Hilangnya Baut Berujung Maut, Mudah Emosi? Begini Cara Mengatasinya Dalam Islam!

0
26
Hilangnya Baut Berujung Maut dan Cara Mengatasi Emosi Dalam Islam

Hilangnya baut – Pembunuhan rasanya terdengar seperti hal yang sudah biasa. Tidak hanya satu atau dua kali saja namun banyak sekali terjadi di Indonesia. Bahkan di lingkungan sekitar kita. Pemicu terjadinya pembunuhan pun disebabkan oleh banyak faktor. Mulai dari hal yang sebenarnya sepele hingga hal-hal lainnya. Seperti yang terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat dimana seorang pria tega membunuh karena kehilangan baut. Baut yang hilang ini memicu emosi pelaku dan akhirnya melakukan tindakan berujung maut.

Hilangnya Baut Berujung Maut dan Islam Larang Mudah Marah

Hanya karena menduga baut atau aksesoris motor pria ini diambil oleh korban. Sang pria tega membunuh korban dengan beberapa tusukan di punggung dan juga dada. Tentu saja ini merupakan perbuatan keji bukan sobat Cahaya Islam? Sementara persoalannya sangat sepele, dan mungkin bisa saja diselesaikan secara kekeluargaan. Namun karena pelaku emosi dan dalam keadaan mabuk, sehingga tidak bisa mengendalikan perbuatannya. Itulah sebabnya, dalam islam kita dianjurkan untuk tidak mudah marah atau emosi.

Hilangnya Baut Berujung Maut, Awas! Ini Bahaya Jika Tidak Mengendalikan Emosi

Hilangnya Baut Berujung Maut dan Cara Mengatasi Emosi Dalam Islam

Hilangnya baut yang berujung maut ini adalah kasus yang sangat memprihatinkan. Seolah nyawa manusia sudah tidak ada harganya. Sehingga banyak orang dengan mudah melakukan tindakan pembunuhan. Dalam islam, pembunuhan sendiri termasuk perbuatan keji. Dan Allah memberikan azab yang sangat pedih bagi siapapun yang melakukan perbuatan ini. Namun pembunuhan terjadi juga karena dipicu oleh banyak faktor. Hal yang paling berbahaya adalah emosi, ini yang memicu seseorang untuk bertindak keji.

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.(1)

Dalam ayat ini disebutkan, bahwa Allah menyukai orang yang berbuat kebajikan. Salah satunya adalah orang-orang yang menahan amarahnya. Tahukah sobat Cahaya Islam? Mengendalikan amarah atau emosi adalah kunci segala kebaikan. Jika kita menuruti hawa nafsu untuk marah, maka ini hanya akan menjerumuskan kita pada keburukan. Bahkan tidak segan untuk berbuat keji karena sudah dikuasai oleh amarah atau emosi. Naudzubillah.

Mau Tau? Ini Cara Mengatasi Emosi Dalam Islam Yang Perlu Diketahui

Hilangnya Baut Berujung Maut dan Bahayanya Tidak Kendalikan Emosi

Untuk menghindari hal-hal buruk yang terjadi akibat amarah atau emosi. Maka yang harus dilakukan adalah mengendalikan diri. Dan juga mengatasi ketika sedang merasa ingin marah atau emosi. Jangan sampai hawa nafsu ini mengendalikan diri kita hingga akhirnya terjerumus pada perbuatan-perbuatan buruk atau keji. Bagaimana cara mengatasi saat merasa marah atau emosi?

Memohon Perlindungan Allah SWT

Jika merasa ingin marah atau emosi, maka yang perlu kaum muslimin lakukan adalah segera memohon perlindungan Allah dari godaan syaitan. Ini bisa dilakukan dengan membaca bacaan ta’awuds yang bunyinya, “A’-uudzu billahi minas syaithanir rajiim”

Diam atau Menjaga Lisan

Untuk mengatasi saat merasa marah atau emosi adalah dengan diam. Dengan diam memudahkan kita untuk menjaga lisan. Sementara jika dibiarkan berbicara, ini bisa menjerumuskan kita pada perkataan yang buruk dan menyebabkan dosa besar.

Duduk atau Berbaring

Jika marah atau emosi, sebaiknya mengambil posisi lebih rendah. Jika sedang berdiri maka bisa mengambil posisi duduk, jika sudah duduk maka bisa berbaring. Ini bisa membantu untuk meredakan emosi agar tidak semakin meluap-luap. Karena posisi lebih tinggi membuat kita bisa melampiaskan amarah sepuasnya.

Hilangnya baut – yang berujung maut ini sebagai contoh bahayanya amarah atau emosi yang tidak dikendalikan. Ini bisa menyebabkan kita terjerumus pada hal-hal buruk. Seperti halnya pembunuhan yang terjadi hanya karena dipicu masalah sepele yang memancing emosi. Semoga kita dijauhkan dari sifat mudah marah dan emosi ya sobat Cahaya Islam.


Catatan Kaki:

(1) – Surat Ali ‘imran Ayat 134

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!