Strategi Dakwah Rasulullah Fase Makkah dan Madinah, Ini Sejarah Aslinya

0
509
strategi dakwah Rasulullah

Strategi dakwah Rasulullah – Sobat Cahaya Islam, sebagaimana para Nabi, Rasulullah saw memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Karenanya beliau merupakan perencana yang andal. Bagaimana strategi dakwah Rasulullah saw sehingga berhasil mengislamkan Jazirah Arab? Sehingga putra-putra padang pasir yang sebelumnya terkungkung dalam keterbelakangan itu mampu menaklukkan ⅔ dunia.

Masyarakat Arab jahiliyah saat itu suka berperang. Peperangan antar suku ini nyaris berkecamuk sepanjang waktu sehingga menghambat bangsa Arab meraih kemajuan peradaban.

Kedatangan Islam mampu menerangi hati putra-putra padang pasir, mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya. Kejayaan dunia dan akhirat berhasil mereka raih hingga menjadi kekuatan baru yang menyaingi Romawi dan Persia.

Strategi Dakwah Rasulullah saw di Makkah

Lantas bagaimana strategi dakwah Rasulullah saw sehingga mampu menaklukkan hati masyarakat Arab? Umat Islam sebagai penerus dakwah beliau tentunya wajib mempelajarinya.

Strategi dakwah Nabi Muhammad saw terdiri dari dua fase, yakni fase Makkah dan Madinah yang masing-masing memiliki karakter tersendiri. Adapun rincian strategi tersebut adalah sebagai berikut:

1.   Dakwah secara sembunyi-sembunyi selama 3-4 tahun

Awalnya Rasulullah saw berdakwah secara sembunyi-sembunyi. Pada saat itu beliau menghadapi masyarakat jahiliyah yang sangat memegang kepercayaan dan tradisi leluhur.

strategi dakwah Rasulullah

Rasulullah saw mengajak keluarga dan orang-orang dekat beliau untuk masuk Islam. Beliau berhasil mengajak Khadijah binti Khuwailid, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah, dan Ummu Aiman dari kalangan keluarga.

Di samping itu Nabi Muhammad saw juga berhasil mengajak Abu Bakar Ash-Shiddiq, Abdurrahman bin Auf, Abu Ubaidah bin Jarrah, Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Saad bin Abi Waqqas, dan Thalhah bin Ubaidillah. Mereka inilah yang dikenal sebagai Assabiqunal Awwalun atau orang-orang yang pertama kali masuk Islam.

2.   Dakwah secara terang-terangan

Ajakan untuk menerima Islam mulai Nabi saw lakukan secara terang-terangan sejak tahun ke-4 kenabian. Pada saat itu turun ayat yang memerintahkan beliau untuk berdakwah secara terang-terangan, yakni: “Maka sampaikanlah secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang musyrik. Sesungguhnya Kami memelihara kamu dari (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu).” (QS Al-Hijr: 94-95)

Perintah tersebut juga Allah Ta’ala turunkan dalam ayat lainnya, “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu yaitu orang-orang yang beriman.” (QS Asy-Syu’ara: 214-215)

Dakwah secara terang-terangan ini mendapat reaksi keras dari para pemuka Quraisy. Sebagian orang mengolok-olok Nabi Muhammad saw. Pada periode inilah masuk Islam dua orang kuat dari kalangan kafir Quraisy yakni paman Nabi, Hamzah bin Abdul Muthalib dan Umar bin Khattab.

3.   Dakwah pada penduduk di luar Makkah

Makkah merupakan pusat ziarah. Karenanya pendatang dari luar kota senantiasa berdatangan. Hal ini memudahkan dakwah Islam menyebar luas. Islam berhasil menyebar ke sekitar Laut Merah, Daus di sebelah barat Makkah, serta Yatsrib atau Madinah.

strategi dakwah Rasulullah

Strategi Dakwah Rasulullah saw di Madinah

Setelah berhijrah ke Madinah tentunya ada perbedaan pada strategi dakwah Rasulullah saw. Bagaimana strategi beliau periode Madinah? Sobat Cahaya Islam bisa menyimaknya dalam uraian berikut:

1.   Memulai dakwah dari masjid

Masjid menjadi pusat dakwah dan pergerakan Islam. Dari sanalah pembentukan akidah umat Islam. Masjid Nabawi menjadi pusat kegiatan masyarakat Madinah dalam bidang agama, hukum, sosial, dan bahkan diplomasi.

2.   Mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar

Untuk menguatkan hubungan antara orang-orang yang berhijrah dengan penduduk Madinah, Rasulullah saw mempersaudarakan mereka. Hal berhasil mencegah persengketaan di antara Muhajirin dan Anshar, bahkan juga meredam pertikaian antara suku Aus dan Khazraj.

3.   Piagam Madinah

Pakta ini mengikat seluruh penduduk Madinah, tidak hanya yang muslim saja. Isinya mencakup bidang akidah, akhlak, kebaikan, hukum, kemasyarakatan, juga ekonomi. Setiap penghuni Madinah wajib mematuhi piagam ini.

Demikianlah, Sobat Cahaya Islam, strategi dakwah Rasulullah saw yang berhasil membawa cahaya Islam hingga ke hati-hati kita hari ini. Mudah-mudahan kita bisa mengikuti jejak beliau dan senantiasa istiqamah di jalan dakwah.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY