Pentingnya Memahami Penjagaan Kesehatan mental dalam Islam

0
773
Kesehatan mental dalam Islam

Kesehatan mental dalam Islam – Kesehatan mental dalam Islam merupakan salah satu topik pembahasan yang penting untuk disampaikan sejak dini kepada generasi.

Sebab dengan mental yang sehat, persebaran dan dakwah Islam akan lebih mudah untuk dilaksanakan.

Selain itu, mengkaji Islam juga akan lebih berpotensi untuk terserap lebih banyak dibandingkan bila kondisi sedang tidak sehat secara mental.

Sobat Cahaya Islam, kesehatan mental dalam Islam bukanlah hal yang bisa disepelekan. Karena berkaitan dengan pola pikir generasi dalam berkomitmen untuk segala aktivitasnya.

Jika mental sehat, maka jiwanya akan sehat dan aktivitas yang dilakukan pastilah berujung pada kebaikan. Namun akan terjadi hal sebaliknya bila mental dalam keadaan yang buruk.

Mengapa Kesehatan Mental dalam Islam Bagi Muslim Sangat Penting?

Kesehatan mental dalam Islam merupakan perkara yang perlu ditanamkan dalam diri. untuk mengarungi kehidupan dunia yang serba banyak godaan seperti ini, sangat susah bila mental sedang down bukan?

Berikut beberapa hal yang direkomendasikan agar kesehatan mental tetap berjalan. Diantaranya yakni sebagai berikut :

1.    Menjaga Niat

Untuk menjaga kesehatan mental, hal pertama yang perlu dilakukan umat yakni dengan senantiasa menjaga niat dalam setiap aktivitas yang akan dilakukan. Hal ini sebagaimana pernyataan Rasulullah berupa hadits terkait niat yakni sebagai berikut :

 اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ . [رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبة البخاري وابو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما اللذين هما أصح الكتب المصنفة.

Arti Hadits / ترجمة الحديث :

“Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap  perbuatan tergantung niatnya.  Dan  sesungguhnya  setiap  orang  (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan”.

(Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kitab Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang).

Pastikan bahwa niat yang dimiliki adalah karena Allah Ta’ala agar diri lebih merasakan ketentraman dan kenyamanan diri.

Mengapa demikian? Sebab beberapa fakta hari ini, banyak menunjukkan bahwa sebagian umat mulai merasa tidak nyaman bahkan sampai terganggu mentalnya lantaran ingin memberikan sebuah gambaran berdasar ekspektasi netizen.

Kesehatan mental dalam Islam

Tentu hal tersebut akan sangat mengganggu kondisi jiwa dan menyebabkan keikhlasan dalam diri umat berkurang pada setiap melakukan aktivitas.

Maka dari itu, penjagaan niat amatlah penting agar Allah Ta’ala membantu untuk menjadikan diri senantiasa terus berada di jalanNya.

2.    Senantiasa Ingat Allah

Selanjutnya, selain niat, dzikrullah baik di kala bersama maupun sendiri juga penting. Umat muslim wajib memahami bahwa Allah Ta’ala senantiasa melihat aktivitas makhluknya dimanapun berada bahkan di tempat tergelap dan tersembunyi sekalipun. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Ar Rad ayat 28 yakni :

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ

Artinya : (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.

Kesehatan mental dalam Islam

Selain itu, dengan mengingat Allah Ta’ala, maka akan menghindarkan umat dari aktivitas negatif yang berpotensi mengundang diri menuju kemaksiatan. Naudzubillah.

Lingkungan Sobat Cahaya Islam juga menjadi penentu apakah diri senantiasa ingat pada Allah atau malah menjauh dariNya.

Maka dari itu, sebisa mungkin umat harus cepat menyadari dan segera beranjak apabila lingkungan mulai tak kondusif dan malah membuat lalai akan kehadiranNya.

3.    Belajar Produktif

Kemudian, umat bisa mengisi waktu luang untuk lebih produktif lagi. Salah satu faktor penyebab terganggunya kesehatan mental yakni merasa memiliki kekurangan dalam diri.

Maka dari itu, alih – alih memikirkan kekurangan diri, alangkah baiknya bagi umat untuk beranjak pada aktivitas yang disenangi dan berpotensi mendatangkan kebaikan pada dirinya.

Selain itu, menjadi produktif juga akan mendatangkan banyak kebaikan bagi si pelaku.

Pun juga mendapat bonus pahala dari Allah Ta’ala serta keilmuan yang didapatkan secara gratis dari berperilaku produktif.

Nah sobat cahaya Islam, demikianlah ulasan yang berkaitan dengan kesehatan mental dalam Islam dan beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menjaganya. Semoga ulasannya bermanfaat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY