Hukum Puasa Ramadhan Tanpa Niat? Apakah Sah?

0
20
hukum puasa ramadhan

Hukum Puasa Ramadhan – Hukum puasa Ramadhan dalam Islam adalah sebuah kewajiban bagi kaum muslimin yang sudah memenuhi syarat puasa. Di bulan inilah Allah SWT limpahkan banyak keberkahan bagi umat muslim yang melaksanakannya dengan sukacita dan ikhlas.

Sobat Cahaya Islam, sebagian kaum muslimin bertanya – tanya terkait keabsahan / hukum puasa Ramadhan tanpa niat. Walaupun usia bulan Ramadhan sangatlah pendek, tak menutup kemungkinan umat dapat terlupa untuk mengucapan niat puasa ramadhan.

Bagaimana Hukum Puasa Ramadhan bila Tak Mengucapkan Niat saat Makan Sahur?

Pada dasarnya setiap kaum muslimin harus melakukan segala aktivitas dengan didahului niat. Niat inilah yang akan menentukan dosa atau pahala yang akan didapatkannya. Selain itu, niat juga menjadi penanda bahwa muslim tersebut secara sadar melakukan aktivitas yang dipilihnya.

Dalam Islam, niat diartikan sebagai keinginan (al-qasdhu). Niat juga merupakan kewajiban yang harus dipenuhi untuk melakukan amalan puasa Ramadhan. Muhammad AL Hisni dalam Kitabnya Kifayah Al – Akhyar halaman 248 menuturkan bahwa posisi niat ada di dalam hati dan tidak diharuskan untuk dilafadzkan.

Hanya saja, jika ingin melaksanakan amalan sunnah maka biasanya niat dilisankan. Artinya, jika kasus yang terjadi yakni kaum muslimin tidak mengucapkan niat, maka hal tersebut tidak membatalkan puasanya, masih sah.

Inilah kebesaran dan keagungan Allah SWT untuk hambanya. Artinya, jika seorang hamba tersebut adalah orang yang berkebutuhan khusus maka tidak ada masalah. Niat puasa tetap dapat dilakukan dan sah.

Namun yang menjadi masalah yakni seorang muslim yang tak meniatkan dalam hatinya untuk berpuasa di malam harinya. Meski diucapkan dengan lisan secara keras, jika tidak dari hati tetap saja dianggap tidak sah puasanya. Hal ini sesuai dengan Firman Allah yang dilisankan melalui lisan Rasulullah yakni :

1. Niat Sahur di Malam Harinya

hukum puasa ramadhan

Selain itu, ada kekhususan tersendiri dalam puasa Ramadhan, yakni harus diniatkan. Sedangkan sebagian kaum muslimin mungkin sudah memahami bahwa puasa Sunnah boleh diniatkan pada saat paginya. Sementara puasa Ramadhan harus diniatkan di malam harinya.

Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan Rasulullah SAW dalam hadits yakni :

Hadits no. 656 dari kitab Bulughul Maram, Ibnu Hajar membawakan hadits:

وَعَنْ حَفْصَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : { مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ } رَوَاهُ الْخَمْسَةُ ، وَمَالَ التِّرْمِذِيُّ وَالنَّسَائِيُّ إلَى تَرْجِيحِ وَقْفِهِ ، وَصَحَّحَهُ مَرْفُوعًا ابْنُ خُزَيْمَةَ وَابْنُ حِبَّانَ – وَلِلدَّارَقُطْنِيِّ { لَا صِيَامَ لِمَنْ لَمْ يَفْرِضْهُ مِنْ اللَّيْلِ }

Dari Hafshoh Ummul Mukminin bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Barangsiapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka tidak ada puasa untuknya.” Hadits ini dikeluarkan oleh yang lima, yaitu Abu Daud, Tirmidzi, An Nasai dan Ibnu Majah. An Nasai dan Tirmidzi berpendapat bahwa hadits ini mauquf, hanya sampai pada sahabat (perkataan sahabat). Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibbah menshahihkan haditsnya jika marfu’ yaitu sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam riwayat Ad Daruquthni disebutkan, “Tidak ada puasa bagi yang tidak berniat ketika malam hari

Pun, niat puasa tersebut selayaknya diniatkan setiap hari sekali bukan dalam jumlah keseluruhan hari. Di masyarakat Indonesia sendiri, biasanya niat puasa ramadhan selalu diucapkan pada saat selesai shalat tarawih dan witir.

Sehingga, hal tersebut akan mempermudah umat untuk terus mengingatnya. Nah, dengan adanya kecanggihan teknologi juga dapat menjadikan kaum muslim lebih mudah dalam menjaga niat untuk melakukan puasa Ramadhan.

2. Pasang Pengingat di Android

Hari ini, ada beberapa teknologi canggih yang bisa digunakan untuk mengingatkan niat Sahur sewaktu malam. Hanya saja, yang perlu ditekankan bagi Sobat Cahaya Islam yakni niat harus dari hati. Akan menjadi hal yang sia – sia bila hanya dilisankan tapi hati masih belum ikhlas meniatkan.

Nah Sobat Cahaya Islam itulah penjelasan sederhana mengenai hukum puasa Ramadhan tanpa niat. Sah atau tidaknya puasa Ramadhan bergantung pada tingkat keinginan dalam hati untuk melakukannya. Semoga setelah membaca ulasan ini, umat akan semakin paham dan serta lebih ikhlas dalam berniat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY