Ucapan Natal dari Muslim, Apakah Salah? Ini Penjelasannya

0
78

Ucapan Natal dari Muslim – Menjelang perayaan Natal bagi umat Kristiani tidak jarang akan menimbulkan perdebatan di kalangan umat Muslim tentang ucapan Natal dari muslim. Bahkan dapat menjadikan seseorang mengkafirkan muslim lainnya. Padahal dalam Al-quran maupun hadist tidak dijelaskan secara tertulis hukum tentang mengucapkan selamat atas hari raya umat agama lain.

Kita tidak bisa memungkiri bahwa Indonesia merupakan negara dengan beragam budaya, adat, serta agama yang seharusnya bisa mempererat tali silaturahim. Perihal ucapan natal dari muslim bisa bermakna boleh dan tidak boleh tergantung bagaimana niat muslim tersebut. Jika kita telusuri lebih dalam tentang Al-quran dan Hadist, tetap saja akan ada perbedaan pendapat tentang hukum mengucapkan selamat atas hari raya agama lain.

Sebelum menimbulkan banyak spekulasi perihal ucapan natal dari muslim, ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu pendapat para ulama. Beberapa di antara para ulama ada yang memperbolehkan mengucapkan selamat atas hari raya umat agama lain, sebagian lainnya mengharamkannya.

Bagaimana dengan Sobat Cahaya Islam? Jika memiliki kerabat atau teman dekat yang menganut agama selain Islam dan mereka sedang merayakan hari raya agamanya. Apakah Sobat Cahaya Islam termasuk penganut pendapat yang membolehkan atau yang melarang? Untuk mengetahui penjelasan dari ulama beda pendapat, simak ulasan berikut:

Ucapan Natal dari Muslim, Pahami Penjelasan Ulama Beda Pendapat Berikut

Ucapan natal dari muslim hampir selalu dijadikan perdebatan yang tidak pernah ada habisnya. Sebagaimana penjelasan tentang ayat Quran maupun hadist tentang hal ini, dalam Islam mengucapkan selamat atas hari raya umat agama lain termasuk ijtihadi. Maka dari itu, terjadi perbedaan antara ulama yang membolehkan meski tidak sedikit pula yang melarang.

1. Pendapat yang Membolehkan

Sebagian ulama yang membolehkan mengucapkan selamat atas hari raya umat agama lain misalnya saat hari natal berpedoman atas dasar penghormatan. Sebagaimana umat Kristiani yang menghormati perayaan idul fitri bagi muslim. Hal ini didasarkan atas ayat Quran berikut:

“Apabila kamu diberi penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah dengan penghormatan yang serupa. Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu” (QS. An-Nisa: 86)

Atas dasar ayat tersebut, ulama membolehkan mengucapkan selamat atas hari raya umat agama lain dengan maksud sebagai penghormatan. Selain sebagai bentuk penghormatan, hal ini juga dimaknai sebagai perbuatan baik kepada sesama, karena masyarakat Indonesia hidup secara berdampingan. Meski diperbolehkan, bukan berarti kita mengakui apa yang dipercaya mereka tetapi untuk menjaga kerukunan antar umat beragama.

2. Pendapat yang Melarang

Jika ada pro tentu ada kontra. Seperti pembahasan kita terkait ucapan natal dari muslim. Meski tidak ada dalil tertulis yang menyatakan tentang keharaman mengucapkan selamat atas hari raya umat non-muslim, tetapi kelompok ulama yang mengharamkan hal ini berpedoman terhadap ayat berikut dan sering dijadikan dasar untuk mengkafirkan orang lain.

“Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya” (QS. Al-Furqon: 72)

Atas dasar ayat ini mereka beranggapan bahwa mengucapkan selamat natal berarti mengakui kepercayaan umat Kristiani. Bahkan seorang muslim yang mengucapkannya dianggap menyerupai orang kafir. Padahal kafir sendiri dibedakan menjadi dua golongan. Kafir yang membunuh dan tidak membunuh.

Setelah mengetahui perbedaan pendapat antar ulama perihal ucapan natal dari muslim. Kita dapat mengambil salah satu hukum dan menafikan hukum lainnya. Wallahu a’lam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY