Babi Ngepet Masih Eksis, Ini Lho Hukumnya dalam Islam

0
14
babi ngepet

Babi Ngepet – Beberapa hari ini, publik digemparkan dengan kemunculan babi ngepet yang meresahkan warga. Babi bukan diartikan sebagai hewan asli namun juga hewan fiktif yang bertujuan mengambil harta orang lain. Tentu, terdapat ritual – ritual khusus dalam menjalaninya. Pun, ritual ini pastilah bukan sesuatu yang halal dalam Islam.

Sobat Cahaya Islam, persoalan babi ngepet ini bukanlah hal baru sekarang. Masalahnya, justru di tengah masa pandemi seperti ini umat semakin menjadi – jadi. Tersebab karena kekurangan finansial, hal tersebut menjadikannya mencari jalan pintas untuk segera menjadi kaya. Tentu hal tersebut sangat dilarang dalam Islam.

Bagaimana Umat Muslim Menyikapi Babi Ngepet dalam Hal Mencari Rezeki?

Sebagai kaum muslimin, tentu harus menyadari bahwa jalan pintas seperti halnya babi ngepet adalah keharaman. Rezeki sebenarnya sudah diatur oleh Allah SWT sedemikian rupa. Bahkan, Allah SWT telah menjamin bahwa seseorang tidak akan menjadi jasad sebelum rejekinya diberikan semua.

Hanya saja, konteks rejeki memang tidak harus dipersempit dalam bahasan uang saja. Kasih sayang, tubuh yang sehat, pikiran yang cemerlang adalah rejeki dari Allh SWT. Mencari rezeki pun harus berdasarkan syariat supaya uang yang masuk ke dalam tubuh adalah uang yang diridhoi oleh Allah Ta’ala.

3 Dampak Negatif Mencari Rezeki yang Haram (Babi Ngepet)

Bagi kaum muslimin yang sudah mengetahui hukum dari aktivitas tertentu, kemudian teroa melanggarnya maka Allah SWT akan menunjukkan kekuasannya. Jika demikian, kemana lagi umat akan meminta pertolongan? Selain itu, umat muslim juga akan mendapatkan beberapa dampak negatif karena unsur keharaman dalam rezekinya.

1. Tidak Diridhoi Allah SWT

babi ngepet

Hal pertama yang akan didapatkan kaum muslimin yakni tak diridhoi Allah SWT. Padahal keberkahan itu datangnya karena ridho Allah Ta’ala. Sebanyak apapun rezeki yang didapat, tentu tak akan membawa kebahagiaan. Walaupun tampaknya hidup bahagia, tetap saja Allah SWT berikan kehidupan yang sempit. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Thaha ayat 124 :

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُۥ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ أَعْمَىٰ

 Arti: Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”.

2. Tak Dapat Khusyu’ Beribadah

babi ngepet

Hal kedua yang menjadi dampak negatif yakni tidak bisa beribadah dengan tenang. Bagaimana bisa tenang? Karena rezeki yang didapat dengan cara yang haram semacam ritual dengan jin tidaklah menjadikan umat lebih dekat dengan Allah SWT. Justru kedekatannya dengan Allah SWT hanya akan menjadikan dirinya terhambat dalam mencari kekayaan.

3. Haram Masuk Surga

Selain itu, Allah SWT juga mengharamkan surga bagi orang yang menggunakan cara kesyirikan. Mencuri saja bisa masuk dalam kategori dosa besar apalagi menduakan Allah SWT dengan yang lainnya. Inilah yang kadnag sering dilupakan umat.

Tidak kuatnya umat menjaga aqidah, menjadikan diri mereka terjerumus ke dalam perjanjian dengan selain Allah SWT. Padahal hal ini adalah apa – apa yang Allah SWT benci. Pun, kesyirikan yang tidak diakhiri dengan pertobatan dapat menjadikan umat diharamkan masuk surga.

Nah Sobat Cahaya Islam, itulah penjelasan secara sederhana mengenai babi ngepet dalam pandangan Islam. Sungguh umat akan sangat merugi bila kehidupannya tak bisa dimaksimalkan dengan ibadah. Alih – alih mendapatkan surga, malah yang didapat hanyalah kehinaan di dunia dan akhirat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY