Bagaimana Hukum Sholat Berdua Bukan Mahram? Berikut Penjelasannya Menurut Buya Yahya

0
1495
Hukum Sholat Berdua Bukan Mahram

Hukum Sholat Berdua Bukan Mahram – Kehidupan bersosialisasi antar laki-laki dan perempuan, kadnag membuat masyarakat mengabaikan nilai-nilai dalam beribadah. Termasuk mengabaikan dan tidak mengetahui hukum sholat berdua bukan mahram.

Sejak awal agama islam telah mengatur syariat dan memberikan ketentuan-ketentuan umat islam dalam beribadah. Hal ini terkait ibadah sunnah maupun wajib. Terkait hukum dari sholat berdua besama dengan orang yang bukan mahram, kami akan mengutip dari kajian Buya Yahya.

Hukum Sholat Berdua Bukan Mahram

Buya Yahya merupakan seorang pendakwah sekaligus pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah juga Pondok Pesantren Al-Bahjah, di Cirebon, Jawa Barat. Beliau seringkali mengisi kajian islam dan membahas fiqih ibadah.

Keadaan kadang mengharuskan sholat berjamaah dengan orang yang bukan mahram, bahkan harus dilakukan hanya berdua saja. Lalu bagaimana hukumnya?

Buya Yahya menyampaikan memang sholat berjama’ah itu diimami oleh laki-laki dan dimakmumi oleh perempuan yang bukan mahram. Tapi dengan sebuah catatan, tidak berduaan di tempat yang sepi sehingga mengakibatkan khalwat (berdua-duaan) karena dapat dipastikan ketiganya adalah setan.

Hukum Sholat Berdua Bukan Mahram

Yang mana, jika sudah seperti itu maka bisa menimbulkan hawa nafsu atau mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Buya Yahya juga memperingatkan meski itu sebagai bentuk ibadah, jangan heran jika nanti menghadirkan dosa. Karena seperti sebuah ibadah, tapi ternyata merupakan bentuk bisikan dari setan. Kemudian hati-hati juga, karena sangat mudah menuju kehinaan dengan jalan kebaikan.

Beliau juga menyampaikan, jika sholat berjama’ah dengan yang bukan mahram, semakin jauh jaraknya maka semakin lebih baik.

Sehingga dapat disimpulkan shalat berdua dengan yang bukan mahram, hukumnya haram. Tapi sholatnya tetap sah.

Berhati-hati dengan Kebaikan yang Menyesatkan

Melihat contoh tersebut, kiita perlu berhati-hati, atas niatan baik dalam beribadah ataupun berbuat baik. Pasalnya bisa saja niat baik tersebut dapat menjeremuskan pada kesesatan. Apa yang perlu kita lakukan agar terhindar dari kesesatan tersebut?

1. Luruskan Niat

Cara pertama yang perlu Sobat lakukan adalah meluruskan niat. Karena segala sesuatu yang kita lakukan tergantung pada niat kita melakukannya. Apabila niat kita baik dan karena Alllah semata, maka akan dicatat sebagai pahala.

Hukum Sholat Berdua Bukan Mahram

Dan sebaliknya jika niat tersebut bukan karena Allah dan hanya ingin mendapatkan pujian, kita tidak akan memperoleh apapun bahkan bisa dicatat sebagai dosa.

“Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan; barangsiapa niat hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya adalah kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan.” (HR. Bukhari) [ No. 54 Fathul Bari

2. Memohon Ampun dan Berdo’a

Manusia merupakan tempatnya berbuat salah dan dosa. Manusia juga makhluk Allah yang memiliki keterbatasan, hanya dengan bantuna Allah kita mampu melakukan suatu hal. Dan sudah seharusnya bagi kita melibatkan Allah dalam segala urusan, termasuk memohon perlindingan dari penyakit hati yang tercela.

3. Mengendalikan Hati

Kita perllu mengendalikan hati. Jangan sampai melakuakn suatu hal hanya karena mengharapkan sesuatu dari makhluk Allah. Hanya kepada Allah kita perlu menggantungkan harapan dan keinginan.

“Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.” (QS. Al-Ikhlas: 2-4)

Demi menghindari kebaikan yang berbuah kesesatan, kita perlu menerapkan tiga hal di atas. Terutama dalam ibadah yang kita lakukan. Sekian artikel terkait hukum sholat berdua bukan mahram dibuat, semoga bermanfaat bagi Sobat Cahaya Islam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY