Kerjasama LPTNU Jatim – Universitas Islam Malang atau Unisma terus membuktikan komitmennya dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama atau PTNU. Langkah strategis ini terwujud dalam kerjasama LPTNU Jatim dan institusi global dalam gelaran berskala internasional.
Kerjasama dengan pihak asing ini mengangkat tema International CEO Talks, MoU Signing & Startup Innovation Forum 2026. Penandatanganan MoU diselenggarakan di Hall KH Abdurrahman Wahid, Gedung Ali bin Abi Thalib Lantai 7 Unisma.
Tujuan Kerjasama LPTNU Jatim dan Institusi Global
Rektor Unisma merangkap sebagai Ketua LPTNU Jawa Timur, Prof. H. Junaidi, menjelaskan bahwa forum global ini merupakan tindak lanjut nyata. Sebelumnya telah dilakukan kunjungan kerja para pimpinan PTNU ke berbagai universitas dan perusahaan di benua Eropa beberapa waktu lalu.
Melalui inisiatif ini, kerjasama LPTNU Jatim dan institusi global harapannya mampu membuka jalan bagi produk-produk inovasi lokal untuk bersaing di kancah internasional.
Hilirisasi Riset Beras Singkong hingga Kontrak Ekspor ke Eropa
Pencapaian paling konkret dari perluasan kerjasama LPTNU Jatim dan institusi global ini adalah tingginya minat pasar Eropa terhadap produk riset sivitas akademika. Riset terpopuler salah satunya produk beras singkong.
Sampel produk tersebut berhasil menarik perhatian ILG, yang merupakan salah satu perusahaan ekspor-impor produk halal terbesar di Eropa. Prof. Junaidi mengungkapkan bahwa pihak ILG bahkan langsung menghubungi mereka untuk meminta pasokan rutin hingga 100 ton beras singkong setiap bulannya.


Tak hanya itu, sebagai bagian dari penguatan ekosistem, kerjasama LPTNU Jatim dan institusi global saat ini juga menggandeng perguruan tinggi asal Nigeria. Tujuannya demi mematangkan proses produksi dan pengembangan komoditas pangan alternatif ini.
Pihak ILG sendiri berkomitmen penuh untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk inovasi. Salah satunya startup besutan mahasiswa maupun dosen di bawah naungan LPTNU Jawa Timur.
Jembatan Investasi Global bagi Generasi Muda
Selain penandatanganan nota kesepahaman atau MoU, acara ini dimeriahkan oleh Startup Innovation Forum. Wadah kreatif ini menampilkan presentasi ide dan produk inovatif dari para mahasiswa Unisma hingga siswa binaan tingkat SD dan SMP.
Menariknya, sesi presentasi ini disaksikan secara daring oleh deretan petinggi perusahaan Eropa yang siap memberikan dukungan pendanaan atau investasi langsung. Forum internasional ini juga menghadirkan diskusi pakar dunia demi menyukseskan implementasi kerjasama LPTNU Jatim dan institusi global menuju World Class University.
Sejumlah pembicara global yang hadir di antaranya Prof. Hendro Wicaksono dari Constructor University Bremen Jerman. Beliau yang mengulas peran Artificial Intelligence dalam riset global. Hadir juga Jeroen Rijnenberg selaku President Director SBDI Center Foundation yang membahas ekosistem bisnis berkelanjutan berbasis SDGs.
Tidak ketinggalan juga Guido Lassally atau CEO Tauros Media Nederland BV dan Dorotheus Wisman, CEO Wise Use International BV Belanda. Keduanya hadir untuk memberikan pandangan mengenai transformasi digital dan efisiensi industri modern.
Melalui sinergi global yang tertuang dalam kerjasama LPTNU Jatim dan institusi global, perguruan tinggi NU kini tidak hanya fokus pada pendidikan akademik. Sebab, PTNU juga telah bertransformasi menjadi pusat inkubasi bisnis yang kontributif dan diakui dunia.































