Cerita Islami Tentang Suara Langkah Kaki Bilal Bin Rabah di Surga

0
1328

Cerita islam – Surga merupakan tempat terindah yang selalu menjadi idaman setiap umat didunia ini, begitu pula para umat muslim. Keinginan berada di surga kelak, membuat kaum muslim semakin berlomba – lomba dalam menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Cerita Islami kali ini kita akan membicarakan salah satu sahabat Rasul yang disebutkan menjadi penghuni surga yang diidamkan oleh semua umat muslim tersebut. Dia adalah Bilal bin Rabah, siapa yang tidak mengenal namanya. Nama Bilal bin Rabah memang telah fenomenal sejak jaman Rasul hingga saat ini. keteladanan dan keimanannya menjadikan contoh panutan yang harus kita tiru. Ingin tahu lebih lengkapnya sobat Cahayaislam? Mari simak bersama.

Cerita islami Perjuangan Bilal Memeluk Islam

Cerita islami Bilal bin Rabah, dia merupakan sosok budak yang memiliki kulit hitam kelam dan hidup dimasa Jahiliyah. Meskipun dia terlahir dengan kulit hitam kelam dan memiliki paras yang tidak menarik, akan tetapi hatinya sangat putih bersih dan diterangi akan cahaya iman yang terang benderang. Kecintaannya pada agama tauhid ini membuat dia memeluk Islam. Dialah orang pertama yang mengumandangkan adzan dan menjadi muadzim pada jaman Rasulullah SAW tersebut.

Suaranya yang sangat merdu dalam mengumandangkan adzan, membuat Rasulullah SAW sangat menyayanginya. Dibalik deklarasinya memeluk agama Islam, ada cerita mengerikan dibalik itu semua. Ternyata perjalanannya memeluk agama Islam tidaklah mudah. Dia harus mengalami siksaan dicambuk hingga dipanggang dibawah teriknya gurun pasir yang panas dan tandus oleh tuannya. Bahkan dalam kondisi lemah dipanggang dibawah terik matahari gurun, diatas dadanya ditindih pula batu besar dan terus dicambuk.

Siksaan demi siksaan ini diberikan tuannya agar dia kembali menyembah berhala. Dan ternyata semua siksaan yang dilayangkan kepadanya tidak meruntuhkan benteng perjuangan Bilal bin Rabah memeluk Islam bahkan menggoyahkan tauhid keimanannya pada Allah SWT. Mendengar siksaan tersebut, Abu Bakar ash Siddiq kemudian memerdekakan Bilal, sehingga dia dapat memeluk agama Islam tanpa mendapatkan siksaan dari sang majikan. Setelah merdeka, keimanan Bilal semakin bertambah, dia menjadi sosok yang sangat mulia dan dikenal pada masa itu. Bahkan Allah SWT telah menyediakan surga baginya.

Surga Bagi Bilal Bin Rabah – Kisah suara Sandal Bilal yang terdengar di Surga

حَدَّثَنَا عُبَيْدُ بْنُ يَعِيشَ، وَمُحَمَّدُ بْنُ الْعَلاَءِ الْهَمْدَانِيُّ، قَالاَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، عَنْ أَبِي حَيَّانَ، ح وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ، – وَاللَّفْظُ لَهُ – حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا أَبُو حَيَّانَ التَّيْمِيُّ يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لِبِلاَلٍ عِنْدَ صَلاَةِ الْغَدَاةِ ‏ “‏ يَا بِلاَلُ حَدِّثْنِي بِأَرْجَى عَمَلٍ عَمِلْتَهُ عِنْدَكَ فِي الإِسْلاَمِ مَنْفَعَةً فَإِنِّي سَمِعْتُ اللَّيْلَةَ خَشْفَ نَعْلَيْكَ بَيْنَ يَدَىَّ فِي الْجَنَّةِ ‏”‏ ‏.‏ قَالَ بِلاَلٌ مَا عَمِلْتُ عَمَلاً فِي الإِسْلاَمِ أَرْجَى عِنْدِي مَنْفَعَةً مِنْ أَنِّي لاَ أَتَطَهَّرُ طُهُورًا تَامًّا فِي سَاعَةٍ مِنْ لَيْلٍ وَلاَ نَهَارٍ إِلاَّ صَلَّيْتُ بِذَلِكَ الطُّهُورِ مَا كَتَبَ اللَّهُ لِي أَنْ أُصَلِّيَ

Cerita Islami surga bagi Bilal bin Rabah ini berawal pada suatu hari selepas shalat subuh berjamaah. Rasulullah SAW bertanya pada Bilal, “Katakanlah padaku, apa amalanmu yang paling besar pahalanya yang kamu kerjakan dalam Islam?” Bilal merasa bingung mendengar pertanyaan dari Rasulullah SAW, padahal beliau lebih mengetahui amalah apa yang besar pahalanya. Dengan tertunduk Bilal menjawab “Saya bersuci dengan sempurna pada siang dan malam hari. Setelah bersuci, saya shalat selain shalat yang telah diwajibkan oleh Allah Ta’ala kepada saya”.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda “Tadi malam, aku mendengar suara sandalmu didalam surga”. Sungguh sebuah kemuliaan yang sangat besar bagi Bilal, yang dulunya seorang budak berkulit hitam, dan dimerdekakan oleh Abu Bakar kemudian dibina oleh Nabi Muhammad SAW. Suara sandalnya pun telah terdengar di surga padahal Bilal belum meninggal (H.R Muslim 2485).

Bagaimana sobat Cahayaislam setelah mendengar cerita dari Bilal bin Rabah ini? Mendengar cerita ini rasanya kita akan terdiam dan merenung, betapa perjuangan kita dalam Islam masih sangat kecil. Bahkan terkadang untuk menahan hawa nafsu ketika berpuasa saja kita masih kesulitan. Semoga cerita Islami tentang Bilal bin Rabah ini dapat menginspirasi sobat semua untuk lebih mempertebal dan meningkatkan keimanan kita.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!