Dalil Halal Bi Halal dalam Merayakan Hari Raya Idul Fitri

0
28
dalil halal bi halal

cahayaislam.id – Halal bi halal merupakan salah satu tradisi di Indonesia yang dilakukan saat momen lebaran Idul Fitri. Namun sudah tahukah mengenai dalil halal bi halal sebenarnya?

Sebab, pembahasan mengenai halal bi halal tidak ada penjelasannya di dalam Alquran maupun hadits secara spesifik.

Kendati demikian, selama ini kita mengenal istilah halal bi halal adalah tradisi untuk saling meminta maaf dengan sesame pada saat hari raya Idul Fitri.

Dalil Halal Bi Halal dalam Merayakan Hari Raya Idul Fitri

Terdapat beberapa dalil sebagai tradisi silaturahmi di hari lebaran. Antara lain sebagai berikut.

1.      Permohonan Maaf

Yang pertama, mengingat tujuan dari halal bi halal adalah saling memaafkan kesalahan satu sama lain, maka hal ini pun sangat dianjurkan.

Sebagaimana hadits di bawah ini,

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه و سلم ( من كانت له مظلمة لأحد من عرضه أو شيء فليتحلله منه اليوم قبل أن لا يكون دينار ولا درهم إن كان له عمل صالح أخذ منه بقدر مظلمته وإن لم تكن له حسنات أخذ من سيئات صاحبه فحمل عليه ) –رواه البخاري-

“Barang siapa melakukan kezhaliman kepada saudaranya, hendaklah meminta dihalalkan (dimaafkan) darinya; karena di sana (akhirat) tidak ada lagi perhitungan dinar dan dirham, sebelum kebaikannya diberikan kepada saudaranya, dan jika ia tidak punya kebaikan lagi, maka keburukan saudaranya itu akan diambil dan diberikan kepadanya”. (HR. Bukhari no. 6.169)

2.      Mendapat Kelapangan Rezeki

dalil halal bi halal

Dari Abu Hurairah, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi.” (HR. Bukhari no. 5985 dan Muslim no. 2557)

Menyambung tali silaturahmi antar sesama manusia juga bisa membuat kita dilapangkan rezeki serta diberikan umur yang panjang.

Sebab, orang yang selalu menjaga hubungan baik dengan sesamanya akan terjauhkan dari sifat-sifat buruk. Seperti iri, dengki, ghibah, benci dan lain sebagainya.

Nah, Sobat Cahaya Islam, adapun beberapa keutamaan dalam melaksanakan tradisi halal bi halal juga tidak bisa dianggap sepele.

Karena sangat banyak manfaatnya bagi kita baik selama masih di dunia maupun di akhirat kelak.

Tujuannya adalah agar keharmonisan serta tali silaturahmi antar sesama Muslim dapat terpelihara dengan baik. Lalu hal ini juga berpotensi besar untuk mendekatkan diri kita dengan Allah SWT.

Pasalnya, pada saat kita akan menyambung tali silaturahmi serta memperlakukan sesama manusia dengan baik, maka itu sama halnya kita telah menjalankan perintah Allah SWT.

Sebagaimana yang dicantumkan dalam QS. Muhammad : 22-23 yang berbunyi:

فَهَلْ عَسَيْتُمْ اِنْ تَوَلَّيْتُمْ اَنْ تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ وَتُقَطِّعُوْٓا اَرْحَامَكُم

اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ لَعَنَهُمُ اللّٰهُ فَاَصَمَّهُمْ وَاَعْمٰٓى اَبْصَارَهُمْ

“Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan tali silaturahmi (kekeluargaan)? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan telinga mereka dan dibutakan penglihatan mereka.” (QS. Muhammad: 22-23)

Tak hanya itu, bahkan dari dalil di atas kita dapat menyimpulkan bahwa Allah pun akan menjadikan seorang hamba makhluk yang dimuliakan.

Karena menyambung hubungan baik dengan orang lain adalah salah satu akhlak terpuji yang menjadi kewajiban seluruh umat Muslim maupun non Muslim.

Sedangkan mereka yang sering kali memutus tali silaturahmi maka akan dianggap sebagai perusak kehidupan yang telah ditata sedemikian baiknya oleh Allah SWT.

Lantas adakah manfaat menjaga tali silaturahmi bagi diri sendiri?

Tentu ada. Melalui kebiasaan bercengkerama, saling menanyakan kabar dengan orang lain di sekitar kita, bahkan bertukar cerita yang menyenangkan dengan mereka. Hal tersebut bisa mengubah mood kita menjadi baik.

Hal ini dibilang mampu menghadirkan rasa bahagia serta perasaan positif, sehingga kesehatan mental seseorang pun bisa terjaga sebagaimana mestinya.

Yang perlu digaris bawahi lagi, di dalam Islam, kita semua merupakan saudara. Perbedaan agama, ras, suku serta pandangan hidup tidak bisa dijadikan alasan untuk saling membenci dan menjauh bagi satu sama lain.

Membina ikatan persaudaraan selalu memberikan dampak baik, tentunya ketika ukhuwah semakin luas dilakukan maka kehidupan pun akan semakin luas berkahnya.

Demikian di atas adalah ulasan mengenai dalil halal bi halal dalam menjalankan tradisi di hari raya Idul Fitri. Serta beberapa uraian mengenai keutamaan dalam melakukan kebiasaan baik tersebut.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY