PCINU Hongkong menggelar upacara bendera dan tasyakuran dalam rangka untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Victoria Park, Causeway Bay, Wan Chai, pada Ahad (17/8/2025). Agenda tersebut diikuti dengan khidmat oleh warga NU dan masyarakat umum di Hong Kong.
Meskipun dilaksanakan di tengah cuaca yang tidak menentu dan keterbatasan waktu para Pekerja Migran Indonesia (PMI). Upacara bendera ini berlangsung di area lapangan yang biasanya digunakan para santri Pagar Nusa Hong Kong untuk latihan rutin.
PCINU Hongkong Menggelar Upacara Bendera
Sejumlah perwakilan lembaga, badan otonom (banom), majelis taklim, hingga peserta umum juga turut hadir dalam kesempatan tersebut. Ketua Tanfidziyah PCINU Hongkong menggelar upacara bendera menjadi momentum penting untuk menumbuhkan semangat kebangsaan bagi para Nahdliyin.
Berikut ini penjelasan mengenai poin-poin PCINU Hongkong menggelar upacara bendera yang perlu Sobat Cahaya Islam pahami dengan benar, antara lain:
1. WNI harus Patuh dan Hormat dengan KJRI
Suparno mengatakan bahwa setiap HUT RI Sobat Cahaya Islam harus lebih bersemangat untuk memeriahkannya. Bahkan, sebagai seorang WNI juga harus patuh dan hormat dengan KJRI.
Jadi, meskipun PCINU Hongkong mengadakan rangkaian acara kemerdekaan satu hari penuh, karena bertepatan dengan hari Minggu. Tentu, harus tetap mengirimkan perwakilan untuk hadir upacara kemerdekaan yang diselenggarakan KJRI bertempat di Wisma KJRI.
2. Kemerdekaan juga Memiliki Makna Mendalam Bagi Para PMI
Sementara itu, Wakil Rais PCINU Hong Kong Kiai Ali yang bertugas sebagai pelatih upacara, menekankan bahwa kemerdekaan juga memiliki makna yang mendalam bagi para PMI. Kemerdekaan RI merupakan kemerdekaan bagi para Pekerja Migran Indonesia di seluruh negara penempatan kerja.
Jadi, dari Hong Kong sendiri memiliki harapan bahwa kebijakan-kebijakan pemerintah hendaknya juga berpihak kepada kesejahteraan PMI. Aturan-aturan yang diberlakukan hendaknya juga tidak akan menyulitkan maupun membingungkan.
Hal ini agar PMI dapat bekerja dengan baik dan tenang karena dicover dengan kebijakan yang pro-PMI sebagai pahlawan devisa negara.


3. Pentingnya Rasa Syukur dan Penghormatan kepada Para Pahlawan
Dalam ramah tamah setelah istighosah dan tasyakuran, Rais Syuriyah PCINU Hongkong Kiai Kristiawanto mengingatkan pentingnya rasa syukur serta penghormatan kepada para pahlawan.
Sebagai warga NU ucapan syukur tentunya juga harus bisa diiringi dengan mengenang jasa para pahlawan pada upacara yang dilaksanakan tersebut. Selain itu, doa dan tasyakur juga dilakukan agar Sobat Cahaya Islam senantiasa mendapatkan rahmat Allah.
4. Penguatan Batin dan Mental
Melalui istighosah doa bersama menjadi penguatan batin dan mental yang berada jauh dari keluarga dan berada di negara minoritas Muslim. Rangkaian kegiatan ditutup dengan adanya kuis interaktif yang mencakup empat kategori.
Diantaranya keindonesiaan, kehongkongan, kepemian, dan kuis dadakan oleh Rais serta Ketua PCINU Hong Kong. Turunnya hujan di penghujung acara diyakini sebagai salah satu bentuk rahmat Allah yang menyertai peringatan kemerdekaan tersebut. Jadi, acara PCINU Hongkong menggelar upacara bendera memang memiliki makna tertentu bagi jajaran anggota Nahdlatul Ulama.































