3 Alasan Biaya Haji 2022 Mengalami Kenaikan

0
1378
Biaya haji 2022

cahayaislam.id – Pemerintah bersama DPR akhirnya mengumumkan ketetapan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang harus dibayarkan oleh para Jamaah pada tahun ini. Biaya haji 2022 rata-rata sebesar Rp.39.886.009.

Biaya tersebut meliputi penerbangan Rp.29.500.000, sebagian biaya akomodasi pada saat di kota Makkah Rp.2.692.669 dan Madinah Rp.769.334, biaya living cost (biaya hidup) Rp.5.770.005, serta biaya visa Rp.1.154.001.

Bipih adalah suatu komponen dari Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Yang mana komponen lain di dalamnya adalah biaya terkait protocol kesehatan. Pada tahun 2022 ini, telah disepakati biayanya sebesar Rp. 808.618,80 per jamaah.

Sedangkan komponen ketiga dari BPIH yakni biaya yang bersumber dari nilai manfaat keuangan haji tersebut. Yang telah disepakati senilai Rp. 41.053.216,24 per jemaah. Maka total BPIH seluruhnya di tahun ini adalah sebesar Rp.81.747.844,04 per Jemaah.

Pada tahun 2020, rata-rata Bipih yang telah disepakati oleh Pemerintah dan DPR rata-rata senilai Rp.35,2 juta. Maka artinya ada selisih biaya dengan ketetapan tahun ini.

Kendati demikian, selisih tersebut tidak akan dibebankan pada Jemaah haji lunas tunda pada tahun tersebut. Sebab, biayanya akan dibebankan pada alokasi Virtual Account.

Alasan Biaya Haji 2022 Mengalami Kenaikan

Nah, Sobat Cahaya Islam, dari kenaikan biaya berangkat haji di tahun 2022 ini, tentu ada alasan yang melatar belakanginya. Apa saja? Demikian ulasannya.

1.      Berdasarkan Asumsi Jemaah

Biaya haji 2022

Alasan yang pertama, penetapan biaya tersebut telah menggunakan asumsi kuota haji di Indonesia tahun 2022 ini. sehingga dijadikan dasar pembahasan BPIH sebanyak 110.500 jemaah atau 50 persen dari kuota haji di tahun 2019 kemarin.

Selain itu, adanya komitmen untuk bisa lebih memaksimalkan pelayanan terhadap jemaah haji tahun ini. Dengan memberi dorongan secara penuh supaya pada pelaksanaannya haji di era pandemic ini bisa tetap mengutamakan perhatian pada protokol kesehatan.

Seperti yang kita tahu, ada tuntutan pelaksanaan penjagaan ketat terkait kesehatan yang harus dipenuhi demi mencegah tertular Covid-19.

Tentu ada tambahan biaya untuk itu, masker, tes PCR, hand sanitizer, serta berbagai kelengkapan lainnya untuk perlindungan diri para jemaah haji.

Hal ini tak lain bertujuan agar semua kegiatan dalam menunaikan ibadah haji dapat berjalan sebagaimana mestinya. Sehingga tidak ada penghalang apapun yang akan menjadi masalah serius saat pelaksanaan maupun setelahnya.

Perlu diingat, haji adalah salah satu rukun Islam yang wajib dikerjakan selagi orang tersebut mampu, seperti dalam firman Allah SWT:

فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًا ۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

“Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.” (QS. Ali ‘Imran Ayat 9)

2.      Peningkatan Volume Makan

Para calon jemaah haji, nantinya akan tinggal di Arab Saudi selama 41 hari lamanya.

Salah satu pelayanan yang ditingkatkan adalah volume makanan bagi para jemaah di kota Makkah dan Madinah. Yakni dari dua kali kini menjadi tiga kali sehari.

3.      Peningkatan Layanan Akomodasi

Biaya haji 2022

Selain itu, akan ada penyesuaian baru dari sisi pelayanan akomodasi, pun akan ditingkatkan untuk para Jemaah. Terutama di Mina dan Arafah.

Sebagai keterangan lebih lanjut, besaran riil biaya yang dibutuhkan untuk operasional, baik itu di Tanah Air maupun di Tanah Suci Arab Saudi tersebut bersumber dari APBN, APBD, setoran awal dan setoran lunas, dana optimalisasi atas hasil pengembangan keuangan haji, serta sumber-sumber lainnya yang dianggap sah.

Demikian di atas adalah ulasan mengenai alasan mengapa biaya haji 2022 mengalami kenaikan. Semoga artikel ini bermanfaat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY