Sikap Waspada Adalah Hikmah Beriman Kepada? Ini Penjelasannya!

0
949
sikap waspada adalah hikmah beriman kepada

Sikap waspada adalah hikmah beriman kepada – Selama hidup banyak hal yang tak bisa dihindari, mulai dari masalah kecil sampai permasalahan besar. Untuk itu, manusia perlu mengedepankan sikap waspada dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Di balik hal itu, beberapa orang bertanya sikap waspada adalah hikmah beriman kepada?

Sobat Cahaya Islam, sebagai seorang muslim, Sobat harus mempunyai sikap waspada dalam hal apapun. Selain itu, Sobat juga perlu percaya bahwa semua yang terjadi merupakan kehendak Allah SWT. Dengan begitu, Sobat bisa memasrahkan diri sekaligus hanya percaya perlindungan dari Allah SWT.

Jawaban Sikap Waspada Adalah Hikmah Beriman Kepada

Perlu Sobat ketahui, rupanya sikap waspada adalah hikmah beriman kepada qada dan qadar. Berbicara tentang waspada, ini adalah sikap yang mengajarkan manusia selalu siap menghadapi segala kemungkinan. Dengan waspada, Sobat juga tak mudah terpengaruh oleh apapun yang negatif.

Di samping itu, qada dan qadar adalah dua konsep yang sangat penting dalam islam. Qada merupakan ketetapan daro Allah SWT dan pasti terjadi. Sementara itu, qadar adalah kemampuan Allah SWT untuk menetapkan segala sesuatunya sejak awal.

Karena sikap waspada adalah hikmah beriman kepada qada dan qadar, berarti Sobat percaya bahwa semua hal sudah Allah SWT atur. Kepercayaan seperti ini akan membuat Sobat lebih sabar dalam menghadapi apapun yang terjadi di kehidupan. Sobat juga tidak merasa putus asa saat menghadapi kesulitan, karena percaya semua atas kehendak Allah SWT.

Keutamaan Beriman Kepada Qada dan Qadar

Sobat Cahaya Islam, kini Sobat sudah tahu bahwa sikap waspada adalah hikmah beriman kepada qada dan qadar. Sobat, ternyata banyak sekali keutamaan jika menanamkan keimanan yang tinggi kepada qada dan qadar. Berikut ini ada sejumlah keutamaan dari beriman kepada qada dan qadar:

1. Semakin Dekat dengan Allah SWT

sikap waspada adalah hikmah beriman kepada

Ketika Sobat bersyukur atau bersabar terhadap takdir yang Allah tetapkan, saat itulah Sobat selangkah lebih dekat dengan Allah SWT. Saat bersyukur dan bersabar, tambahkan ibadah Sobat untuk tanda syukur maupun memohon ampun. Mungkin saja semua takdir yang terjadi merupakan keinginan Allah agar Sobat lebih dekat kepada-Nya.

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa, semakin manusia mendekat kepada Allah, maka Allah lebih dekat kepada hamba-Nya. Ini sesuai sabda Nabi Muhammad SAW,

 “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (HR. Bukhari no. 6970 dan Muslim no. 2675).

2. Jauh dari Kesombongan

sikap waspada adalah hikmah beriman kepada

Manusia adalah makhluk yang mudah lengah dengan nikmat dari Allah SWT. Semua hal itu kerap kali membuat manusia merasa hebat dan menyombongkan dirinya kepada orang lain. Namun dengan beriman kepada qada dan qadar, manusia menyadari bahwa Allah bisa mengambil semua nikmat-Nya dengan mudah.

Dengan begitu, Sobat bisa terhindar dari sifat sombong yang Allah tidak sukai, seperti yang disebutkan dalam Al Qur’an,

 وَلَا تُصَعِّرۡ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمۡشِ فِى الۡاَرۡضِ مَرَحًا ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٍ فَخُوۡرٍۚ

Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS. Luqman Ayat 18)

3. Membersihkan Diri dari Dosa

Beriman kepada qada dan qadar juga memungkinkan Sobat membersihkan diri dari dosa. Pasalnya, dengan sifat tersebut Sobat akan langsung memohon ampun kepada Allah saat menyadari kesalahan. Dan saat orang beriman tertimpa musibah, mereka akan memuji Allah karena musibah tersebut bisa menghapus sebagian dosa-dosanya.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

 “Tidaklah seorang mukmin tertimpa suatu musibah berupa rasa sakit (yang tidak kunjung sembuh), rasa capek, rasa sakit, rasa sedih, dan kekhawatiran yang menerpa melainkan dosa-dosanya akan diampuni.” (HR. Muslim no. 2573).

Sobat Cahaya Islam, itulah pembahasan lengkap sikap waspada adalah hikmah beriman kepada qada dan qadar. Dengan pembahasan tersebut, sejatinya Sobat perlu meningkatkan iman kepada qada dan qadar serta selalu memasrahkan diri kepada-Nya. 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY