Sebelum Meninggal, Anton Medan Sudah Persiapkan Makam Sejak Belasan Tahun Lalu, Ini Hukumnya Dalam Islam

0
36

Anton Medan – Mubalig Anton Medan meninggal dunia di kediamannya, Cibinong, Bogor, Jawa Barat pada hari ini Senin 16 Maret 2021. Ia berpulang setelah berjuang melawan penyakit yang diidapnya.

Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa (PITI), Ipong Hembiring membenarkan kabar tersebut. Ia mengatakan bahwa Anton sempat mengidap stroke dan diabetes.

Bahkan Anton diketahui menderita sakit selama tiga bulan lamanya. Almarhum meninggalkan seorang isteri, tujuh anak dan 12 cucu.

Almarhum dimakamkan hari ini di pesantren yang ia bangun. Lokasi tersebut pun diketahui sudah dipersiapkan almarhum sejak belasan tahun lalu.

Menurut sumber, pemilihan lokasi makam dilakukan di pesantren agar kelak makamnya didoakan oleh banyak orang termasuk para santrinya.

Lantas bagaimana hukum mempersiapkan makam dalam islam?. Apakah seorang muslim dianjurkan untuk melakukan hal tersebut? berikut ulasannya.

Anton Medan Sudah Mempersiapkan Makam Sejak Belasan Tahun Lalu, Simak Hukumnya Dalam Islam

Sobat Cahaya Islam, mempersiapkan makam dalam islam tidak dianjurkan. Hal tersebut tercantum dalam dalil-dalil yang terdapat dalam riwayat Nabi sallallahu alaihi wa sallalm. Salah satunya dalil di bawah ini:

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ – يَعْنِي الموت  (رواه الترمذي،  (2307) والنسائي (1824) وابن ماجه (4258) وصححه الألباني في صحيح الترمذي)

“Perbanyak mengingat pemutus kenikmatan –maksudnya adalah kematian.” (HR. Tirmizi, 2307, Nasa’i, 1824, Ibnu Majah, 4258 dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Tirmizi).

Nabi sallallahu’alaihi wa sallam tidak memberikan arahan terkait mempersiapkan kain kafan atau makan. Namun hal tersebut boleh dilakukan seorang muslim.

 “Tidak dianjurkan mempersiapkan kafan untuk dirinya, kecuali dari sisi kehalalan. Maka dianjurkan mempersiapkannya. Terdapat prilaku hal itu dari sebagian shahabat.” (Kitab ‘Asna Al-Mathalib, 1/310).

4 Hal yang Harus Dipersiapkan Untuk Menghadapi Kematian

Sobat Cahaya Islam, banyak manusia di dunia yang lalai dalam memanfaatkan waktunya di dunia. Sehingga ketika mati tidak membawa amalan yang cukup untuk menghadap Allah SWT.

Meski demikian, kematian bukan hal yang harus ditakutkan. Namun sebagai seorang muslim yang bertakwa sudah sepatutnya menyiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadap kematian.

1. Meningkatkan Iman

Ustadz Taufiqurrahman menuturkan orang yang beriman memenhui tiga syarat yakni menanamkan keyakinan dalam hari, membuktikan secara lisan dan perbuatan. Dengan tiga kunci tersebut, insyaallah keselamatan dunia dan akhirat akan terjamin.

2. Berilmu

Ustadz Taufiqurrahman menyampaikan kematian akan dimudahkan jika seseorang mempunyai ilmu. Ilmu yang dimaksud adalah salat 5 waktu dan membaca Al-Quran sebagai pedoman hidupnya.

3. Beristikamah

Beristikamah adalah impian seorang muslim, namun hal tersebut tidaklah mudah. Dalam menjalankannya banyak godaan yang hadir untuk menjerumuskan manusia, untuk itu perbanyaklah amal ibadah untuk tetap istikamah di jalanNya.

4. Bertobat

Sebesar apapun dosa yang umat manusia ciptakan, Allah akan senantiasa membukakan pintu tobatnya selama dirinya hidup dan kiamat belum datang. Maka bertobatlah selagi mempunyai waktu di dunia.

Demikianlah 4 hal yang harus dipersiapkan sebelum kematian menjemput. Sobat Cahaya Islam, apa yang dilakukan Anton Medan untuk mempersiapkan makam sebelum kematiannya tidak dianjurkan, namun diperbolehkan. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY