Mayat Enam Pemimpin Negara Diawetkan, Begini Hukum Mengawetkan Jenazah Dalam Islam!

0
95
Mayat Enam Pemimpin Negara Diawetkan dan Begini Hukumnya

Mayat enam pemimpin – Mayat atau jenazah selayaknya dikuburkan sebagai bentuk penghormatan. Namun di beberapa negara diketahui bahwa jenazah para pemimpin justru diawetkan. Dan tujuannya pun beragam. Mulai dari agar kenangan mendiang kekal selamanya, hingga untuk persembahan partainya. Enam pemimpin dunia yang diketahui jenazahnya diawetkan adalah Rusia, Korea Utara hingga Venezuela.

Mayat Enam Pemimpin Negara Diawetkan dan Begini Hukumnya

Mayat atau jenazah yang diawetkan terdengar cukup mengerikan atau asing bagi kita tentu saja. Apalagi pada umumnya mayat atau jenazah dikuburkan setelah meninggal dunia. Namun di beberapa negara ternyata justru mengawetkan jenazah pemimpin negara tersebut lho. Dalam islam sendiri, terdapat beberapa keutamaan dan kewajiban terhadap jenazah. Lalu apa hukum mengawetkan jenazah dalam islam? Apakah tindakan ini diperbolehkan?

Mayat Enam Pemimpin Negara Diawetkan, Ini Lho Hukumnya Mengawetkan Jenazah Dalam Islam

Mayat Enam Pemimpin Negara Diawetkan

Mayat enam pemimpin negara di dunia diawetkan untuk berbagai alasan. Mulai dari agar kenangan tentang mendiang ini kekal selamanya, hingga untuk kepentingan persembahan bagi partainya. Jika dikaji dalam pandangan islam, tentu saja tindakan mengawetkan jenazah bukanlah ajaran islam. Karena islam pun menganjurkan untuk jenazah dikuburkan dengan beberapa kewajiban yang harus dilakukan sebelumnya.

Dari apakah Allah menciptakannya? Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya. Kemudian Dia memudahkan jalannya. kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur,(1)

Dalam ayat diatas telah dituliskan bahwasanya manusia ketika sudah meninggal dunia maka harus dimasukkan ke dalam kubur. Itu artinya kewajiban terhadap mayat atau jenazah salah satunya adalah menguburkannya. Lalu bagaimana hukum mengawetkan mayat dalam islam?

Hukum mengawetkan mayat dalam islam adalah dilarang. Apalagi dengan tujuan agar mayat tetap utuh dan tidak bisa dikuburkan. Islam sendiri menganjurkan mayat untuk segera dilakukan kepengerusunnya. Seperti memandikan, mengkafani, mensholatkan hingga menguburkannya. Itu artinya tindakan yang bertentangan dengan kewajiban terhadap mayat ini hukumnya diharamkan.

Mengawetkan Mayat Termasuk Menyalahi Kodrat Dimuliakannya Manusia

Mayat Enam Pemimpin Negara Diawetkan dan Hukumnya Dalam Islam

Sobat CahayaIslam, dalam islam ada tuntunan bagaimana kewajiban seorang muslim yang masih hidup dalam memperlakukan jenazah. Itulah kenapa, tindakan yang bertentangan dengan kewajiban tersebut sudah pasti hukumnya dilarang. Ini karena termasuk pelanggaran terhadap syariat yang ada. Dan mengawetkan mayat juga menyalahi kodrat sebagai manusia yang mana Allah muliakan. Seperti yang tertulis dalam ayat Al Quran.

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.(2)

Ayat ini menegaskan bahwasanya Allah sangat memuliakan manusia. Sehingga dijadikannya memiliki kelebihan yang sempurna dibandingkan makhluk lainnya yang Allah ciptakan. Maka dari itu, Allah pun mengajarkan bagaimana kita untuk memuliakan sesama. Begitupun dengan orang yang sudah meninggal atau jenazah.

Mayat enam pemimpin – dari beberapa negara mayatnya diawetkan dengan berbagai kepentingan dan tujuan. Namun jika dikaji dalam sudut pandang agama islam, tentu saja ini termasuk perbuatan yang menyimpang. Dan hukumnya juga dilarang untuk mengawetkan jenazah atau mayat. Demikian penjelasan mengenai bagaimana hukumnya dalam islam tentang mengawetkan jenazah ya sobat CahayaIslam.


Catatan Kaki:

(1) – Surat Abasa Ayat 18-21

(2) – Surat Al-Isra’ Ayat 70

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY