Fenomena Senayan City Kebakaran, Pentingnya Umat Bermuhasabah

0
1006
Senayan City Kebakaran

Senayan City Kebakaran – beberapa hari terakhir di bulan April, mulai banyak fenomena yang menyayat hati salah satunya yakni fenomena Senayan City Kebakaran.

Kebakaran yang terjadi tentu menjadikan si pemilik dan sebagian umat yang mendulang nafkah dari hal tersebut mengalami kerugian puluhan juta.

Sobat Cahaya Islam, fenomena Senayan City Kebakaran dapat menjadi pembelajaran berharga bagi umat bahwa apapun yang terjadi karena Allah Ta’ala.

Mengambil Ibrah pada Fenomena Senayan City Kebakaran

Sebagai umat yang baik, fenomena Senayan City Kebakaran juga perlu dipahami bahwa hal tersebut terjadi di bawah kuasa Allah Ta’ala.

Setinggi apapun bangunan, dan sekaya apapun sang pemilik tetap saja tak dapat mengalahkan kuasa dan kepemilikanNya.

Salah satu wujud ketaatan yang ditunjukkan umat yakni bagaimana Sobat Cahaya Islam dapat mengambil ibrah dari fenomena kebakaran tersebut. Beberapa diantaranya yakni sebagai berikut :

1.    Kebakaran adalah Takdir Allah

Perlu diingat, segala sesuatu yang terjadi adalah takdir dari Allah Ta’ala termasuk halnya musibah kebakaran.

Senayan City Kebakaran

Baik dan buruk yang ada di dunia terjadi karena adanya takdir yang sudah tertulis dalam Lauhul Mahfudz. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Al Qamar ayat 49 bahwa :

اِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنٰهُ بِقَدَرٍ

Artinya : Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.

Hanya saja, sedari dulu terkadang takdir buruk seringkali ditepis sebab sebagian umat tak mau menerima.

Apalagi dengan musibah seperti kebakaran dimana pastinya akan merugikan ratusan juta rupiah. Tak ayal, takdir buruk ini akan sulit untuk diterima.

Maka dari itu, sedari awal umat perlu mengkaji lebih lanjut terkait persepsi takdir. Bahwasannya takdir baik dan buruk harus diterima dengan sabar dan ikhlas. Ikhlas diwujudkan dalam bentuk usaha yang disertai tawakal.

2.    Human Error, Ranah yang bisa Diusahakan

Kendati kebakaran merupakan takdir, namun terlepas dari hal tersebut umat tetap memiliki ranah yang bisa diusahakan.

Sehingga tak boleh bagi umat untuk berlepas diri dan berdiam diri tanpa melakukan apapun. Misal, dalam kasus kebakaran, bisa saja hal tersebut terjadi lantaran adanya human error baik dari segi teknisi, maupun pada saat pengoperasian.

Di era serba canggih seperti sekarang, human error bisa diatasi dengan berbagai pelatihan, simulasi maupun training kebakaran agar para pekerja bisa berlatih manakala terjadi fenomena tersebut. Usaha ini sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Ar’Rad ayat 11 yakni :

…اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ

Artinya : … Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

3.    Semua adalah Milik Allah

Terakhir, penting bagi umat untuk senantiasa memahami bahwa segala sesuatu di dunia adalah milik Allah Ta’ala dan akan kembali padaNya dengan cara apapun.

Bagi manusia, salah satu ibrah yang bisa diambil yakni memahami bahwa fenomena kebakaran merupakan cara Allah Ta’ala untuk mengambil milikNya dan mengajari sebagian umat untuk berlatih sabar.

Kesabaran bukanlah hal yang mudah sebab dibutuhkan banyak latihan. Semakin sabar seorang umat, maka semakin baik keimanan dalam dirinya.

Apalagi di era serba instan seperti sekarang, seharusnya kesabaran dan keyakinan bahwa segala yang ada di dunia hanyalah milik Allah Ta’ala lebih nampak dibandingkan di masa lalu dimana umat perlu berkelana untuk meyakini ciptaanNya.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan yang berkaitan dengan fenomena Senayan City yang kebakaran dan beberapa ibrah yang bisa diambil dari fenomena tersebut.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY