Mengajarkan Nilai-nilai Islam pada Anak Kewajiban Orangtua Untuk Fondasi Masa Depan yang Kuat

0
260
Mengajarkan nilai-nilai Islam

Mengajarkan nilai-nilai Islam pada anak adalah tanggung jawab penting bagi setiap orangtua. Dalam dunia yang penuh dengan tantangan dan godaan negatif, memberikan pengajaran agama kepada anak-anak menjadi hal yang sangat penting. Hal ini untuk membentuk karakter yang kuat dan moral yang baik.

Salah satu cara yang efektif dalam mengajarkan nilai-nilai Islami pada anak adalah melalui contoh yang baik dari orangtua. Anak-anak memiliki naluri alami untuk meniru orang dewasa di sekitar mereka, terutama orangtua mereka.

Oleh karena itu, orangtua harus menjadi teladan yang baik dalam menjalankan nilai-nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang ajaran Islam juga merupakan bagian penting dari pendidikan nilai-nilai Islami pada anak. Ini dapat dilakukan melalui kegiatan seperti mengajarkan anak-anak tentang Al-Quran, hadis, dan kisah-kisah nabi.

Menggunakan metode yang menyenangkan dan interaktif, seperti permainan, cerita, atau lagu, dapat membuat proses belajar menjadi lebih menarik bagi anak-anak. Dalam proses ini, penting juga untuk menjelaskan arti dan makna dari nilai-nilai yang diajarkan. Agar anak-anak dapat memahaminya dengan baik.

Upaya Mengajarkan Nilai-nilai Islam Pada Anak

Ada beberapa upaya yang bisa Sobat Cahaya Islam lakukan jika ingin mengajarkan nilai-nilai Islam pada anak. Sobat bisa mengikuti dan mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari, ya.

1.      Ajarkan anak secara langsung tentang nilai-nilai Islam

Orangtua dapat mengambil peran aktif dalam mendidik nilai-nilai Islam dengan cara langsung mengajarkan anak-anak tentang ajaran dan praktik Islam. Ini melibatkan memberikan pengetahuan dasar tentang keyakinan, ibadah, akhlak, dan kisah-kisah dari Al-Qur’an dan Hadis.

Orangtua dapat mengajarkan anak-anak mereka tentang hal-hal dasar seperti, shalat, puasa, zakat, dan haji. Mengajarkan nilai-nilai Islam juga diharuskan oleh orangtua.

Nilai-nilai Islam itu dapat berupa ketaatan kepada Allah SWT. Ajarkan kepada anak untuk melakukan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Salah satunya adalah perintah untuk menutup aurat dan memakai jilbab untuk perempuan.

Ajarkan kepada anak secara langsung dan jelaskan maksud dari perintah tersebut. Melalui pengajaran langsung, orangtua dapat memberikan pemahaman yang mendalam tentang Islam kepada anak-anak.

يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّاَزْوَاجِكَ وَبَنٰتِكَ وَنِسَاۤءِ الْمُؤْمِنِيْنَ يُدْنِيْنَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيْبِهِنَّۗ ذٰلِكَ اَدْنٰىٓ اَنْ يُّعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا

Artinya:

‘Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.’ (QS. Al-Ahzab:59)

2.      Menyekolahkan anak di sekolah Islam

Menyekolahkan anak di sekolah Islam merupakan langkah yang penting dalam mengajarkan nilai-nilai Islam. Sekolah Islam biasanya memberikan kurikulum yang menerapkan ajaran agama dalam pelajaran sehari-hari. Hal itu akan memberikan pengetahuan yang lebih mendalam tentang Islam.

Mengajarkan nilai-nilai Islam

Anak-anak dapat belajar tentang Al-Qur’an, Hadits, tafsir, fiqh, sejarah Islam, dan nilai-nilai Islam dalam lingkungan yang mendukung.

Selain itu, di sekolah Islam, anak-anak dapat berinteraksi dengan teman sebaya yang memiliki nilai-nilai yang sama. Lingkungan yang tepat dapat memperkuat pemahaman anak-anak tentang Islam.

3.      Mengajak anak untuk mengikuti pengajian

Pengajian adalah kegiatan di mana kelompok orang berkumpul untuk mempelajari ajaran agama secara lebih dalam. Orangtua dapat mengajak anak-anak mereka untuk mengikuti pengajian di masjid atau majelis taklim.

Mengajarkan nilai-nilai Islam

Di sana, anak-anak dapat belajar dari ulama atau orang-orang yang memiliki pengetahuan agama yang lebih dalam.

Mengikuti pengajian juga memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk bertanya, berdiskusi, dan mendapatkan penjelasan yang lebih rinci tentang nilai-nilai Islam.

Selain itu, pengajian juga memperluas lingkaran sosial anak dengan orang-orang yang berkomitmen pada praktik dan pemahaman Islam yang baik.

Di pengajian banyak sekali kegiatan yang bisa mendekatkan kita dengan Allah. Kegiatan-kegiatan positif seperti berzikir dan selalu mengingat Allah. Sebagaimana perintah yang ada dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 152.

فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ ࣖ

Artinya:

‘Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.’ (QS. Al- Baqarah:152)

4.      Memberikan video kajian singkat

Orangtua juga dapat memberikan video kajian singkat kepada anak-anak mereka sebagai tambahan dalam mendidik nilai-nilai Islam. Video kajian singkat yang relevan dan sesuai usia dapat membantu anak-anak memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang Islam.

Video kajian ini dapat melibatkan penjelasan tentang konsep-konsep agama, kisah-kisah Islami, dan diskusi tentang nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui video kajian, anak-anak dapat memperluas pengetahuan mereka tentang Islam dan memperkuat pemahaman mereka tentang ajaran agama. Carilah video kajian yang sesuai dengan usia anak kita.

Jika anak kita masih kecil, maka berikanlah video yang lucu berupa kartun dan semacamnya. Hal ini akan lebih mudah dicerna oleh anak-anak karena video menampilkan visual yang mereka sukai.

Dalam keseluruhan, upaya orangtua dalam mengajarkan nilai-nilai Islam untuk anak sangatlah penting. Dengan menggabungkan berbagai pendekatan ini, orangtua dapat memberikan fondasi yang kuat bagi anak-anak. Sehingga anak-anak dapat memahami dan mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY