Polisi banting pendemo-Seorang anggota polisi membanting seorang mahasiswa di Tangerang. Kondisi tersebut kemudian langsung meminta maaf kepada mahasiswa yang bersangkutan dan keluarganya. Alasan polisi banting pendemo dikarenakan refleks yang terjadi begitu saja. Dia tidak punya tujuan untuk mencelakai mahasiswa tersebut.
Sobat Cahaya Islam, Islam mengajarkan kita untuk saling memaafkan sesama muslim. Sebab, perbuatan saling memaafkan merupakan salah satu sikap mulia yang sudah seharusnya dimiliki oleh seorang muslim. Memaafkan tidak hanya membuat suatu permasalahan menjadi selesai, tetapi juga dapat memperkuat ukhuwah islamiyah antara sesama muslim.
Banyak orang pada saat ini yang saling memaafkan hanya pada saat hari raya saja. Padahal, perbuatan saling memaafkan ini dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Contohnya, kita memaafkan perbuatan orang-orang yang menyakiti kita sebelum pergi tidur. Perbuatan saling memaafkan mengandung banyak dalam Islam. Lalu, apa sajakah itu?
Hikmah Memaafkan dalam Islam Seperti yang Dilakukan Oleh Polisi Banting Pendemo
Kasus polisi banting pendemo pada saat ini sedang viral di tengah-tengah masyarakat. Seorang anggota polisi seharusnya tidak menggunakan cara kekerasan untuk memperingatkan pendemo apabila demo tersebut tidak melewati batas. Polisi seharusnya mempunyai attitude yang baik pada saat menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai seorang polisi.
Meskipun pada kasus polisi banting pendemo tersebut si polisi sudah meminta maaf kepada mahasiswa yang bersangkutan dan keluarganya. Namun, kejadian yang sama tidak boleh terulang lagi. Sebab, polisi juga panutan bagi masyarakat umum disamping melindungi dan memelihara keamanan masyarakat.
Perbuatan saling memaafkan merupakan salah satu perbuatan mulia yang disukai oleh Allah.
ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلْكَٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ
Artinya : “(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.” (QS Ali Imran: 134).
Perbuatan saling memaafkan mempunyai beberapa hikmah dalam Islam, diantaranya:
1. Menyambungkan Tali Silaturahmi
Perbuatan saling memaafkan dapat menyambungkan tali silaturahmi antar sesama saudara muslim. Sebab, adanya perbuatan saling memaafkan dapat merekatkan kembali hubungan antara sesama muslim yang mungkin saling berjauhan dikarenakan suatu permasalahan yang belum selesai.
Adanya kasus polisi banting pendemo ini juga dapat menyambungkan tali silaturahmi antara polisi, mahasiswa, serta keluarga dari mahasiswa yang bersangkutan. Sebab, ketika meminta maaf kondisi tersebut pasti datang ke rumah mahasiswa dan keluarganya sehingga dari yang awalnya tidak saling mengenal menjadi saling mengenal satu sama lain.
2. Membebaskan Diri Dari Rasa Bersalah
saling memaafkan dapat membebaskan diri sendiri dari rasa bersalah yang berkepanjangan. Seseorang jika mempunyai suatu kesalahan pasti merasa hatinya terbebani.
Dia menjalani hidup juga dalam rasa bersalah dan menyesal. Saling memaafkan merupakan solusi agar hidup terasa lebih damai dan menyenangkan tanpa adanya rasa bersalah yang menghantui.


3. Tubuh dan Pikiran Terasa Lebih Sehat
Ketika seseorang sulit untuk memaafkan berpengaruh pada kondisi psikologis dan spiritualnya. Akibatnya, dendam yang dia ciptakan tersebut mulai mempengaruhi kesehatan tubuh dan pikirannya sendiri.
Banyak penelitian membuktikan bahwa kesulitan mengontrol emosi dan sulit memaafkan perbuatan orang lain berdampak buruk pada tubuh.


Setelah hikmah memaafkan dalam Islam seperti yang dilakukan oleh polisi banting pendemo. Semoga kita menjadi pribadi yang mudah memaafkan orang lain dan tidak sungkan untuk meminta maaf ketika berbuat salah. Amiinn…






























