Begini Hukum Mencontek Dalam Islam, Sebaiknya Jangan Lakukan!

0
236
Hukum mencontek dalam islam

Hukum mencontek dalam islam – Tidak jarang, ujian sekolah atau tes masuk sebuah lembaga menjadi momok yang menakutkan bagi beberapa orang. Alasan itulah yang membuat orang-orang menghalalkan banyak cara, termasuk dengan mencontek. Sebagai seorang muslim, maka perlu tahu bagaimana hukum mencontek dalam islam.

Biasanya, orang mencontek dengan berbagai cara supaya tidak ketahuan oleh guru ataupun pengawas yang bertugas. Hal ini bertujuan agar mendapat nilai bagus dan hasil memuaskan. Perlu Sobat pahami bahwa islam menganggap mencontek adalah perilaku yang tercela.

Apa Hukum Mencontek Dalam Islam?

Sobat Cahaya Islam, budaya mencontek tentu masih Sobat temui sampai saat ini. Biasanya budaya tersebut berlaku di kalangan pelajar Indonesia. Sayangnya budaya mencontek juga ada di kalangan orang dewasa untuk mencapai tujuan tertentu.

Sebagai contoh, orang yang menjalani tes ujian PNS atau tes-tes kedinasan lainnya. Mereka kerap mengambil jalan pintas dengan mencontek agar bisa lolos seleksi tersebut. Mencontek juga sering ditemui di kalangan pelajar yang hendak menjalankan tes perguruan tinggi.

Mirisnya lagi, saat ini banyak jasa yang menawarkan solusi demi lolos dalam sebuah ujian secara instan dengan mencontek. Tentu itu merupakan perbuatan terlarang yang menjerumuskan Sobat dalam perilaku curang.

Lalu seperti apa hukum mencontek dalam islam? Sobat Cahaya Islam wajib simak hukumnya di bawah ini.

1.       Berbuat Curang

Alasan seseorang mencontek pada umumnya yaitu demy membuat hasil ujiannya tampak baik dan membuatnya mudah mencapai tujuan. Biasanya orang seperti itu hanya mementingkan hasil yang ia dapat dan bukan prosesnya. Padahal, mencontek sama seperti menipu dan sudah berbuat curang.

Hukum mencontek dalam islam

Mengingat, mencontek adalah perbuatan instan dan bukan termasuk hasil belajar seseorang. Ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW:

مَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا

Barangsiapa yang menipu kami, maka ia tidak termasuk golongan kami.” (HR. Muslim no. 101, dari Abu Hurairah).

Mencontek sama seperti menipu, berbuat curang, serta mengelabui orang lain. Artinya orang yang mencontek sudah termasuk melakukan dosa besar.

2.       Tidak Jujur

Hukum mencontek dalam islam jelas terlarang karena sama seperti sudah berbuat tidak jujur. Padahal ketidakjujuran bisa mengantarkan seseorang masuk ke neraka. Nabi Muhammad SAW senantiasa mengajarkan kaumnya untuk berlaku jujur seperti dalam hadits:

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِى إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِى إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا

Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Hati-hatilah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan pada neraka. Jika seseorang sukanya berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Muslim no. 2607)

3.       Tergolong Sifat Orang Munafik

Sesungguhnya, mencontek menunjukkan bahwa orang itu termasuk golongan negatif. Bahkan bisa dibilang, seseorang yang mencontek tergolong ke dalam sifat orang munafik.

Hukum mencontek dalam islam

Ini sebagaimana yang tercantum dalam hadits:

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

Tiga tanda munafik adalah jika berkata, ia dusta; jika berjanji, ia mengingkari; dan ketika diberi amanat, maka ia ingkar” (HR. Bukhari no. 33 dan Muslim no. 59).

4.       Berkurangnya Keberkahan Rezeki

Sobat Cahaya Islam bisa bayangkan betapa tercelanya perbuatan mencontek demi masuk ke instansi atau perusahaan idaman. Padahal Sobat melakukan itu demi mendapat rezeki untuk kehidupan sehari-hari. Sangat disayangkan apabila seumur hidup Sobat bekerja karena lolos tes dari hasil menconteknya tadi yang tidak halal.

Bila tidak segera bertaubat, bisa saja rezeki dari tempat tersebut berkurang keberkahannya di mata Allah SWT.

5.       Mengundang Murka Allah SWT

Bersikap tidak jujur dengan mencontek bisa saja mendatangkan murka Allah SWT. Pasalnya, orang yang mencontek sama seperti mencari ridho manusia semata. Padahal kemudahan akan datang dengan mencari ridho Allah SWT semata.

Ini sudah jelas tercantum dalam:

مَنِ الْتَمَسَ رِضَاءَ اللَّهِ بِسَخَطِ النَّاسِ كَفَاهُ اللَّهُ مُؤْنَةَ النَّاسِ وَمَنِ الْتَمَسَ رِضَاءَ النَّاسِ بِسَخَطِ اللَّهِ وَكَلَهُ اللَّهُ إِلَى النَّاسِ

Barangsiapa mencari ridho Allah sedangkan manusia murka ketika itu, maka Allah akan bereskan urusannya dengan manusia yang murka tersebut. Akan tetapi barangsiapa mencari ridho manusia, namun membuat Allah murka, maka Dia akan serahkan orang tersebut kepada manusia.” (HR. Tirmidzi no. 2414. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Sobat Cahaya Islam, itulah hukum mencontek dalam islam yang ternyata sangat terlarang. Sobat perlu menjauhi kebiasaan tersebut dan harus menjalani ujian dengan penuh kejujuran. 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY