Memahami Hukum Menjawab Salam Non-Muslim Bagi Generasi

0
373
menjawab salam non-muslim

Menjawab Salam Non-Muslim – Persahabatan antara muslim dan non-muslim tentu sudah banyak terjadi di lingkungan masyarakat, bahkan saking dekatnya terkadang seringkali umat refleks menjawab salam non-muslim.

Sobat Cahaya Islam, agar tidak terjadi kesalahpahaman perihal menjawab salam non-muslim, tentu ada beberapa hal yang perlu diketahui umat. Lantas, bagaimana penjelasannya? Simak ulasannya di bawah ini ya!

Bagaimana Hukum Menjawab Salam Non-Muslim?

Sebagai makhluk sosial, menjadi hal yang wajar bila dijumpai fenomena seorang muslim menjawab salam non-muslim.

Apalagi bila umat tersebut hidup dalam lingkup minoritas. Karena sifat kehidupan yang heterogenalias bercampur baur apapun agamanya, maka di beberapa tempat akan sering dijumpai adanya para non-muslim mengucapkan salam pada umat.

Sebagai umat yang baik dan menampakkan keramahan, alangkah baiknya bila umat berusaha untuk merespon.

Caranya yakni cukup dengan “wa’alaikum”. Kata “wa’alaikum” sendiri dalam Bahasa Arab dimaknai dengan “dan kamu juga”. Dengan demikian, hubungan persahabatan maupun pertemanan tetaplah dapat senantiasa terwujud.

Selain itu, para non-muslim juga tidak akan merasa tersinggung sebab salamnya tidak terjawab. Sebagai tambahan, ucapan salam yang disampaikan dan direspon dengan ramah oleh umat tentu akan memberikan kebahagiaan serta tidak menyinggung mereka.

Tips Meningkatkan Keharmonisan dengan Non-Muslim

Di dalam Islam, pertemanan merupakan hal yang diwajibkan dan perlu senantiasa terwujud. Hanya saja, seringkali ada beberapa stigma bahwa berteman dengan yang tidak seagama tidak perlu dilakukan. Tentu hal ini bukanlah sifat umat muslim.

Berteman boleh dengan siapapun, asalkan tidak sampai menjadikan Islam sebagai bahan penghinaan dan bahkan dilecehkan. Adapun berikut beberapa aktivitas yang bisa dilakukan untuk meningkatkan keharmonisan dalam persahabatan:

1.    Tidak Menyinggung Bahasan Agama

Hal pertama yang bisa dilakukan yakni dengan mengucap pernyataan yang tepat. Seringkali terjadi cekcok antara umat muslim dan non-muslim lantaran permasalahan penyebutan atau kurang paham terhadap suatu konflik yang ada.

menjawab salam non-muslim

Hal ini malah memicu konflik sehingga menyebabkan adanya perpecahan. Bahkan bisa sampai menjadikan adanya dendam turunan sehingga menjadikan generasi terdoktrin untuk saling membenci antar umat beragama.

Tentu umat perlu belajar cara berbicara yang santun. Proses pembelajaran tersebut merupakan kewajiban dan umat akan mendapat keutamaan sebagaimana firman Allah dalam surat Al Mujadalah ayat 11 yakni :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.

2.    Menyampaikan Kebenaran Islam

Kendati sobat berteman dengan non-muslim, hal tersebut tidak menjadi penghambat untuk mendakwahi mereka. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Ali Imran ayat 104 yakni :

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Artinya : Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

menjawab salam non-muslim

Tapi, cara berdakwahnya tentu saja berbeda. Sampaikan hal – hal yang menjadikan umat non-muslim memahami bahwa keteraturan Islam sebenarnya bisa memberikan kesejahteraan bagi kehidupan mereka.

Hal ini sebagaimana di masa lampau, di saat Islam berdiri sebagai suatu peradaban, Islam mampu memberikan kesejahteraan pada dunia tidak hanya umatnya saja namun juga para non-muslim.

Kisah penaklukan Al Fatih di Konstantinopel menjadi bukti nyata bahwa di masa kejayaannya, Islam tidak menghardik dan mengusir umat non-muslim melainkan ikut melindungi mereka asalkan tidak membenci Islam sebagai peraturan kehidupan.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan yang berkaitan dengan kebolehan menjawab salam non-muslim dan cara meningkatkan keharmonisan bersama mereka.

Islam adalah agama yang sempurna dan paripurna. Tentu saja hal tersebut menjadikan umat dapat hidup dengan siapapun terlepas dari keyakinannya asalkan bukan bersama para pembenci Islam. Semoga ulasannya bermanfaat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY