelah itu, mencuci tangan dengan tanah atau sabun, dilanjutkan berwudhu seperti wudhunya orang yang akan melakukan shalat. Baru kemudian membasuh seluruh anggota badan hingga merata.

Saat melakukan mandi junub pun, seluruh bagian badan harus sampai basah, termasuk rambut, kulit, telinga dan tentunya kemaluan.

3.      Rambut Harus Terurai

Ketika mandi wajib, rambut harus terurai dan tidak boleh dalam kondisi sedang terikat. Hal ini dikhawatirkan rambut yang terikat tidak terkena air sehingga ada bagian yang belum suci.

4.      Memberikan Wewangian

Hal ini bukan termasuk kewajiban namun sifatnya sunnah. Bagi kaum hawa, mereka bisa memberikan wewangian atau sari-sari bunga yang memberi aroma baik kepada bagian tubuh yang telah disucikan.

Hal ini bertujuan agar bau-bau yang tertinggal di badan para perempuan bisa lenyap dengan menggunakan wewangian tersebut.

Nah, Sobat, demikian di atas adalah ulasan mengenai bagaimana tata cara mandi wajib bulan Ramadhan yang benar serta bacaan niat yang tepat sebagaimana dijelaskan oleh ajaran agama Islam. Semoga artikel ini bermanfaat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY