Dalil tentang Kejujuran yang Termaktub dalam Alquran

0
265
dalil tentang kejujuran

cahayaislam.id – Semua agama pastinya mengajarkan umatnya untuk sennatiasa berbuat jujur, demikian pula dengan agama Islam. Bahkan perintah tersebut dicantumkan dalam Alquran, banyak dalil tentang kejujuran yang dijelaskan dan bisa kita jadikan pelajaran.

Kejujuran merupakan satu sifat yang sangat mulia. Jujur artinya berkata benar, di mana hati sesuai dengan perkataan yang dilontarkan oleh lisan. Bisa juga diartikan sebagai perkataan yang sesuai dengan realita atau kenyataan sebenarnya.

Jujur memiliki manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain, mulai dari hati bisa merasa tenang dan damai serta kita akan terjauhkan dari fitnah. Sedangkan orang lain akan selalu percaya kepada kita.

Berbeda dengan dusta, orang yang sering kali berdusta akan selamanya ditandai sebagai pendusta sehingga sulit memperoleh kepercayaan dari orang-orang di sekitarnya.

Dalil tentang Kejujuran yang Termaktub dalam Alquran

Nah, Sobat Cahaya Islam, beberapa di bawah ini adalah dalil Alquran yang menjelaskan tentang kejujuran. Apa saja?

1.      Mendekati Orang Jujur

Yang pertama, dari ayat di atas maka kita mendapatkan perintah dari Allah SWT untuk selalu mendekatkan diri kepada orang-orang yang jujur. Sebab dengan demikian maka kita akan memperoleh ilmu maupun kabar yang baik dan sesuai dengan fakta.

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصّٰدِقِينَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar (jujur).” (QS. At-Taubah: 119)

dalil tentang kejujuran

Contohnya saja jika dia orang yang jujur dan selalu membagikan ilmu tentang agama Islam, maka sudah sepatutnya kita selalu mendekatinya untuk mengambil manfaat dari ilmu yang benar.

2.      Berbicara Jujur serta Menepati Janji

Selanjutnya, dari ayat di atas kita diperintahkan oleh Allah SWT untuk selalu berbicara dengan jujur apa adanya. Terlebih lagi jika kita telah membuat janji dengan orang lain, maka hendaklah bersungguh-sungguh menepatinya.

وَاِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوْا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبٰى ۚ وَبِعَهْدِ اللّٰهِ اَوْفُوْا ۗ ذٰلِكُمْ وَصّٰىكُمْ بِهٖ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

Artinya: “Apabila kamu berbicara, bicaralah sejujurnya, sekalipun dia kerabat(mu) dan penuhilah janji Allah. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu ingat.” (QS. Al-An’am: 152)

Orang yang jujur tidak akan pernah ingkar dari janji yang sudah diikrarkan kepada orang lain sebab ketakutannya pada dosa dan juga menghindarkan diri dari sifat munafik.

Hadits tentang Kejujuran

Selain dalil dalam Alquran, kejujuran juga dijelaskan dalam beberapa hadits di bawah ini.

·         Jujur Mengantarkan Manusia ke Surga

Dari hadits di atas, disebutkan bahwa jujur akan dicatat sebagai satu amal baik yang bisa mengantarkan pelakunya ke surga Allah SWT.

dalil tentang kejujuran

Berkebalikan dengan orang yang berdusta, nantinya mereka (pelaku dusta) akan diantarkan menuju neraka. Sebab menjadi salah satu perbuatan yang dicatat sebagai amalan buruk.

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِى إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِى إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا

Artinya: “Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Hati-hatilah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan pada neraka. Jika seseorang sukanya berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Muslim no. 2607)

·         Jujur Menjadikan Hati Tenang

Jika ingin hati tenang maka kita harus selalu jujur, dengan demikian jiwa juga akan terasa lebih damai. Sedangkan berkata dusta hanya akan membuat pikiran dan batin menjadi gelisah, hidup pun terasa jauh dari ketenteraman.

دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيبُكَ فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِينَةٌ وَإِنَّ الْكَذِبَ رِيبَةٌ

Artinya: “Tinggalkanlah yang meragukanmu pada apa yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran lebih menenangkan jiwa, sedangkan dusta (menipu) akan menggelisahkan jiwa.” (HR. Tirmidzi no. 2518 dan Ahmad 1/200)

·         Jujur saat Berdagang

Selain itu, berdagang juga diwajibkan untuk selalu jujur pada pembeli. Sebab nanti di hari kiamat, perbuatannya tersebut akan dihisab untuk diperhitungkan oleh Allah SWT.

jika kita selamat dari perhitungan tersebut dan amal baik kita lebih berat daripada amalan buruk, maka kita pun akan diperkenankan masuk ke dalam surga.

إِنَّ التُّجَّارَ يُبْعَثُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فُجَّارًا إِلاَّ مَنِ اتَّقَى اللَّهَ وَبَرَّ وَصَدَقَ

Artinya: “Sesungguhnya para pedagang akan dibangkitkan pada hari kiamat nanti sebagai orang-orang fajir (jahat) kecuali pedagang yang bertakwa pada Allah, berbuat baik, dan berlaku jujur.” (HR. Tirmidzi no. 1210 dan Ibnu Majah no. 2146)

Demikian di atas adalah ulasan mengenai dalil tentang kejujuran yang termaktub di dalam kitab suci Alquran. Semoga artikel ini bermanfaat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY