LDII NTB Helat Media Gathering Jelang Muswil VIII

0
17
LDII NTB helat media gathering

LDII NTB helat media gathering menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII dengan mengundang sejumlah awak media di Kota Mataram. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memaparkan arah kebijakan dan program prioritas organisasi selama lima tahun mendatang.

Dorong Program Pengelolaan Sampah Berbasis Masjid

Menurut Abdullah, LDII NTB helat media gathering sebagai bagian dari upaya menyampaikan berbagai program organisasi kepada masyarakat melalui media. Ia menyebut LDII memusatkan pengabdian pada delapan klaster program utama. 

Delapan program tersebut mencakup kebangsaan, dakwah dan keagamaan, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan alami, ketahanan pangan dan lingkungan, teknologi digital. Seluruh program diarahkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di NTB. 

M. Ramadhani, selaku Ketua Panitia Pengarah Muswil LDII NTB mengatakan organisasi berupaya memperkuat sinergi dalam menyelesaikan persoalan strategis di daerah. Salah satu perhatian utama ialah persoalan darurat sampah. LDII mendorong masjid, majelis taklim, dan pondok pesantren menjadi pelopor gerakan Masjid Bebas Sampah. 

Gerakan tersebut juga diarahkan untuk mengembangkan bank sampah di lingkungan masing-masing. Menurut dia, persoalan sampah membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. 

Pengelolaan sampah, kata Ramadhani, perlu dimulai dari keluarga, masjid, serta komunitas melalui kebiasaan memilah dan mengolah sampah. Untuk memperkuat gerakan tersebut, LDII NTB menggagas Program Pengelolaan Sampah Berbasis Masjid (PPSBM). 

Program itu menempatkan masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai bagian dari solusi terhadap persoalan lingkungan. Ramadhani menyampaikan bahwa PPSBM dirancang melalui edukasi dan partisipasi jamaah secara sistematis serta berkelanjutan. 

Program tersebut diharapkan membentuk kedisiplinan masyarakat dalam mengelola sampah sehingga tidak mencemari lingkungan. Perwakilan pengurus LDII dari delapan kabupaten dan dua kota telah berada di Mataram untuk mengikuti agenda yang berlangsung pada 24 hingga 25 Agustus 2026. 

Muswil berlangsung di Gedung Sangkareang, kawasan Kantor Gubernur NTB, Jalan Pejanggik Nomor 12, Kota Mataram.

Fokus Pembinaan Generasi Muda dan Lingkungan

Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya menyampaikan bahwa organisasi mengembangkan dakwah sekaligus program pengabdian melalui delapan bidang utama. Salah satu fokusnya ialah penguatan kebangsaan dan nasionalisme dengan menjaga keutuhan NKRI, Pancasila, UUD 1945, serta Bhinneka Tunggal Ika.

Dody juga menjelaskan bahwa dakwah LDII mengacu pada konsep moderasi beragama. Pendekatan tersebut menekankan penghormatan terhadap pemeluk agama lain serta kemampuan hidup berdampingan di tengah masyarakat. Dakwah juga terlaksana melalui keteladanan dan aksi nyata.

LDII NTB helat media gathering

Pembinaan generasi muda menjadi perhatian lainnya. LDII berupaya membentuk generasi profesional, religius, berakhlakul karimah, memiliki nasionalisme, integritas, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Selain itu, pelestarian lingkungan dan ketahanan ekologi ditempatkan sebagai bagian dari program pengabdian. Hal tersebut dinilai sejalan dengan prinsip rahmatan lil alamin dan upaya memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Dody mendorong agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi kawasan dilakukan dengan konsep pariwisata berkelanjutan. Konsep tersebut mencakup pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, dan mitigasi bencana.

Melalui LDII NTB helat media gathering, organisasi juga menegaskan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat program pengabdian, pembinaan generasi muda, serta kontribusi terhadap pembangunan NTB.

LDII NTB helat media gathering menjadi salah satu rangkaian menuju Muswil VIII yang tidak hanya membahas agenda internal organisasi. Forum tersebut juga menjadi ruang untuk memperkenalkan program prioritas dan memperkuat komunikasi dengan masyarakat melalui media.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY