Kajian Islam: A sampai Z Tentang Menjamak Sholat

0
714

Kajian islam – Sholat adalah kewajiban bagi setiap muslim yang sudah baligh. Muslim yang berkewajiban Sholat harus melaksanakan Sholat dalam keadaan apapun, karena ada banyak kemudahan dalam melakukan Sholat (lebih detail disini).

Tapi, bagaimana jika kita sedang dalam perjalanan jauh yang tak memungkinkan kita berhenti sejenak untuk Sholat? Dalam kajian Islam, hal ini bisa dilakukan dengan menjamak Sholat. Apa itu Sholat jamak? Bagaimana saja persyaratannya? Sholat jamak adalah menggabungkan 2 Sholat dalam 1 waktu. Hal ini diperbolehkan dalam Islam, seperti yang diterangkan dalam hadits berikut:

وَحَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا الْمُفَضَّلُ، – يَعْنِي ابْنَ فَضَالَةَ – عَنْ عُقَيْلٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا ارْتَحَلَ قَبْلَ أَنْ تَزِيغَ الشَّمْسُ أَخَّرَ الظُّهْرَ إِلَى وَقْتِ الْعَصْرِ ثُمَّ نَزَلَ فَجَمَعَ بَيْنَهُمَا فَإِنْ زَاغَتِ الشَّمْسُ قَبْلَ أَنْ يَرْتَحِلَ صَلَّى الظُّهْرَ ثُمَّ رَكِبَ ‏.‏

Annas bin Malik berkata “Apabila Rasulullah melakukan perjalanan sebelum tergelincirnya matahari, maka beliau mengakhirkan shalat Zhuhur sampai waktu Ashar lalu turun (dari kendaraan) dan menjamak keduanya. Apabila matahari tergelincir sebelum melakukan perjalanan maka Nabi shalat Zhuhur lalu naik kendaraan (untuk berangkat).” (H.R. Muslim 704)

Siapa Saja yang Boleh Menjamak Sholat?

Karena dalam kajian Islam Sholat jamak itu diperbolehkan, lalu siapa saja yang bolek melakukan Sholat jamak? Tentu saja tidak semua orang dan tidak dalam semua kondisi. Yang pertama adalah musafir atau orang yang bepergian. Jadi, benarkah sobat Cahayaislam yang sedang bepergian boleh menjak Sholatnya? Tunggu dulu, ada syarat-syarat tertentu yang perlu diketahui!

Tentu saja perjalanan yang dilakukan bukanlah perjalanan untuk maksiat. Selain itu, menurut mayoritas ulama yang telah tim Cahayaislam temui mengatakan bahwa salah satu ketentuan menjamak shalat adalah dengan perjalanan yang ditempuh berjarak antara paling tidak 80 sampai 90 kilometer.

Selain musafir, orang yang sedang sakit boleh juga menjamak sholat. Jadi apakah kalau sobat Cahayaislam sakit flu boleh menjamak Sholat? Tentu saja karena sakit yang dimaksud di sini adalah sakit yang parah. Kemudian, orang yang sedang berjihad atau sedang dalam ada bencana juga boleh menjamak sholatnya.

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم الظُّهْرَ وَالْعَصْرَ جَمِيعًا وَالْمَغْرِبَ وَالْعِشَاءَ جَمِيعًا فِي غَيْرِ خَوْفٍ وَلاَ سَفَرٍ

Bahkan ada pula hadits riwayat Muslim 705 diatas yang menyatakan bahwa Rasulullah pernah menjamak sholat, sedangkan beliau tidak sedang dalam keadaan bepergian ataupun dalam keadaan berbahaya. Inilah yang kemudian oleh para ulama dijadikan patokan bahwa menjamak sholat juga diperbolehkan untuk orang yang sakit atau sedang dalam keadaan darurat (meskipun tidak sedang bepergian).

Namun, dengan mengetahui hadits tersebut, sobat Cahayaislam tidak boleh semena-mena atau bahkan menggunakannya sebagai dalih atau alasan sobat untuk lalai dalam sholat. Sobat cahayaislam harus mengerti bahwa shalat itu wajib, dan bila tidak ada halangan atau sakit yang menimpa, maka sudah seharusnya kita mempersungguh dalam melaksanakan kewajiban sholat kita tersebut.

إِنَّ الصَّلاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

Sholat Apa Saja yang Boleh Dijamak?

Sholat wajib ada 5 waktu dalam sehari, yaitu Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya’. Dalam kajian agama ini, kita akan membahas Sholat mana saja yang boleh dijamak. Yang pertama adalah Dzuhur dan Ashar. Namun, perlu diingat bahwa meskipun Sholat Jumat dilakukan pada waktu Dzuhur, Sholat Jumat tidak dapat dijamak dengan Sholat Ashar.

Selain Sholat Dzuhur dan Ashar, Sholat Maghrib juga bisa dijamak dengan Sholat Isya’. Dalam kajian Islam ini ditekankan bahwa meskipun Sholat Maghrib dan Isya’ memiliki jumlah rakaat yang berbeda, tetapi keduanya boleh dijamak dalam keadaan tertentu.

Macam-Macam Sholat Jamak

Sobat Cahayaislam, tahukah kamu kalau Sholat jamak itu ada 2? Dalam kajian Islam ini, kami akan menjelaskannya satu per satu yaitu jamak taqdim dan jamak takhir. Jamak taqdim adalah jamak yang dilakukan di awal. Misalnya, Sholat Dzuhur yang dijamak dengan Sholat Ashar dilakukan di waktu Dzuhur.

Yang kedua adalah jamak takhir. Sebaliknya, Sholat jamak ini dilakukan di akhir. Jika Sholat Maghrib dijamak dengan Sholat Isya’, misalnya, maka Sholat jamak tersebut dilakukan di waktu Isya’. Tentu saja tergantung situasi dan kondisinya yang mana yang lebih memungkinkan.

Ketentuan-ketentuan Sholat Jamak

Ada banyak ketentuan yang perlu sobat Cahayaislam ketahui tentang Sholat jamak. Dalam kajian agama Islam ini kami akan menjelaskannya. Yang pertama, Sholat jamak harus diniati dengan niat Sholat jamak agar sah Sholatnya. Selain itu, dalam jamak taqdim harus dilakukan dengan urut dari Sholat pertama dan langsung Sholat kedua sedangkan jamak takhir tidak mengharuskan mendahulukan Sholat yang awal dulu. Lalu, Sholat jamak juga boleh dilakukan sendirian ataupun berjamaah.

Bagaimana jika Sholat jamak dilakukan sebelum bepergian? Hal ini tidak sah karena belum memenuhi ketentuan diperbolehkannya menjamak Sholat. Terakhir, jika memang diperlukan, musafir tidak hanya boleh menjamak Sholat tetapi juga boleh mengqashar atau meringkas Sholatnya. Mudah-mudahan kajian Islam ini bisa menambah wawasan bagi sobat cahayaislam semua.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!