Ketua DPW LDII: Pendidikan dan Kesehatan Harus Beriringan

0
394
Ketua DPW LDII

Ketua DPW LDII Jawa Barat Dicky AM Harun mengungkapkan bahwa program mencerdaskan anak bangsa, harus bisa diimbangi dengan program kesehatan yang baik. Hal tersebut dikatakan dalam “Podcast Rakernas LDII”, dengan tema “Meningkatkan Kesadaran Hidup Sehat pada Warga Masyarakat”.

Podcast ini tentunya dihelat untuk mendampingi kegiatan Rapat Koordinasi Nasional LDII di Ponpes Minhaajurrosyidiin, Jakarta, pada Jumat (20/9).

Penjelasan dari Ketua DPW LDII

Dicky AM Harun yang merupakan alumni Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran tersebut mengungkapkan bahwa saat ini banyak Sobat Cahaya Islami yang sakit dan sulit berobat. Hal ini karena masih kurangnya infrastruktur kesehatan, sehingga kecerdasan juga tidak maksimal.

Oleh karena itu, dirinya berharap anggaran kesehatan bisa mencapai sekitar 10 persen. Sebab, saat ini, masih di kisaran lima persen. Apabila dinaikkan, tentu potensi mewujudkan generasi bangsa yang cerdas dan sehat, akan lebih berpeluang.

1. Pendidikan dan Kesehatan

Ketua DPW LDII

Ketua DPW LDII menjelaskan bahwa pondasi membangun bangsa adalah pendidikan dan kesehatan. Hal yang sama juga dilakukan oleh LDII.

Dirinya berpendapat bahwa Core business LDII adalah dakwah. Hal ini tidak bisa berdiri sendiri. Oleh karena itu, butuh dukungan ekonomi, keamanan serta kesehatan.

2. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Selanjutnya, terkait virus, seperti Covid-19, Ketua DPW LDII Lampung, Aditya sendiri mengungkapkan bahwa ketika sedang menjangkit, tidak semua orang terpapar. Hal ini tergantung bagaimana daya tahan tubuh, gizi makanan yang dikonsumsi, serta tingkat stress dalam diri seseorang.

Oleh karena itu, perlu belajar, bagaimana untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Salah satunya LDII, telah mencanangkan, bahwa rumah tangga harus memiliki tanaman herbal.

Contohnya saja, dengan memanfaatkan temulawak untuk bisa meningkatkan daya tahan tubuh serta mengobati penyakit tertentu.

Sementara itu, jika berbicara terkait stres yang saat ini banyak melanda generasi masa kini. Aditya juga mengingatkan seorang anak tidak boleh terlalu bergantung pada orang tua. Anak harus diajarkan cara menghadapi masalah.

Apabila menghindari dari masalah, tidak baik untuk dirinya. Sebab, masalah akan selalu datang, namun tinggal bagaimana orang tua melatih anak untuk kuat menghadapi masalah tersebut.

3. Fenomena Cuci Darah

Selanjutnya, terkait fenomena cuci darah, Aditya juga mengatakan bangsa Indonesia mengalami tantangan tersebut. Sebab, saat ini banyak anak usia 7 tahun, telah cuci darah. Hal ini karena senang mengonsumsi minuman kemasan bergula tinggi.

Aditya melihat hal tersebut, sebagai sesuatu yang miris. Orang tua yang ingin menyenangkan anak melalui minuman tersebut, ternyata malah menimbulkan kondisi yang buruk. Hal tersebut karena gula tinggi bisa membuat ketagihan dan merusak metabolisme tubuh.

Selain itu, gula juga bisa menjadi salah satu momok pada kesehatan gigi. Bakteri ini tentunya akan mudah berkembang biak pada lingkungan yang manis.

4. Menanggulangi Cuci Darah dan Gigi Keropos

Ketua DPW LDII

Aditya menyarankan, untuk menanggulangi isu cuci darah dan gigi keropos, perlu edukasi rajin dengan menyikat gigi dan cukup minum air putih. Strategi lainnya yaitu perlu literasi untuk memahami kandungan makanan di kemasan.

Jadi konsumsi terhadap makan dan minuman tertentu tidak akan berlebihan. Selanjutnya Ketua DPW LDII menegaskan bahwa orang tua harus mengajarkan kepada anak untuk kritis terhadap produk makanan atau minuman kemasan tertentu.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY