Istimewanya Malam Lailatul Qadar

0
779

Sahabat Cahayaislam, seperti yang kita tahu, dapat menjumpai bulan Ramadhan sudahlah merupakan rahmat tersendiri bagi seorang muslim. Mengapa demikian? Karena di dalam bulan Ramadhan, semua amalan dilipatgandakan mulai dari 10 lipatan ilaa maa syaa Allah, hanya Allah yang mengetahuinya. Maka dari itu, jika seorang muslim dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya dengan memperbanyak amalan di bulan Ramadhan, maka pahala yang besar dan derajat surga yang tinggi dapat menantinya.
Terlebih lagi apabila seorang muslim dapat menjumpai malam Lailatul Qadar. Menurut Rasulullah SAW, malam Lailatul Qadar jatuh di antara malam-malam ganjil di sepuluh malam yang akhir di bulan Ramadhan, yang mana tidak ada seorangpun yang tahu waktu pastinya. Karenanya, kita dianjurkan untuk menggenjot semangat beribadah di bulan Ramadhan, terkhusus lagi di sepuluh malam yang akhir, agar kita bisa mendapatkan barokahnya malam Lailatul Qadar.
Istimewanya malam Lalilatul Qadar
Dalam Al Quran disebutkan tentang pengertian malam lailatul qadar seperti berikut ini:

 إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Sesungguhnya Kami turunkan Al Quran di malam yang pangkat. Dan apakah kamu tahu apakah malam yang pangkat itu? Malam yang pangkat itu lebih baik daripada seribu bulan.”(Q. S. Al Qadr: 1-3)
Ayat ini turun sebagai kabar gembira bagi umat muslim yang ketika itu merasa takjub serta heran, saat Nabi menceritakan kisah empat orang Bani Isroil yang senantiasa beribadah pada Allah selama delapan puluh tahun, dan tidak pernah sekejap matapun melanggar perintah Allah. Rasulullah SAW menyebutkan, keempat orang itu adalah Ayub, Zakaria, Hizkil bin A’juz dan Yusak bin Nun. Lalu Malaikat Jibril mendatangi Nabi Muhammad SAW serta meberitahukan bahwa Allah menurunkan yang lebih baik daripada kisah tersebut, dan Malaikat Jibril pun membacakan ayat ini.
Jika seorang hamba beribadah pada Allah saat turunnya malam Lailatul Qadar, maka pahalanya lebih baik dibandingkan dengan beribadah selama seribu bulan, atau 80 tahun penuh. Dalam hadits riwayat Bukhori juga diterangkan:
Barang siapa yang berdiri (beribadah) di malam yang pangkat (lailatul qadar) dengan dasar iman dan niat mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Nah, bisa kita rasakan sobat, betapa Allah benar-benar mengistimewakan malam diturunkannya Al Quran ini dengan membuka pintu pahala serta ampunan lebar-lebar, memberi kesempatan bagi hamba-Nya untuk mendapatkan pahala yang besar dan meningkatkan derajat surga dengan amalan-amalan yang nilainya dilipatgandakan sedemikian besarnya di sisi Allah.
Doa I’tikaf yang dibaca dalam malam Lailatul Qadar
Dari Abiyin bin Ka’bin sesungguhnya Nabi SAW i’tikaf sepuluh hari akhir dari bulan Ramadhan. Maka pada tahun perjalanan (10 Hijriyah). Ketika pada tahun beliau (Nabi) diwafatkan, Nabi itikaf dua puluh hari. (HR Ibnu Majah)
Yang dimaksud dengan i’tikaf adalah berdiam diri di dalam masjid dengan merenung, mendekat, beribadah, berdzikir dan mohon ampunan kepada Allah. Syarat i’tikaf yaitu benar-benar dilakukan di dalam masjid dan tidak keluar masuk kecuali hanya untuk buang hajat.
Rasulullah SAW pun menuntun kita untuk membaca doa malam lailatul qadar atau doa i’tikaf sebanyak-banyaknya yaitu:

اَللهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha Pengampun lagi Maha Mulia, Engkau senang pada pengampunan, maka ampunilah aku.”

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!