Amalan Hati Manusia Lebih Penting dari Amalan Badan, Ini Alasannya

0
606
amalan hati manusia

Amalan Hati Manusia – Melakukan amalan merupakan salah satu hal yang sangat dianjurkan oleh agama Islam. Terlebih lagi amalan hati manusia dianggap lebih penting daripada amalan badan. Mengapa?

Amalan hati atau biasa disebut dengan amalan batiniyah memang kerap diutamakan sebelum melakukan amalan lahiriyah yang dilakukan oleh anggota badan.

Dikarenakan amalan hati mempunyai kedudukan yang tinggi. Bahkan bisa dikatakan pahala yang diperoleh pun juga lebih besar.

Contohnya saja pada dosa hati dan dosa badan, di mana dosa kufur lebih besar dibandingkan dosa orang yang minum khamr.

Hati memang dianggap sebagai standar kebaikan dari amalan yang dilakukan oleh badan. Yang menurut Rasulullah SAW, hati menjadi titik pusat pandangan Allah.

Setiap kali seseorang melakukan sesuatu maka Allah akan menilai dari dasar hati orang tersebut.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menegaskan:

 الأعمال الظاهرة لاتكون صالحة مقبولة إلا بواسط أعمال القلب، فإن القلب ملك واﻷعضاء جنوده، فإذا خبث الملك خبثت جنوده

“Amalan badan tidak akan diterima tanpa perantara amalan hati. Karena hati adalah raja, sedangkan anggota badan ibarat prajuritnya. Bila Sang Raja buruk, maka akan buruk pula seluruh prajuritnya. ” (Majmu’ Al Fatawa, 11/208).

Mudahnya begini, jika niat hatinya baik melakukan sesuatu, maka Allah menerima amalannya tersebut. Namun jika hatinya buruk, sudah jelas Allah akan menolaknya.

3 Alasan Amalan Hati Manusia Lebih Penting dari Amalan Badan

Amalan hati sendiri memiliki sejumlah pondasi atau pokok-pokok. Yang apabila pondasi tersebut kuat dan kokoh dalam diri maka tidak ada yang perlu diragukan dari setiap amalan batiniyah.

Adapun pondasi tersebut antara lain: rasa cinta kepada Allah SWT dan RasulNya, tawakkal, takut pada kekuasaan Allah, ikhlas, sabar, dan syukur.

Lantas mengapa amalan hati dianggap lebih penting dari amalan badan? Simak alasannya di bawah ini.

1.      Menjadikan Pahala Tidak Sia-sia

amalan hati manusia

Jika seseorang melakukan amal baik secara lahiriyah saja, namun tidak didukung dari hatinya maka hal tersebut menjadikan pahalanya menjadi sia-sia belaka.

Seseorang seringkali bersedekah, namun masih sering riya’. Dia pamer atas segala perbuatan baik yang dilakukannya. Hal yang demikian disebut sebagai amalan lahiriyah tanpa batiniyah.

Oleh sebab itu, Sobat Cahaya Islam, jika tidak ingin pahala yang susah payah kita kejar ini sia-sia. Maka utamakan membangun pondasi amalan hati terlebih dahulu.

Agar tidak hanya serta merta demi pahala, namun juga karena kita merasa bahagia melakukannya.

2.      Letak Kemurnian Niat

Besar kecilnya pahala, sangat berkaitan erat deng kemurnian niat yang ada dalam hati seseorang.

Saat hendak melakukan suatu amalan, hendaklah memastikan terlebih dahulu, apakah niatnya sudah benar dan sempurna?

Sebab, amalan hati yang meskipun kecil bisa memperoleh pahala yang sangat besar jika niatnya diterima oleh Allah SWT.

Sebaliknya juga demikian, banyak yang melakukan perbuatan baik dengan penuh pengorbanan namun nilai pahala yang didapatnya adalah sedikit karena niatnya yang kurang tepat.

وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقَيِّمَةِ

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus…” (QS al-Bayyinah: 5)

3.      Menjamin Kesucian Hati

amalan hati manusia

Hanya orang-orang yang hatinya suci dan bersih saja, yang bisa melakukan amalan hati tanpa kemunafikan di dalamnya.

Mungkin seberapa dalam hati seseorang kita tidak bisa melihat, tetapi Allah SWT yang Maha Mengetahui tidak pernah tertipu oleh siapapun makhlukNya.

Hanya Dia yang bisa menjamin apakah hati manusia itu suci atau justru sebaliknya.

Demikian di atas merupakan ulasan mengenai apa saja alasan dari amalan hati manusia yang nilainya lebih baik dari amalan badan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY