Hukum Memberi Ucapan Natal 2020 Berdasarkan 2 Pegangan Umat Islam

0
145

Ucapan Natal 2020 – Perayaan Natal yang dilakukan pada tanggal 25 Desember 2020 kali ini terasa berbeda. Pandemi covid 19 yang sedang melanda membuat pemerintah menutup sejumlah tempat wisata. Orang-orang yang merayakan natal pada tahun ini pun tidak semeriah yang biasanya.

Meskipun demikian, mereka yang merayakan Natal ataupun tidak ikut merayakan ikut berlomba-lomba memberikan ucapan natal 2020. Bahkan, ada beberapa orang Islam yang ikut memberikan ucapan Natal dengan alasan toleransi dalam beragama.

Sobat Cahaya Islam, Islam mengajarkan kepada kita untuk toleransi dalam beragama. Artinya, kita harus menghargai setiap agama yang diyakini oleh orang lain. Akan tetapi, toleransi dalam beragama ini juga ada batasannya. Contohnya, memberikan ucapan selamat natal kepada umat kristen.

 Terdapat kerancuan dan ketidaktahuan dalam pemahaman keislaman. Hal tersebut tergantung pada pemahaman setiap orang yang berbeda-beda. Lalu, bagaimana hukum memberi ucapan natal 2020 berdasarkan 2 pegangan umat Islam seperti Alquran dan hadis?

Hukum Memberi Ucapan Natal 2020 Berdasarkan 2 Pegangan Umat Islam

Hari Natal dianggap sebagai hari raya bagi umat Kristen. Hal tersebut sudah ditetapkan oleh Gereja Katolik yang kemudian diikuti oleh gereja-gereja lainnya. Hari Natal disebut-sebut sebagai hari lahirnya Yesus Kristus.

Banyak orang Kristen yang merayakan hari Natal mempunyai saudara, sahabat, atau teman yang beragama Islam. Apabila tiba hari Natal, maka orang-orang yang beragama Islam tersebut akan memberikan ucapan selamat hari Natal. Hal tersebut disebabkan sikap toleransi beragama yang dijunjung tinggi oleh masyarakat yang sudah terbiasa dengan berbagai macam perbedaan.

Memberikan ucapan natal 2020 menimbulkan berbagai macam polemik sudah sejak lama. Mengucapkan selamat hari Natal kepada orang Kristen itu diperbolehkan atau tidak dalam agama Islam? Timbul berbagai macam perbedaan pendapat mengenai hal tersebut.

Lalu, bagaimana menurut pendapat Alquran dan hadis mengenai masalah ini?

Dalam hal ini, banyak ulama yang memiliki pendapat yang berbeda. Mengucapkan selamat Natal ada ulama yang memperbolehkan dan ada juga yang mengharamkan. Mereka semua memiliki dasar dari Alquran dan hadis.

1. Haram

Menurut beberapa ulama, apabila kita mengucapkan selamat hari Natal kepada umat Kristen. Maka, kita dianggap telah memberikan kesaksian palsu dan meyakini bahwa agama Nasrani itu benar. Selain itu, dengan memberikan ucapan Natal berarti kita meyakini bahwa Nabi Isa adalah Yesus Kristus.

Hal tersebut berdasarkan ayat dibawah ini:

وَالَّذِيۡنَ لَا يَشۡهَدُوۡنَ الزُّوۡرَۙ وَ اِذَا مَرُّوۡا بِاللَّغۡوِ مَرُّوۡا كِرَامًا

Artinya: Dan orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka berlalu dengan menjaga kehormatan dirinya ( Q. S. Al-Furqon: 72).

2. Halal

Sementara itu, menurut beberapa ulama lainnya, mengucapkan selamat hari Natal itu diperbolehkan. Jadi, memberikan ucapan Natal 2020 itu bukanlah suatu masalah. Mengucapkan selamat hari Natal merupakan suatu bentuk toleransi beragama dari orang Islam untuk orang yang menganut agama kristen.

memberikan ucapan selamat hari Natal di anggap sebagai suatu bentuk kebaikan yang dapat kita berikan kepada orang yang beragama Kristen. Hal tersebut diperbolehkan selama mereka tidak memerangi orang-orang yang menganut agama Islam dan mengusir mereka dari negara tempat mereka tinggal.

Itulah hukum memberi ucapan natal 2020 berdasarkan 2 pegangan umat Islam. Memberi ucapan Natal kepada orang Kristen memang menimbulkan berbagai pendapat yang berbeda. Akan tetapi, kita sebagai umat Islam ada baiknya menjauhi hal-hal yang bersifat meragukan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY