Rakor DPP dan DPW LDII Sumbar menghasilkan sejumlah agenda penguatan organisasi hingga tingkat pengurus cabang dan anak cabang. Konsolidasi tersebut digelar DPW LDII Sumatera Barat Korda I bersama DPP LDII secara hybrid di Masjid Miftahul Huda, Padang, Sabtu (23/8/2026).
Rakor DPP dan DPW LDII Sumbar
Tri Gunawan Hadi, mengatakan penguatan Pengurus Cabang dan Pengurus Anak Cabang menjadi salah satu fokus penataan organisasi. Hal ini terlaksana setelah perubahan AD/ART hasil Munas X. Menurut Tri, struktur PC dan PAC memiliki posisi strategis karena berhubungan langsung dengan masyarakat.
DPP LDII akan melakukan sinkronisasi untuk memastikan penguatan struktur tersebut dapat berjalan sebagai program prioritas. Selain struktur organisasi, penataan administrasi kepengurusan turut menjadi perhatian. Mekanisme penerbitan surat keputusan (SK) pengurus PC dan PAC ke depan akan dilakukan DPP.
Dalam kondisi tertentu, kewenangan tersebut dapat didelegasikan kepada DPW berdasarkan pertimbangan tertentu.
Penguatan Administrasi dan Evaluasi Organisasi
Dalam Rakor DPP dan DPW LDII Sumbar, DPP juga menekankan pentingnya evaluasi kinerja organisasi secara berkala. Pendampingan akan melalui mekanisme simultan terhadap DPW LDII di seluruh Indonesia. Langkah tersebut diharapkan membuat program organisasi tidak berhenti pada tahap perencanaan.
Setiap kegiatan perlu penerapan, pemantauan, dan evaluasi berdasarkan kondisi di lapangan. Tri juga mengingatkan pengurus untuk memperkuat komunikasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan.
Kehadiran tokoh pemerintah dan masyarakat dalam Rakor DPP dan DPW LDII Sumbar dapat membuka ruang kemitraan sekaligus memperkuat hubungan sosial. Sementara itu, Sekretaris DPP LDII Inu Subakto membahas kesekretariatan dan jangkauan organisasi.


Ia menyebut LDII telah memiliki kepengurusan di 37 dari 38 provinsi, 467 DPD kabupaten/kota, 2.622 PC, serta 6.018 PAC. Satu provinsi, yakni Papua Pegunungan, masih berada dalam tahap perintisan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan administrasi seiring semakin luasnya struktur organisasi.
Inu menjelaskan sekretariat berperan mendukung operasional, pengelolaan dokumen, serta pelayanan administrasi internal dan eksternal. Menurutnya, tertib administrasi akan memudahkan pengurus mengawal dan mengevaluasi berbagai program.
Ketua DPW LDII Sumatera Barat H. Muchfiandi turut mendorong evaluasi struktur kepengurusan di tingkat daerah. Ia meminta DPD memetakan wilayah yang berpotensi menjadi lokasi pembentukan PC dan PAC baru.
Dorong Program hingga Tingkat Masyarakat
Muchfiandi menekankan pelaksanaan program berbasis Karya, Kontribusi, dan Komunikasi agar manfaatnya dapat dirasakan hingga akar rumput. Ia juga meminta pengurus terus membangun komunikasi dengan tokoh agama dan masyarakat. Rakor DPP dan DPW LDII Sumbar turut membahas implementasi delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa.
Program tersebut harapannya dapat sesuai dengan kearifan lokal Sumatera Barat. Kegiatan tersebut diikuti pengurus DPD LDII se-Korda I, termasuk dari Kota Padang, Padang Pariaman, dan Pesisir Selatan. Ketua PC dan PAC LDII di Kota Padang juga turut hadir.
Penguatan struktur hingga tingkat bawah menjadi bagian penting agar program organisasi dapat berjalan lebih terarah. Dengan koordinasi antara DPP, DPW, DPD, PC, dan PAC, LDII Sumatera Barat berupaya memperluas jangkauan pelayanan sekaligus meningkatkan efektivitas kegiatan kemasyarakatan.
Melalui Rakor DPP dan DPW LDII Sumbar, para pengurus menyamakan pemahaman mengenai arah organisasi dan menyusun langkah kerja di masing-masing wilayah. Forum tersebut harapannya dapat memperkuat koordinasi, pembinaan warga, serta kontribusi LDII di tengah masyarakat.































