Hukum Nonton Drakor Percintaan – Sobat Cahaya Islam, siapa yang tak kenal drama Korea alias drakor? Di era digital ini, banyak remaja hingga orang dewasa menghabiskan waktu berjam-jam menonton drama Korea, terutama yang bertema cinta dan romansa. Jalan cerita yang mengaduk emosi, aktor yang rupawan, serta nuansa budaya yang menarik membuat drakor sangat digemari.
Tapi, sebagai Muslim, apakah kita cukup hanya memikirkan hiburannya saja? Bagaimana Islam memandang fenomena ini? Faktanya, banyak orang Islam yang suka nonoton film drama khas Korea yang sangat identik dengan percintaan ini. Yuk, kita bahas di sini!
Hukum Nonton Drakor Percintaan yang Penuh Fantasi


Sobat Cahaya Islam, tidak semua hiburan itu haram. Namun, Islam mengatur agar hiburan tidak menjauhkan kita dari keimanan dan kewajiban. Sayangnya, banyak drakor bertema percintaan menampilkan:
- Pacaran sebagai hal yang wajar.
- Sentuhan fisik pria-wanita non-mahram.
- Cinta sebagai segalanya, seolah melebihi cinta kepada Allah.
Jika terus menerus disuguhkan hal semacam itu, hati bisa terbawa pada fantasi cinta yang jauh dari realita dan syariat. Allah mengingatkan kita:
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (1)
Sungguh, drama cinta yang penuh adegan romantis bisa menjadi langkah-langkah menuju zina dalam bentuk pandangan, hayalan, dan hasrat. Apalagi jika penonton menirukannya di dunia nyata dengan pasangan yang belum halal.
Hati-Hati, Hati Bisa Terluka
Selain aspek syar’i, dampak psikologis dari menonton drakor cinta juga tak bisa kita abaikan. Di antara dampak buruk bagi psikologis penonton drakor adalah sebagai berikut:
- Membuat standar cinta tidak realistis.
- Membandingkan pasangan atau diri sendiri dengan aktor fiktif.
- Mengganggu fokus belajar, bekerja, bahkan ibadah.
Bahkan bisa jadi, mengundang rasa galau dan kesepian yang seharusnya bisa diisi dengan dzikir, belajar ilmu agama, atau memperbaiki diri. Tentu saja, ini sangat merugikan karena banyak waktu terbuang sia-sia untuk hal-hal yang tidak ada manfaatnya, bahkan banyak mudharatnya.
Alternatif yang Lebih Bermakna
Bukan berarti seorang Muslim harus meninggalkan hiburan sama sekali. Islam membuka pintu untuk hiburan yang mubah dan bermanfaat. Coba ganti tontonan dengan:
- Film atau dokumenter yang inspiratif dan edukatif.
- Ceramah visual atau podcast Islam yang ringan.
- Drama atau kisah Islami yang menguatkan iman.
Ingat, Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (2)
Maka, Sobat Cahaya Islam, kita juga akan ditanya tentang waktu, mata, dan hati kita, apakah digunakan dalam kebaikan atau kesia-siaan?
Menonton drakor bertema percintaan memang menyenangkan, tapi jangan biarkan hati hanyut dalam romansa fiksi yang bisa menyesatkan. Yuk, kita pilih hiburan yang tidak hanya menyenangkan mata, tapi juga menentramkan hati dan menjaga iman.
Referensi:
(1) QS. Al-Isra’: 32
(2) Shahih al-Bukhari, no. 893































