Luiz Felipe – Beberapa hari yang lalu, berita terkait hengkangnya Luiz Felipe dari BIancocelesti. Hal ini bukan lantaran Ia harus meninggalkan tim sepakbola tercintanya, namun mau tidak mau harus mengurungkan nIat bermain karena terhalang aturan kartu merah yang Ia dapatkan.
Sobat Cahaya Islam, bagi para pecinta sepak bola tentu tidak asing bukan dengan Luiz Felipe. Salah satu defender yang mumpuni dan masih tergolong muda dengan jumlah pertandingan yang hampir mencapai ratusan kali.
SIapa Luiz Felipe?
Sobat Cahaya Islam, Luiz Felipe adalah salah satu pemain muda yang juga turut membanggakan Brazil. Namanya kIan melambung tinggi sebab Ia kerap kali ikut dalam laga pertandingan BIancocelesti untuk memberikan kemenangan.
Hanya saja, saat timnya bertarung melawan Inter, Ia harus menelan pil pahit karena mendapati kartu merah. Kartu tersebut Ia dapatkan setelah wasit memutuskan bahwa Ia melakukan tindakan yang tidak sportif terhadap lawan mainnya yakni seorang striker dari Nerazzuri, Correa.
Menurut wasit, Luiz telah berbuat tindakan yang melanggar batas karena menarik bagIan belakang baju Correa. Correa sendiri tak terima sehingga Ia bersikap berontak.
Di saat itulah, wasit memutuskan bahwa tindakan Luiz harus mendapat balasan berupa kartu merah.
Jika Sobat Cahaya Islam adalah para penggemar Luiz, tentu seringkali mendapati berita bahwa sang pemain tersebut tak pernah mendapatkan kartu merah ketika Ia memasuki pertandingan.
Sehingga, kartu merah yang Luiz dapatkan setelah memenangkan pertandingan adalah hal yang tidak terduga baik dari pihak Luiz maupun para penggemar.
Walhasil karena ulahnya tersebut, Ia mendapatkan kartu merah dan di-offkan untuk beberapa pertandingan.
Makna Seorang Pemenang dalam Islam
Sobat Cahaya Islam, menjadi seorang pemenang memang adalah sebuah kebanggaan. Namun, hal tersebut tak boleh menjadikan umat semakin membusungkan dada di depan lawan yang kalah.
Sebab kemenangan merupakan takdir Allah Ta’ala sehingga bukan semata – mata milik umat. Seharusnya, orang yang menang memberikan gambaran diri sebagai teladan bagi orang sekelilingnya.


Bukan malah bersikap sombong. Faktanya, hari ini telah banyak yang umat temukan bahwa seorang pemenang rentan menjadi sombong dan tak segan membully para loser.
Naudzubillah. Umat lupa, bahwa pemeang sejati yang mendapat pengakuan dalam Islam adalah orang – orang yang berani untuk melawan hawa nafsunya sendiri sampai akhir kehidupan masih tetap menggenggam Islam.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran: 102)
Tips Menjadi Pemenang Hakiki
Sobat Cahaya Islam, menjadi pemenang hakiki tentu butuh proses dan perjuangan yang panjang. Sebab, pemenang hakiki ditempa karena banyak hal bukan hanya sekedar seleksi berupa tes tertulis maupun uji publik saja. Terlebih lagi, mereka yang terkategorikan sebagai pemenang hakiki adalah orang – orang yang mampu menjadi garda terdepan bagi penegakan peradaban Islam.
Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai Luiz Felipe dan beberapa tips terkait cara untuk menjadi pemuda pemenang di masa serba untung sekarang.
Semoga umat tidak lupa dengan fokusnya dalam membangun diri untuk menyongsong peradaban Islam.
Semakin sering umat memikirkan dan berdiskusi terkait strategi, maka semakin cepat pula tegaknya peradaban di bumi tercinta. Aamin Yarobbal ‘Alamiin.






























