Fenomena Psikologis Fomo dalam Kacamata Islam

0
1554
fenomena psikologis fomo

Fenomena Psikologis Fomo – Banyak sekali istilah yang kembali populer di sosial media terutama di kalangan anak muda. Salah satunya yaitu fenomena psikologis fomo yang menjadi perbincangan hangat.

Sejatinya, fomo adalah istilah yang sudah lama muncul di dunia. Kemunculan istilah fomo sendiri tergolong lama tepatnya sejak tahun 2004 silam.

Apa Itu Fenomena Psikologis Fomo?

Fenomena psikologis fomo adalah sebuah istilah untuk menggambarkan fenomena yang ada di situs jejaring sosial. Istilah fomo mencakup dua proses yakni persepsi kehilangan yang diikuti perilaku kompulsif.

Dengan begitu, manusia mampu mempertahankan hubungan sosial terkait. Fomo merupakan singkatan dari Fear of Missing Out.

Maksud dari fomo yaitu fenomena psikologis umum yang ditandai perasaan cemas atau tidak nyaman. Dengan begitu, seseorang bisa kehilangan pengalaman, peristiwa ataupun peluang yang menyenangkan.

Biasanya, fomo muncul dari persepsi bahwa orang lain ikut berpartisipasi dalam sesuatu yang ia inginkan. Fomo sudah menjadi lebih umum di era sosial media dan konektivitas yang cenderung konstan.

Orang kerap melihat sorotan kehidupan orang lain di platform seperti Instagram, Facebook, ataupun Snapchat. Kemudian seseorang merasakan tekanan untuk mengikuti ataupun membandingkan diri mereka dengan orang lain.

Fomo dalam Pandangan Islam

Sobat Cahaya Islam, kalau melihat dari perspektif islam, fenomena psikologis fomo mengarah kepada sifat hasad atau iri hati. Maksudnya seseorang tidak mampu mengikuti ataupun mempunyai sesuatu yang orang lain miliki.

Kalau hal itu terjadi, pada akhirnya bisa menimbulkan kecemasan berlebihan. Bukan hanya itu, sifat fomo bisa menimbulkan rasa kesal serta gelisah dalam hati.

Padahal Allah SWT sudah dengan tegas memerintahkan agar hambanya jangan sampai memiliki sifat iri hati. Permasalahan iri hati memang pasti rentan terjadi kepada manusia, baik laki-laki ataupun perempuan.

Karena itu, Allah SWT sudah memperingati sejak dahulu sebelum muncul istilah fomo agar manusia jangan sampai iri hati.

Dampak Negatif Fomo dalam Pandangan Islam

Sobat Cahaya Islam, berikut ada sejumlah dampak negatif fomo dalam kacamata islam:

1.       Mengurangi Rasa Bersyukur

Perilaku fomo cenderung membuat Sobat membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Dengan begitu, diri Sobat hanya merasa insecure dan lupa untuk bersyukur.

fenomena psikologis fomo

Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT yang berbunyi:

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS Al-Baqqrah: 152)

Ayat di atas menunjukkan bahwa nikmat yang Allah berikan kepada manusia sangat banyak dan jumlahnya tak terhitung. Selain itu, setiap manusia juga sudah mendapat porsi nikmatnya tersendiri.

Oleh karenanya, selalu ada alasan dan hal baik yang bisa Sobat syukuri meskipun tengah berada dalam kondisi buruk.

2.       Menjadikan Gaya Hidup Lebih Boros

Perilaku fomo membuat manusia senantiasa berlama-lama di media sosial. Hal tersebut membuat Sobat berpotensi mempunyai keuntungan besar untuk mengikuti tren.

Jika begitu, maka besar kemungkinan perilaku tersebut bisa menyebabkan perilaku konsumtif atau gaya hidup lebih boros. Padahal islam melarang dengan tegas umatnya hidup boros dan berlebih-lebihan.

Allah SWT berfirman:

 إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

“Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al Isra: 27).

3.       Menjadi Lalai Terhadap Waktu

Karena tidak ingin ketinggalan informasi tentang apa yang terjadi maka Sobat cenderung menghabiskan hampir seluruh waktu di media sosial. Bahkan hal tersebut bisa membuat Sobat melupakan tugas, ibadah, dan kebersamaan dengan orang terdekat.

fenomena psikologis fomo

Padahal islam senantiasa mengingatkan umatnya untuk memanfaatkan waktu seperti yang tertuang dalam:

 وَالْعَصْرِ

إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْر

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian” (Qs. al-Ashr: 1 dan 2)

Sobat Cahaya Islam, hendaknya jangan sampai mengikuti fenomena psikologis fomo yang tengah populer. Sobat baiknya meneladani semua sikap Nabi Muhammad SAW dalam menjalani kehidupan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY