Bagaimana Tata Cara dan Doa Ziarah Kubur?

0
152
doa ziarah kubur

cahayaislam.id – Umat Muslim di Indonesia, biasanya akan melakukan ziarah kubur saat menjelang bulan suci Ramadhan. Bagaimana tata cara dan doa ziarah kubur yang benar?

Ziarah kubur biasanya dilakukan dengan mendatangi makan anggota keluarga maupun kerabat. Hal ini pun seolah-olah sudah menjadi satu tradisi di Indonesia dan menjadi warisan sejak dari jaman nenek moyang kita.

Kita harus selalu mengingat bahwa kematian sangatlah dekat. Sedangkan kita harus terus mempersiapkan diri untuk waktu tersebut.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan” (QS. Ali ‘Imran : 185)

Namun, jika tidak mengetahui tata cara yang benar maka biasanya melakukannya pun dengan sembarangan. Padahal ada cara-cara yang harus diperhatikan lalu perlu diikuti.

Tata Cara Ziarah Kubur dan Doa Ziarah Kubur

Sebelum mengetahui doa ziarah kubur, menurut sunnah ada tata cara yang bisa dilakukan. Apa saja?

Berwudhu

Yang pertama adalah diutamakan bagi kita yang akan ziarah kubur untuk memiliki wudhu. Sebab dalam membaca doa, baik Surat Yaasin maupun tahlil diri kita harus dalam keadaan suci.

Mengucap Salam

Mengucapkan salam yang dimaksud adalah ditujukan kepada ahli kubur. Meskipun kita tidak tahu apakah orang yang sudah meninggal tersebut mendengarnya atau tidak.

Namun Rasulullah SAW menganjurkan kita mengucapkan salam pada saat ziarah kubur, sebagaimana disebutkan dalam hadits di bawah ini:

Memanjatkan Doa dan Menghadap Kiblat

Yang ketiga adalah memanjatkan doa kepada Almarhum. Hal ini bertujuan agar ahli kubur yang sudah meninggal lebih dulu bisa kita mohonkan ampun kepada Allah SWT.

doa ziarah kubur

Terutama terkait dosa-dosanya saat masih hidup, selain itu kita juga berdoa agar ahli kubur bisa mendapatkan ketenangan di sisi Allah SWT.

Lalu saat memanjatkan doa-doa untuk ahli kubur hendaklah kita untuk menghadap ke arah kiblat.

Membaca Surat-surat Alquran

Adab ziarah kubur selanjutnya adala dengan membacakan Almarhum surat-surat dalam Alquran, terlebih lagi yang pendek. Seperti Surat Al-Fatihah, Al-Muawwidzatain atau Surat An-Nas dan Surat Al-Falaq, Surat Al-Ikhlas.

Kita harus menjadikan pahalanya tersebut untuk Almarhum/Almarhumah, supaya pahalanya sampai pada mereka.

Dilarang Menginjak Bagian Atas Kuburan dan Bertindak Berlebihan

Yang terakhir, kita pada waktu ziarah ke kubur tidak diperbolehkan menginjak bagian atas tanah kuburan seseorang. Sebagai bentuk penghormatan kita terhadap mereka yang telah meninggal.

doa ziarah kubur

Tak hanya itu, kita juga tidak boleh bertindak secara berlebihan. Sebab kuburan adalah tempat yang sakral dan juga keramat, maka sebaiknya kita selalu menjaga sikap.

Tentunya kita juga dilarang untuk meminta dan memohon sesuatu kepada orang yang sudah meninggal dunia. Karena yang demikian itu termasuk perbuatan syirik atau menyekutukan Allah SWT.

Ketika kita membutuhkan apapun dalam hidup maka sudah sepatutnya untuk bermunajat kepadaNya. Kita harus sadar bahwa tidak ada yang memiliki kekuatan melebihi Allah SWT dalam memberi ijabah pada doa-doa kita.

Nah, Sobat Cahaya Islam, setelah mengetahui tata cara ziarah kubur yang dipaparkan di atas. Maka inilah bacaan doa ziarah kubur yang bisa kita terapkan pada saat melakukannya jelang bulan Ramadhan.

Doa Ziarah Kubur

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ (وَعَذَابِ النَّارِ)

Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu anhu wakrim nuzulahu, wa wassi’ madkhalahu, waghsilhu bilmai was salji, wal baradi, wa naqqihi minal khathaya, kama yunaqqas saubul abyadu minad danas. Wa abdilhu daran khairan min darihi wa ahlan khairan min ahlihi, wa zaujan khairan min zaujihi, wa adkhilhul jannata wa a’idzhu min adzabil qabri, wa adzabin nari.

Artinya:

“ Ya Allah! Ampunilah almarhum (jenazah),berilah dia rahmat-mu, kesejahteraan, serta maafkanlah kesalahannya dan tempatkanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air, salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.”

Demikian di atas adalah ulasan mengenai tata cara dan doa ziarah kubur yang baik dan benar sebagaimana diajarkan dalam agama Islam. Semoga artikel ini bermanfaat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY