Hati-hati dengan Niat Berpuasa Kita: Puasa Bukan Untuk Diet!

0
592

Bulan Ramadhan telah berjalan beberapa hari, bagaimana puasa sobat cahayaislam? Lancar kan? Pernahkah sobat cahayaislam mendapat pertanyaan “Puasa kok nggak kurus?” atau bahkan sobat cahayaislam memang sengaja diet mumpung Bulan Ramadhan. Jika sobat pernah mendapatkan pertanyaan seperti itu atau memang sengaja diet maka harus diwaspadai apa niat berpuasa sobat semua. Jika sudah salah niat atau niatnya ganda, maka hati-hati puasa kita bisa tidak diterima. “Fast is about loosing sins not weight.”

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Sesungguhnya amalan itu tergantung pada niatnya (HR. Bukhori)”

Dari hadist tersebut secara jelas diterangkan oleh Nabi Muhammad SAW bahwa segala amalan yang kita kerjakan itu tergantung dari niat kita. Seberapa besar pahala yang akan diterima juga  tergantung dari niat kita. Untuk itu dalam berpuasa di Bulan Ramadhan ini, kita harus benar-benar menjaga niat kita agar tidak salah. Kita niat berpuasa untuk melaksanakan perintah Allah SWT, mengharapkan pahala dari Allah yang berupa surga, dan takut dengan siksa Allah yang berupa neraka.

Dalam artikel ini, tim cahayaislam akan sedikit mengupas bila niat berpuasa kita itu salah. Apa saja itu?

Puasa kita tidak akan diterima oleh Allah

Sesungguhnya semua amalan yang tidak diniati karena Allah SWT itu akan ditolak. Kita berpuasa menahan lapar, menahan haus lebih dari 12 jam semuanya akan sia-sia saja apabila kita salah dalam menata niat berpuasa. Agama tidak melarang untuk seseorang melakukan diet. Namun, jika niat berpuasa ramadhan kita ini dibarengi dengan diet maka puasa kita tidak akan diterima. Amalan yang diterima oleh Allah adalah yang niatnya murni karenaNya. Di dalam Bulan Ramadhan sangat diperbolehkan untuk menjaga makan kita, dan itu justru hal yang baik untuk dilakukan. Yang patut menjadi perhatian adalah niatkan itu bukan untuk dier, namun hal itu dilakukan agar tubuh tetap sehat sehingga jika kita sehat maka ibadah kita akan lancar. Jika kita telah meniatkannya karena Allah dan hasilnya berat badan kita turun maka anggaplah hal itu sebagai bonus.

Salah niat termasuk dalam perbuatan syirik yang samar

Syirik adalah dosa yang paling besar yang tidak akan diampuni oleh Allah jika hambanya tidak bertaubat secara kaffah. Seperti firman Allah dalam Al-qur’an

إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Allah akan mengampuni dosa lain di bawahnya bagi siapa yang dikehendakiNya.” (Q.S An-nisaa’:116)

Terlebih dalam salah satu riwayat hadist diceritakan bahwa, Pada suatu majlis ketika para shohabat sedang berbincang mengenai penjelajah dajjal, kemudian Nabi bertanya “Maukah kalian aku beri tahu sesuatu yang lebih aku khawatirkan atas kalian dari pada penjelajah dajjal? Kemudian shohabat menjawab “Ya Nabi, kami mau Engkau beri tahu.” Nabi menjawab “Syirik Khafi, yaitu seseorang yang sholat kemudian ia memperindah sholatnya karena merasa ada seorang yang melihatnya.”

Tidak hanya  dalam hal sholat, amalan apapun yang dikerjakan dengan tanpa niat atau dobel niat maka itu termasuk dalam syirik khafi atau syirik yang samar. Dan kembali lagi Allah tidak akan mengampuni dosa syirik. Dan jika kita berdosa maka pintu surga tertutup bagi kita.

Ancaman neraka dari Allah

 Pernahkah sobat cahayaislam mendengar sebuah cerita yang tertuang dalam hadist Nabi tentang sohabat-sohabat Nabi yang ahli dalam membaca Al-qur’an dan ahli perang hingga ia wafat dalam peperangan itu, lalu cerita tentang sohabat yang ahli shodaqoh. Di hari qiamat saat mereka didatangkan dihadapan Allah SWT mereka akan diperlihatkan pahala dari amalan mereka. Lalu Allah bertanya pada mereka, Amalan apa yang kalian kerjakan hingga pahala kalian sedemikian besar? Kemudian sohabat menjawab” Kami membaca Al-qur’an, kami berjihad, kami bershodaqoh karena-Mu Ya Allah.” Allah kemudian menjawab : “kadzabta!” dusta kamu! Kamu ahli dalam membaca Al-Qur,an agar kamu disebut Ahli membaca Al-qur’an, kamu bershodaqoh agar disebut dermawan, dan kamu berperang agar disebut pemberani. Kemudian atas perintah Allah ketiganya di seret oleh Malaikat ke neraka.Dari cerita hadist tersebut kita dapat mengambil kesimpulan bahwa amalan yang tidak karena Allah maka Allah akan memasukannya ke dalam neraka.

Nah itu tadi adalah tiga hal yang kita dapatkan apabila kita salah menata niat dalam aktivitas pengamalan kita. Termasuk, dalam niat berpuasa ramadhan. Sesunggunya niat adalah pekerjaannya hati. Dan yang mengetahui hati kita hanyalah kita sendiri dan Allah SWT. Karena niat adalah pekerjaan hati maka tak perlu kita melafadzkan bacaan niat berpuasa. Justru dengan melafadzkan pada kalimat itu maka itu adalah bid’ah. Rasul tidak pernah mengajarkan kita untuk melafadzkan niat dalam amalan ibadah apapun. Jadi jaga niat berpuasanya ya sobat cahayaislam, jangan sampai di Bulan Romadhon ini justru mendatangkan dosa bagi kita.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!