Inilah Bahaya Istidraj, Kenali Ciri-Cirinya!

0
1496
bahaya istidraj

Bahaya istidraj – Sobat cahaya Islam, perlu diketahui bahwa istidraj pada dasarnya sulit disadari apabila seseorang tidak selalu muhasabah dirinya.

Selalu merasa bahwa kenikmatan dunia yang didapati merupakan hasil jerih payah diri sendiri tanpa rasa mensyukuri, padahal belum tentu kenikmatan-kenikmatan dunia yang Allah berikan adalah rezeki dari bentuk kasih sayang Allah SWT.

فَلَمَّا نَسُوا۟ مَا ذُكِّرُوا۟ بِهِۦ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَٰبَ كُلِّ شَىْءٍ حَتَّىٰٓ إِذَا فَرِحُوا۟ بِمَآ أُوتُوٓا۟ أَخَذْنَٰهُم بَغْتَةً فَإِذَا هُم مُّبْلِسُونَ

Artinya: Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.

Apa saja Bahaya Istidraj?

Bahaya istidraj sangat nampak bagi orang-orang yang tidak lalai atau selalu mengingat segala nikmat Allah SWT. Dimana dalam hakikatnya, istidraj adalah sebuah siksaan yang mana bukan sebuah nikmat meskipun dalam penerimaannya berupa nikmat. Siksa tersebut ditangguhkan dalam waktu yang lama, atau hingga batas waktu yang telah ditetapkan.

Mengenai waktu siksaan dari Allah SWT, ada yang berpendapat bahwa tangguhan azab dan siksaan bisa terjadi di dunia terlebih dahulu, kemudian disempurnakan di akhirat. Namun ada pula mufasir yang berpendapat bahwa tangguhan azab dan siksaan Allah SWT akan terlaksana di akhirat kelak.

Tujuan Allah SWT menimpakan azab kepada umat terdahulu, yaitu untuk menjadikannya sebagai peringatan dan pelajaran. Dimana dengan maksud dan tujuan agar umat-Nya kembali kepada jalan yang benar dan memperbaiki keimanannya.

Sobat cahaya Islam, maka dapat disimpulkan bahwasanya bahaya dari istidraj ini, yaitu azab yang pedih di akhirat kelak. Apabila seseorang tidak segera menyadarinya dan tidak mendapat kasih sayang Allah SWT. Sehingga untuk menghindarkan diri dari istidraj, perlu kita pahami bagaimana pengertian dan ciri-ciri umum dari istidraj ini.

Pengertian dan Ciri-Ciri Umum Istidraj

Dalam bahasa Arab, istidraj berasal dari kata “daraja” yang berarti naik dari satu tingkatan ke tingkatan selanjutnya. Namun secara istilah, istidraj merupakan hukuman dari Allah SWT sedikit demi sedikit dan atau tidak diberikan secara langsung. Dimana hukuman itu sendiri berbentuk nikmat yang disegerakan dalam bentuk pemanjaan.

فَذَرْنِى وَمَن يُكَذِّبُ بِهَٰذَا ٱلْحَدِيثِ ۖ سَنَسْتَدْرِجُهُم مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ

Artinya: Maka serahkanlah (ya Muhammad) kepada-Ku (urusan) orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al Quran). Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui,

Dari penggalan ayat tersebut maka bahaya istidraj harus diwaspadai dengan memperhatikan beberapa ciri-ciri umum dari istidraj, yaitu antara lain:

1. Selalu mendustakan nikmat dan ayat-ayat Allah SWT

Mereka yang meremehkan nikmat dan enggan untuk mengamalkan ayat-ayat Allah dalam keseharian, padahal mereka telah mengetahuinya. Dimana hal tersebut dijelaskan dalam firman Allah SWT pada QS. Al-A’raf ayat 182.

وَٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُم مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ

Artinya: Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangaur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.

2. Nikmat Allah tetap datang meski selalu berbuat maksiat

Ciri umum kedua seseorang terkena istidraj, yaitu mereka yang selalu berbuat maksiat dengan melanggar yang telah diperintahkan Allah SWT dan Rasul Nya, serta mereka merasa tidak puas atas karunia yang Allah berikan.

Ali Bin Abi Thalib ra berkata : “Hai anak Adam ingat dan waspadalah bila kau lihat Tuhanmu terus menerus melimpahkan nikmat atas dirimu sementara engkau terus-menerus melakukan maksiat kepadaNya”, (Mutiara Nahjul Balaghah Hal 121).

3. Jarang ditimpa sakit

Ciri umum yang ketiga, yaitu seseorang yang terkena istidraj jarang ditimpa penyakit, padahal hikmah dari sakit itu sendiri salah satunya adalah penghapus dosa bagi umat manusia.

Di mana jika Allah menyayangi hamba Nya, maka tiap hamba Nya melakukan kesalahan akan Allah tegur dengan penyakit dan kesempitan rezeki agar hamba Nya tersebut kembali mengingatnya.

Imam Syafi’i mengatakan: “Setiap orang pasti pernah mengalami sakit suatu ketika dalam hidupnya, jika engkau tidak pernah sakit maka tengoklah ke belakang mungkin ada yang salah dengan dirimu.”

Nah sobat cahaya Islam, itulah ciri-ciri umum istidraj dan bahaya istidraj itu sendiri. Semoga kita senantiasa selalu dalam lindungan dan kasih sayang Allah SWT.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY