Demo Mahasiswa Tolak UU Omnibus Law, Simak Pandangan Islam Tentang Demonstrasi

0
31

Demo Mahasiswa – Demo mahasiswa di beberapa wilayah di Indonesia masih berlanjut hingga hari ini Kamis (10/8/2020). Sekitar 5000 mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksinya di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

Selain di Istana Negara, BEM SI mengatakan demo mahasiwa dilakukan sekitar 50 kampus di seluruh Indonesia di wilayahnya masing-masing. Mereka mendesak pemerintah membatalkan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang dinilai cacat prosedur karena disahkan secara terburu-buru dan tidak transparan.

Koordinator Pusat Aliansi BEM SI, Remy Hastian mengaku kecewa karena pemerintah menyakiti hati rakyat di saat kondisi perekonomian Indonesia sedang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Disahkan UU Cipta Kerja menjadi bukti bahwa pemerintah dan DPR tidak memiliki hati nurani.

Demo Mahasiswa dan Pandangan Islam Tentang Demonstrasi

Sobat Cahaya Islam, demonstrasi adalah sebuah media untuk menyampaikan aspirasi yang dianggap benar oleh massa. Islam melihat demonstrasi sebagai dua belah mata pisau yakni jalan untuk berjihad dan bisa juga menjadi tindakan yang dibenci Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari :1 dan Muslim: 1907]

Sementara dalam Al Quran, s-Sunnah, Siroh Rasulullah, dan Kaidah Fiqhiyah berbunyi:

وَأَعِدُّوا۟ لَهُم مَّا ٱسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ ٱلْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِۦ عَدُوَّ ٱللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَءَاخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ ٱللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِن شَىْءٍ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)” (QS Al Anfal:60)

Isi UU Cipta Kerja yang Menuai Sorotan

  1. Penghapusan Upah Minimum

Dalam UU Cipta Kerja upah minimum kota/kabupaten (UMK) dihapus dan digantikan dengan upah minimum provinsi (UMP). UU itu dinilai menyengsarakan pekerja karena upah dibayarkan akan lebih rendah. Sementara dalam UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 disebutkan bahwa pekerja tidak boleh mendapat upah di bawah upah minimum.

2.Kontrak Seumur Hidup dan Rentan PHK

Dalam UU Cipta Kerja pada pasal 59 menyatakan bahwa outsourching adalah pekerja seumur hidup.  Hal itu diberlakukan tanpa batas jenis pekerjaan yang boleh dioutsourcing. Padahal sebelumnya outsourching dibatasi hanya untuk lima jenis pekerjaan saja. Sehingga buruh dan mahasiswa menolak keras dengan poin ini.

  1. Waktu Kerja Eksploitatif

Dalam UU Cipta Kerja pasal 81 poin 22 dinyatakan bahwa waktu lembur bertambah menjadi 4 jam per hari. Sementara pada UU Ketenagakerjaan sebelumnya lembur dikerjakan maksimal 3 jam per hari atau 14 jam dalam seminggu. Sehingga poin ini dikecam banyak pihak karena dinilai terlalu eksploitatif terhadap pekerja.

  1. Hak Cuti Hilang

UU Cipta Kerja menyatakan bahwa hak cuti dan hak upah akan dihilangkan. Yakni dalam Pasal 79 menyebutkan jika cuti akan diatur perusahaan sesuai dengan perjanjian kerja, sehingga poin ini dinilai tidak tegas. Sementara pada Pasal 88 ayat 3 menyatakan bahwa buruh yang menggunakan waktu istirahatnya untuk bekerja maka tidak akan diberikan upah. Berbeda dengan UU sebelumnya yang menyatakan bahwa buruh berhak untuk bekerja di jam istirahatnya.

  1. Outsourching Tidak Mendapat Jaminan

UU Cipta Kerja menyatakan bahwa pegawai outsourching tidak akan mendapatkan jaminan pensiun karena bukan pegawai tetap. Sehingga mahasiswa dan buruh menolak keras terhadap pasal ini karena merugikan pegawai kontrak.

  1. Peluang Besar TKA Asing ke Indonesia

UU Cipta Kerja pada poin ini memudahkan pekerja asing datang ke Indonesia. Dalam pasal ini disebutkan bahwa pekerja asing hanya bekerja dengan jabatan dan waktu tertentu. Mahasiswa dan buruh menolak keras dengan pasal ini.

Demikianlah tuntutan demo mahasiswa dan buruh mengenai pengesahan UU Cipta Kerja. Semoga  Allah SWT memberi petunjuk kebenaran dan wakil rakyat bisa menjalankan tugas dengan amanah, Aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!