Sunnah Idul Adha dan Hari Tasyriq

0
955
Sunnah Idul Adha

Sunnah Idul Adha – Idul Adha adalah hari raya bagi umat Islam. Idul Adha dilaksanakan pada 10 Dzulhijjah setiap tahunnya. Memasuki awal bulan Dzulhijjah, umat Islam sudah dianjurkan menjalankan amalan-amalan sunnah sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah SAW. Sampai memasuki Idul Adha, ada juga sunnah Idul Adha yang dianjurakan untuk umat Islam.

Rangkaian Idul Adha dimulai terbenamnya matahari tanggal 9 Dzulhijjah sampai selesai hari tasyriq yakni, 11,12 dan 13 Dzulhijjah. Ada sunnah-sunnah yang dikhususkan pada waktu-waktu tersebut. Umat Islam dianjurkan mengamalkannya sebagaimana Rasulullah SAW.

Apa Saja Sunnah Idul Adha?

Ada beberapa amalan sunnah yang dianjurkan saat memasuki malam Idul Adha atau tanggal 10 Dzulhijjah. Sobat Cahaya Islam, waktu-waktu tersebut adalah waktu yang mulia, sudah semestinya kita memanfaatkan waktu tersebut dengan sebaik-baiknya. Berikut amalan sunnag yang dimaksud:

1.      Memperbanyak Ibadah di Malam Hari Idul Adha

Sejak terbanmnya matahari pada tanggal 9 Dzulhijjah, kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam itu. Contohnya memperbanyak dzikir, bacaan Al-Qur’an, memperbanyak sholawat dan sholat malam. Seperti dalam ayat berikut:

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ

Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang terbilang.” (QS. Al Baqarah: 203)

Menurut tafsirnya, Idul Adha termasuk dalam makna hari-hari terbilang. Sehingga sangat dianjurkan untuk berdzikir dan melakukan amalan lainnya dihari-hari Idul Adha, karena hari-hari tersebut merupakan waktu yang istimewa.

2.      Bertakbir

Salah satu sunnah Idul Adha yang kita ketahui bersama adalah bertakbir setiap selesai sholat, mulai dari maghrib pada tanggal 9Dzulhijjqh sampai Idul Adha dan hari tasyriq di hari-hari setelahnya. Bacaan takbirnya sama saja seperti bacaan takbir saat Idul Fitri.

3.      Bersenang-Senang dan Menikmati Makanan

Sunnah Idul Adha

Rasukullah SAW bersabda bahwa hari-hari Idul Adha dan hari tasyriq adalah hari-hari untuk bersenang-senang dan menikmati hidangan atau menyantap makanan. Hal tersebut merupakan sunnah yang dianjurkan bagi kita untuk menjalankannya.

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

Hari-hari tasyriq adalah hari menikmati makanan dan minuman( HR. Muslim no. 1141, dari Nubaisyah Al Hudzali)

Apa Saja Sunnah Hari Tasyriq?

Sunnah Idul Adha

Sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al Baqarah ayat 203 di atas, bahwa kita dianjurkan untuk berzikir di hari-hari yang terbilang. Hari-hari tasyriq adalah hari yang termasuk didalamnya, sehingga dianjurkan untuk kita memperbanyak dzikir dihari-hari tersebut. Beriku contoh memperbanyak dzikir dihari tasyriq:

  • Berdzikir kepada Allah SWT dengan Takbir setelah menyelesaikan shalat wajib. Ini merupakan pendapat mayoritas ulama.
  • Menyebut nama Allah SWT(membaca bismillah) dan takbir pada saat menyembelih. Dan, seperti anggapan kebanyakan ulama, waktu berqurban adalah sampai akhir hari tasyriq (13 Dzulhijjah).  Namun, sebagian besar sahabat percaya bahwa waktu kurban hanya tiga hari, yaitu Idul Adha dan dua hari kemudian (tanggal 11 dan 12 Dzulhijjah).
  • Mengingat Allah SWT saat menyantap makanan dan minuman. Sebagaimana sesuai syariatnya membaca Bismilah saat mulai makan dan mengucapkan Alhamdulillah setelah selesai makan.
  • Bagi yang berhaji, membaca takbir saat melempar jumroh.

Itulah sekilas ulasan tentang amalan yang menjadi sunnah Idul Adha dan hari tasyriq. Kita sebagai umat Islam bisa mengamalkan sunnah secara keseluruhan atau sebagian saja sesuai dengan kemampuan kita.

Sobat Cahaya Islam, setelah mengetahui sunnah Idul Adha dan hari tasyriq seperti yang disebutkan di atas, maka kita bisa semakin bersemangat dalam mengerjakan amalan-amalan sunnahnya, karena Idul Adha dan hari tasyriq adalah hari yang istimewa dan kesempatan untuk kita mendapatkan pahala sebanyak-banyaknya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY