Pentingnya Istiqomah dalam Ketakwaan – Salah satu bentuk ketakwaan kita kepada Allah adalah dengan beribadah. Namun, beribadah harus dilakukan dengan istiqomah agar mendapat ridha Allah. Artinya, seorang hamba harus melakukan ibadah dengan terus-menerus dan meningkatkan kualitas ibadahnya. Istiqomah sangat penting dalam ketakwaan untuk meningkatkan kualitas di semua aspek kehidupan.
Pentingnya Istiqomah dalam Ketakwaan bagi Umat Muslim
Jika seorang hamba mau konsisten dengan ketakwaannya kepada Allah, Allah menjanjikan anugerah rezeki yang tidak hanya banyak tapi juga mampu mencukupinya, sebagaimana ayat Al-Qur’an di bawah ini:
وَّاَنْ لَّوِ اسْتَقَامُوْا عَلَى الطَّرِيْقَةِ لَاَسْقَيْنٰهُمْ مَّاۤءً غَدَقًاۙ
“Seandainya mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), niscaya Kami akan mencurahkan air yang banyak (rezeki yang cukup).” (1)
Maka, jika sobat Cahaya Islam sering merasa kekurangan dalam hal rezeki, hendaknya instropeksi diri dan meningkatkan kualitas ibadah maupun muamalah serta tetap istiqomah.
Istiqomah dalam Beramal Meskipun Sedikit
Terkadang, seseorang berada di puncak semangat dalam menjalankan ibadah sehingga kuantitasnya meningkat tajam. Namun, ketika semangatnya menurun, ibadah pun juga ikut berkurang. Solusi dari masalah ini adalah istiqomah. Pasalnya, Allah lebih mencintai seorang hamba yang melakukan amal kebaikan sedikit namun terus-menerus. Allah berfirman:
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
“Amalan paling dicintai Allah adalah yang (dilakukan) terus-menerus meski sedikit.” (2)
Dengan terus memperkuat istiqomah baik dalam kondisi senang ataupun susah, kita akan dapat merasakan manisnya ketakwaan meski kita melakukannya sedikit demi sedikit. Jika kita melakukan istiqomah dengan dasar niat yang tulus dan ikhlas, semangat ibadah pun akan tertanam kuat di dalam jiwa. Pasalnya, melakukan aktifitas dengan dasar cinta, rasa senang, dan semangat, pasti hasilnya berkualitas.
Istiqomah Memerlukan Niat yang Lurus


Dalam istiqomah, harus ada keikhlasan. Misalnya dalam shalat, penting untuk menjadikannya sebagai kebutuhan, bukan hanya sekedar ingin imbalan surga. Atau ketika berdoa, kita harus menyadari bahwa doa merupakan komunikasi dengan Allah sehingga proses berdoa itu lebih utama dibanding terkabulnya doa itu sendiri.
Begitu pun ketika minta ampunan kepada Allah, kita harus menjadikan taubat itu sendiri lebih penting dari ampunan sehingga kita bisa lebih focus pada proses taubat. Intinya, istiqomah bertujuan untuk mendapat berkah serta ridha dari Allah.
Selain itu, istiqomah juga dapat memperkokoh iman serta meraih kebahagiaan dunia-akhirat. Dengan istiqomah dalam ketaatan, seseorang akan bisa mendapatkan keselamatan yang abadi. Untuk itu, marilah kita semua berdoa bersama-sama seperti yang telah dicontohkan oleh Imam al-Hasan al-Bashri:
اللهم أَنْتَ رَبُّنَا فَارْزُقْنَا الْاسْتِقَامَةَ
“Ya Allah, Engkau adalah Tuhan kami, maka karuniakanlah kepada kami istiqomah di jalan-Mu.” Aamiin ..
Referensi:
(1) Q.S.Al- Jin 16
(2) Mishkat al-Masabih 1242
































