Menghadapi Kritikan – Kritik adalah salah satu hal yang sangat sulit untuk dhadapi bagi setiap orang. Apalagi jika mendengar kritik yang tidak bijaksana.
Lalu bagaimana cara menghadapi kritikan yang baik dan benar?
Mendapatkan kritik memang seringkali membuat hati kesal, sebab kita seolah dianggap tidak mampu mengerjakan sesuatu dengan baik.
Padahal, jika kita tahu bagaimana strategi menghadapinya yang benar, kita bisa menggunakan kritik sebagai sarana untuk berbenah diri.
Pada hakikatnya, kritik ditujukan kepada seseorang agar bisa menghasilkan ide yang solutif.
Terutama di dunia yang penuh daya saing. Namun, banyak yang berpikir jika kritik adalah kalimat meremehkan usaha yang sudah semaksimal mungkin kita kerahkan.
Sehingga sisi positif yang terkandung jadi hilang, bukan malah perbaikan kualitas diri yang didapatkan malah justru perseteruan karena masalah hati yang tersinggung.
Oleh sebab itu, Sobat Cahaya Islam, selama kalimat kritik tidak bersifat menjatuhkan, maka kita pun perlu menyikapinya dengan cara yang tepat agar mendapat manfaat darinya.
Cara Menghadapi Kritikan Ala Rasulullah SAW
Terdapat cara tertentu yang bisa kita gunakan dalam menerima kritikan dari orang lain. Yakni dengan mengendalikan emosi supaya tidak menguasai diri sehingga akibatnya kita mudah lepas kontrol.
Di bawah ini merupakan cara menghadapi kalimat kritik seperti yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Apa saja?
1. Tetap Tenang
Yang pertama, kita harus tetap tenang pada saat ada orang yang menyatakan kritikan kepada kita. Entah dengan cara yang sopan atau justru kalimat yang pedas.
Sebab, dengan bersikap tenang kita pun akan tidak mudah tersulut oleh emosi. Sehingga tidak akan terjadi pula hal-hal yang tidak diinginkan.
2. Mendengarkan Lebih Dulu


Selanjutnya, jika kita sudah bisa tenang dan menghandle situasi tetap kondusif maka tak ada salahnya untuk mendengarkan kritikan tersebut terlebih dahulu.
Inilah yang diajarkan Rasulullah SAW, yakni bersikap defensive sehingga orang lain yang memberi kritik pun akan menilai bahwa kita adalah termasuk orang yang fleksibel.
3. Mencerna Kritikan
Mencerna kritikan dari orang lain juga satu hal yang cukup baik dilakukan. Dengan demikian kita bisa introspeksi diri dari berbagai kesalahan dan berusaha memperbaikinya untuk memberi hasil yang jauh lebih maksimal.
Mungkin hal tersebut memang membutuhkan waktu, kita juga memiliki perspektif berbeda dari cara pandang orang lain. namun jika kritikan tersebut dapat membangun kepribadian menjadi lebih baik, kenapa tidak?
Ibnu Rajab Al-Hambali menyebutkan perkataan Imam Ahmad berikut ini,
وقال أحمد : النّاسُ محتاجون إلى مداراة ورفق الأمر بالمعروف بلا غِلظةٍ إلا رجل معلن بالفسق ، فلا حُرمَةَ له ، قال : وكان أصحابُ ابن مسعود إذا مرُّوا بقومٍ يرون منهم ما يكرهونَ ، يقولون : مهلاً رحمكم الله ، مهلاً رحمكم الله .
“Imam Ahmad berkata, ‘Manusia itu membutuhkan sikap lemah lembut (mudaaroh) dan lemah lembut ketika diingatkan pada kebaikan dan kemungkaran. Hal yang dikecualikan adalah orang yang terang-terangan dalam kefasikan, maka ia tidak dimuliakan. Para murid Ibnu Mas’ud jika melewati sekelompok orang yang mereka pandang sedang berbuat jelek, mereka mengatakan, ‘Tak perlu tergesa-gesa, tak perlu tergesa-gesa, semoga Allah merahmati kalian.’” (Jaami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 2:256)
Dilanjutkan oleh Imam Ibnu Rajab, Imam Ahmad rahimahullah berkata,
يأمر بالرِّفقِ والخضوع ، فإن أسمعوه ما يكره ، لا يغضب ، فيكون يريدُ ينتصرُ لنفسه .
“Perintah lemah lembut dan halus tetap ada walaupun sedang mendengar kemungkaran yang tidak disukai. Saat itu, janganlah dahulukan emosi. Itulah orang yang disebut meraih kemenangan pada momen tersebut.” (Jaami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 2:256)
4. Menanyakan Solusi


Selain yang telah diajarkan oleh Rasulullah di atas. Jika kita hanya mendapatkan kritik saja, maka kita berhak menanyakan seperti apa solusi yang ditawarkan atas komentar orang tersebut.
Mungkin hal ini bisa dilakukan sebagai cara meyakinkan diri bahwa kritikan dari orang itu memang benar-benar bertujuan untuk membangun.
Sebab, banyak orang yang memang tidak menghargai upaya orang lain dan hanya bisa menilai sebelah mata. Padahal, kita sudah berusaha penuh melakukannya.
Nah, jika hanya kritik semata tanpa ada solusi, maka sebaiknya hal tersebut tidak perlu terlalu diambil pusing. Cukup kita terus berkomitmen melakukan pekerjaan sebaik mungkin.
Demikian di atas merupakan ulasan tentang bagaimana cara menghadapi kritikan seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.





























