Fenomena Kesenjangan Sosial dan Ekonomi di Negeri dan Bagaimana Solusinya

0
195
kesenjangan sosial dan ekonomi

Kesenjangan sosial dan ekonomi – Fenomena kesenjangan sosial dan ekonomi bukan suatu fenomena baru.

Kondisi ini seringkali terjadi di negeri baik yang terkategorikan sebagai negeri berkembang bahkan maju sekalipun. Tentu saja, kondisi ini disebabkan karena berbagai hal.

Sobat Cahaya Islam, kesenjangan sosial dan ekonomi adalah fenomena yang harus dipahami dan diterima dengan kesabaran yang amat luas khususnya bagi umat muslim.

Sebab hal ini bisa saja juga terjadi pada keluarga muslim. Dengan berbekal persiapan dan kesabaran yang matang, maka setidaknya umat sudah memiliki persepsi bahwa kondisi tersebut bisa saja juga terjadi pada mereka.

Bagaimana Umat Menyikapi Fenomena Kesenjangan Sosial dan Ekonomi di Negeri?

Di era serba canggih seperti sekarang, pemberitaan terkait fenomena kesenjangan sosial dan ekonomi sangat meningkat.

Bagi sebagian muslim, pasti juga merasa kondisi demikian. Ada yang bisa bersabar, namun banyak juga yang akhirnya mengeluh dan menggungat skenario Allah Ta’ala.

Maka dari itu, sikap utama kaum muslimin yakni harus bersabar dan berusaha seoptimal mungkin terlepas dari takdir yang Allah Ta’ala berikan.

Perlu dipahami, bahwa manusia bukanlah sosok yang mampu memberikan keputusan pada masa depan. Sehingga sangatlah naif bila manusia harus terbebani dengan pemikiran masa depan tanpa mengoptimalkan usaha dan kemampuannya.

Alih – alih membayangkan masa depan, alangkah lebih baik bila umat mengusahakan segala sesuatu dan cita – citanya. Berhasil atau tidaknya, biarlah menjadi urusan Allah Ta’ala, yakni sang Pengatur Kehidupan.

Faktor Penyebab Terjadinya Kesenjangan Sosial dan Ekonomi

Ada berbagai hal yang menyebabkan fenomena kesenjangan tersebut terjadi pada sebagian umat muslim baik dari faktor internal maupun eksternal. Adapun beberapa hal tersebut yakni terurai sebagai berikut :

1.    Dampak Globalisasi

Adanya dampak globalisasi menyebabkan tersebar luasnya fenomena kesenjangan sosial dan ekonomi. Bagaimana tidak?

Beberapa area perkotaan yang menjadi sasaran globalisasi akan sangat terlihat modern dan bahkan dapat meminimalisir karakter bangsa.

kesenjangan sosial dan ekonomi

Maka dari itu, adanya aktivitas mulia seperti bersedekah akan menringankan beban yang tidak mampu. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Az Zariyat ayat 19 yakni :

وَفِيْٓ اَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّاۤىِٕلِ وَالْمَحْرُوْمِ

Artinya : Dan pada harta benda mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta.

Dan juga pada surat Ar Rum ayat 38 yang berbunyi :

فَاٰتِ ذَا الْقُرْبٰى حَقَّهٗ وَالْمِسْكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ لِّلَّذِيْنَ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَ اللّٰهِ ۖوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Artinya : Maka berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridaan Allah. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Kondisi ini tentu sangat berbeda dengan area pedesaan yang jarang terdampak arus globalisasi. Pergaulan yang super bebas cukup mengkhawatirkan hingga akhirnya muncul fenomena kesenjangan sosial.

Sementara, fenomena flexing semakin giat dilakukan sebab ingin memberitahukan terkait seberapa kaya dirinya.

Tentu, ini hanyalah sekian contoh dari adanya kesenjangan sosial dan ekonomi di negeri.

2.    Informasi yang tidak Merata

Kesenjangan tersebut juga dapat terjadi lantaran informasi yang tersebar di negeri tidaklah merata. Biasanya, info di daerah perkotaan lebih luas dan cepat mengglobal dibandingkan persebaran info di pedesaan.

kesenjangan sosial dan ekonomi

Akibatnya, kesempatan untuk maju secara ekonomi lebih banyak peluangnya di kota ketimbang di desa.

3.    Kemustahilan di Rural Area

Daerah pedesaan yang terpencil, terluar dan terdalam kadang juga menjadi kendala bagi tersebarnya arus ekonomi dan kesempatan sosial yang bagus. Walhasil, kemustahilan untuk memajukan peradaban di desa sangatlah minim peluang.

Terlepas dari adanya kesenjangan atau tidak, beruntungnya umat tidak dinilai Allah Ta’ala dari ketinggian sosial dan ekonomi semata.

Namun, dilihat dari bagaimana seorang umat tersebut memahami dan berproses untuk menjadi yang paling bertaqwa.

Nah sobat cahaya Islam, demikianlah ulasan yang berkaitan dengan kesenjangan sosial dan ekonomi dan beberapa faktor penyebabnya. Semoga ulasannya bermanfaat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY