Makmum Terlambat, Inilah Ketentuan Makmum Masbuk Ketika Shalat!

0
212

Ketentuan  Makmum Masbuk- Pelaksanaan shalat berjamaah harus dilakukan sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Namun, dalam pelaksanaannya kerap ditemukan beberapa fenomena kerap membingungkan sebagian orang. Salah satu di antara fenomena yang sering terjadi yakni makmum terlambat. Jika hal demikian terjadi, maka selanjutnya akan menjadi makmum masbuk. Nah, sobat cahaya Islam, lantas apa saja ketentuan untuk makmum masbuk ketika shalat berjamaah? Yuk simak ulasan berikut!

Sekilas Tentang Makmum Masbuk

Secara bahasa, Masbuk artinya tertinggal. Adapun makmum masbuk merupakan orang yang tertinggal ketika melakukan shalat berjamaah disebabkan datang terlambat. Dikatakan sebagai makmum yang terlambat, jika kehadirannya setelah imam melakukan ruku’. Maka dari itu, makmum yang terlambat harus mengikuti gerakan imam yang pertama kali didapati.

Melakukan makmum masbuk ketika shalat berjamaah tentu sudah menjadi hal yang lumrah. Namun, tidak sedikit pula yang belum memahami betul ketentuan apa saja yang hendaknya dilakukan seorang masbuk. Untuk menjadi makmum masbuk hendaknya memerhatikan ketentuan penting sesuai yang dianjurkan dalam ajaran Islam.

Ketentuan Makmum Masbuk

Sobat cahaya Islam, dalam melakukan makmum masbuq terdapat beberapa hal penting yang harus dilakukan. Pelaksanaan yang sesuai syariat tentu akan terhindar dari praktik shalat yang kurang tepat. Oleh karena itu, pahami ketentuan-ketentuan berikut untuk menjadi makmum masbuk. Di antara ketentuan tersebut yakni sebagai berikut.

1.    Posisi yang Harus Dilakukan

Ketentuan pertama seorang makmum masbuk yakni memerhatikan posisi yang harus dilakukan. Jika didapati imam dalam posisi ruku’/ sujud/ tasyahud, maka makmum masbuk harus mengikuti gerakan imam. Namun, sebelumnya, makmum masbuk harus melakukan takbiratulihram dan mengucapkan takbir. Selanjutnya, ikuti gerakan yang sedang dilakukan imam.

2.    Perhitungan Satu Rakaat

Selanjutnya, penentuan satu rakaat dalam shalat bagi makmum masbuk. Dapat dihitung satu rakaat jika makmum yang tertinggal mendapati imam sedang ruku’. Namun, sebelumnya makmum masbuk diharuskan melakukan takbiratulihram serta membaca surat Al-Fatihah.

3.    Gantilah Rakaat yang Tertinggal

Setiap makmum masbuk wajib mengganti rakaat yang tertinggal. Misalnya, jika tertinggal saat melakukan shalat Dzuhur, Ashar, dan Isya, maka jumlah rakaatnya harus empat. Meskipun menjadi makmum masbuk diharamkan mengubah rakaat serta bentuk shalat. Begitu pun dengan shalat Magrib dan Subuh harus dilakukan sesuai dengan rakaat yang ditentukan.

4.    Posisi Duduk Ketika Tasyahud Akhir

Hal lainnya yang perlu diperhatikan seorang makmum masbuk yakni duduk ketika tasyahud akhir. Seorang makmum masbuk tidak disunahkan untuk mengikuti posisi duduk imam ketika tasyahud akhir. Jika imam melakukan duduk tawarruk, maka makmum masbuk harus duduk iftirasy ketika tasyahud akhir. Sebagaimana yang dikatakan Syekh Abu Bakr bin Muhammad Syata,  I’anatut Thalibin, Libanon, Darul Kutub Al-Ilmiyyah, cetakan ketiga, 2007 M, juz I, halaman 296.

  وَسُنَّ تَوَرُّكٌ فِيْهِ  أَيْ فِيْ قُعُوْدِ التَّشَهُّدِ الْأَخِيْرِ وَهُوَ مَا يَعْقِبُهُ سَلَامٌ  فَلَا يَتَوَرَّكُ مَسْبُوْقٌ فِيْ تَشَهُّدِ إِمَامِهِ الْأَخِيْرِ) قَوْلُهُ فَلَا يَتَوَرَّكُ مَسْبُوْقٌ) أَيْ لِأَنَّ تَشَهُّدَهَ لَمْ يَعْقِبْهُ سَلَامٌ بَلْ يَفْتَرِشُ لِأَنَّ الْاِفْتِرَاشَ هَيْئَةُ الْمُسْتَوْفِزِ فَيُسَنُّ فِيْ كُلِّ جُلُوْسٍ تَعْقِبُهُ حَرَكَةٌ لِأَنَّهَا أَسْهَلُ عَنْهُ وَالتَّوَرُّكُ هَيْئَةُ الْمُسْتَقِرِّ

Artinya, “Disunahkan duduk tawarruk dalam duduk tasyahud akhir, yaitu duduk yang diiringi salam, maka makmum masbuk tidak dianjurkan duduk tawarruk saat tasyahud akhirnya imam, karena tasyahudnya masbuk tidak diiringi salam. Anjuran baginya adalah duduk iftirasy sebab duduk iftirasy adalah posisi duduknya orang yang bersiap melakukan gerakan shalat berikutnya. Iftirasy disunahkan untuk setiap duduk yang diiringi oleh gerakan sebab posisi tersebut lebih memudahkan untuk orang yang shalat. Sementara posisi duduk tawarruk adalah posisi duduknya orang yang berdiam tenang.”

Nah, sobat cahaya Islam, demikianlah ulasan singkat terkait ketentuan makmum masbuk ketika shalat berjamaah. Semoga informasi di atas menjadi salah satu wawasan serta pemahaman dalam memahami pelaksanaan shalat berjamaah dengan benar.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY