Dakwah bil Hikmah, Kaidah Penting dalam Mendakwahkan Islam

0
242
dakwah bil hikmah

Dakwah bil hikmah – Sobat Cahaya Islam, salah satu amanah Allah Ta’ala kepada umat Islam adalah dakwah. Dakwah menuntut kesungguhan dari pelakunya. Menyampaikan amar ma’ruf nahi munkar belum tentu mendapat respon yang baik. Karenanya penting sekali untuk mengetahui cara-cara dakwah bil hikmah.

Dakwah adalah kewajiban setiap muslim dan muslimah. Sayangnya amalan ini kurang populer di kalangan masyarakat muslim. Kebanyakan muslim hanya sibuk dengan agamanya sendiri dan kurang peduli dengan agama orang lain.

Padahal Rasulullah saw bersabda, “Sampaikanlah apa yang datang dariku walau satu ayat.” (HR Bukhari, no 4361)

Padahal agama ini tegak dengan adanya dakwah, saling mengajak dan menasehati pada kebenaran. Sungguh sangat rugi orang yang tidak mau mengambil bagian dalam dakwah. Allah ta’ala berfirman yang maknanya, “Sungguh manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh serta saling menasehati agar mentaati kebenaran dan saling menasehati agar menetapi kebenaran.” (QS Al-’Ashr: 2-3)

Definisi Dakwah bil Hikmah

Penjelasan mengenai dakwah bil hikmah terdapat dalam Surat An-Nahl ayat 125 yang maknanya, “Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik serta bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sungguh Tuhanmu Dialah yang lebih tahu tentang siapa saja yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang memperoleh petunjuk.”

Tiga kaidah dakwah Allah Ta’ala sebutkan dalam ayat ini, yakni: hikmah, pelajaran yang baik, dan bantahan yang baik (santun). Adapun makna dari dakwah bil hikmah adalah menyampaikan dakwah dengan mengetahui tujuannya dan memahami objek dakwahnya dengan tepat dan mendalam.

Pelajaran yang baik (mau’izhah hasanah) bermakna memberi ketentraman jiwa pada objek dakwah. Karenanya dakwah disampaikan dengan nasehat yang baik yang meresap dalam kalbu, menyentuh perasaan dengan lembut. Kekerasan dan kekakuan tidak sesuai untuk dakwah, begitu juga menelanjangi kesalahan.

Kaidah ketiga adalah bantahan yang baik. Dalam memberikan bantahan, pendakwah hendaknya mengingat tujuan dakwah. Jadi sebaiknya pendakwah menghindari ucapan berlebihan, penghinaan, dan pelecehan. Tujuan debat dalam dakwah adalah untuk menyampaikan kebenaran dan bukan untuk mencari kemenangan dalam perdebatan.

Makna Lain dari Dakwah bil Hikmah

Ibnu Taimiyah menyebutkan, “Banyak ulama salaf menyatakan: Hikmah yakni memahami agama dan juga mengamalkannya.”

Karenanya dakwah bil hikmah juga memiliki makna lain, yakni menjadi teladan yang baik atas apa yang disampaikan. Jika seseorang hanya pandai berkata-kata tetapi tidak pernah mengamalkannya maka dakwahnya tidak akan membawa pengaruh.

Akhlak dalam Dakwah bil Hikmah

Manusia menyukai sifat-sifat santun, lemah-lembut, hangat, dan penuh cinta. Karenanya sangat penting bagi seorang dai untuk memiliki akhlak-akhlak mulia. Sebaliknya keburukan akhlak tentunya akan membuat orang menjauh.

Akhlak mulia yang  sangat berpengaruh dalam dakwah di antaranya:

1.   Cinta dan kasih sayang

Rasulullah saw memiliki rasa cinta yang besar untuk umat manusia. Rasa cinta ini menjadikan beliau memiliki keinginan besar untuk menyelamatkan manusia dari api neraka. Ruh dakwah yang serupa inilah yang mesti mewarnai dakwah, yakni untuk mengajak manusia pada jalan keselamatan.

2.   Santun dan hati-hati

Hendaknya para dai menghindari sikap terburu-buru tetapi juga tidak berleha-leha, melainkan jalan pertengahan di antara keduanya. Sikap terburu-buru bisa menjadikan seseorang sembrono dan salah langkah. Sebaliknya sikap berleha-leha menjadikannya banyak tertinggal.

dakwah bil hikmah

3.   Pemaaf dan lapang dada

Sikap penting dalam dakwah adalah menahan amarah dan mengendalikannya. Seseorang yang memiliki dada lapang dan tidak mudah marah mampu menarik simpati khalayak.

4.   Menyampaikan secara bertahap

Dakwah secara bertahap lebih mudah untuk dipahami. Faktanya perubahan yang berlangsung secara bertahap lebih bersifat kokoh dan menetap daripada perubahan yang mendadak dan serta-merta.

dakwah bil hikmah

Sobat Cahaya Islam, demikian uraian mengenai dakwah bil hikmah. Sesungguhnya dakwah adalah pekerjaan yang serius dan membutuhkan energi besar. Namun jangan pernah berhenti menyampaikan dakwah walau hanya satu ayat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY